<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sungai Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/sungai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Sep 2026 08:24:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Sungai Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sungai Kluet Kini Keruh dan Berlumpur, Warga Minta Aktivitas Penggerukan di Hulu Ditertibkan</title>
		<link>https://www.krusial.com/sungai-kluet-kini-keruh-dan-berlumpur-warga-minta-aktivitas-penggerukan-di-hulu-ditertibkan/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/sungai-kluet-kini-keruh-dan-berlumpur-warga-minta-aktivitas-penggerukan-di-hulu-ditertibkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 08:24:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Air Sungai Keruh]]></category>
		<category><![CDATA[Air Sungai Kluet]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas Penggerukan]]></category>
		<category><![CDATA[Berlumpur]]></category>
		<category><![CDATA[Das Kluet]]></category>
		<category><![CDATA[Hulu]]></category>
		<category><![CDATA[Hulu Menggamat]]></category>
		<category><![CDATA[Penggerukan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Kluet Keruh]]></category>
		<category><![CDATA[Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=55911</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — Kondisi Sungai Kluet di Kabupaten Aceh Selatan kini menjadi perhatian masyarakat. Sungai yang dahulu dikenal memiliki air jernih sepanjang aliran dari hulu Sungai Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, hingga muara Suaq Bakung, Kecamatan Kluet Selatan, disebut mengalami perubahan kondisi. Air sungai yang sebelumnya tampak bening kini dilaporkan berubah menjadi kecokelatan dan bercampur lumpur. Sejumlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com —</strong> </span>Kondisi Sungai Kluet di Kabupaten Aceh Selatan kini menjadi perhatian masyarakat. Sungai yang dahulu dikenal memiliki air jernih sepanjang aliran dari hulu Sungai Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, hingga muara Suaq Bakung, Kecamatan Kluet Selatan, disebut mengalami perubahan kondisi.</p>
<p>Air sungai yang sebelumnya tampak bening kini dilaporkan berubah menjadi kecokelatan dan bercampur lumpur.</p>
<p>Sejumlah warga menduga perubahan kondisi air tersebut berkaitan dengan aktivitas penggerukan menggunakan alat berat di kawasan hulu Sungai Menggamat.</p>
<p>Kondisi itu dikhawatirkan berdampak terhadap masyarakat yang masih memanfaatkan air sungai untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>Di Kecamatan Kluet Timur, misalnya, sebagian masyarakat disebut masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan rumah tangga, seperti mencuci, memasak, bahkan untuk konsumsi.</p>
<p>“Jika kondisi ini terus berlarut dan air sungai tidak jernih lagi, kami masyarakat yang merasakan akibatnya,” kata salah seorang warga, Rabu (9/9/2026).</p>
<p>Warga tersebut juga meminta pemerintah turun tangan untuk memastikan penyebab keruhnya air Sungai Kluet sekaligus menertibkan aktivitas yang diduga menjadi sumber pencemaran apabila terbukti melanggar ketentuan.</p>
<p>“Jika benar ini terjadi akibat pertambangan yang diduga ilegal itu, kami minta pemerintah segera bertindak agar dihentikan. Jangan kami rakyat kecil yang jadi korban,” sambungnya.</p>
<h3>Warga Khawatir Dampak Berlanjut</h3>
<p>Hal senada disampaikan warga lainnya di Kecamatan Kluet Selatan. Ia menilai kondisi air sungai akan tetap keruh dan berlumpur selama aktivitas penggerukan menggunakan alat berat jenis ekskavator masih berlangsung di kawasan hulu.</p>
<p>Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh hanya dilihat sebagai masalah perubahan warna air sungai. Masyarakat juga perlu mempertimbangkan dampak lingkungan yang mungkin muncul apabila aktivitas di kawasan hulu berlangsung tanpa memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan aturan yang berlaku.</p>
<p>“Kita minta semua elemen dan tokoh masyarakat Kluet Raya bersuara. Jangan diam melihat kondisi saat ini sebelum semuanya terlambat,” katanya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi akibat perubahan kondisi lingkungan di kawasan hulu.</p>
<p>“Jangan tunggu banjir bandang dan longsor dulu. Mari kita cegah bersama. Silakan ambil emas di tanah Menggamat, tetapi harus sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.</p>
<p>Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi Sungai Kluet, termasuk menelusuri sumber kekeruhan air serta memastikan aktivitas penggerukan dan pertambangan di kawasan hulu telah memenuhi ketentuan perizinan dan aturan lingkungan yang berlaku.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/sungai-kluet-kini-keruh-dan-berlumpur-warga-minta-aktivitas-penggerukan-di-hulu-ditertibkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koperasi Sago Mengamat Bantu Normalisasi Free Intake Gunung Pudung, Camat Kluet Utara Apresiasi Kolaborasi</title>
		<link>https://www.krusial.com/koperasi-sago-mengamat-bantu-normalisasi-free-intake-gunung-pudung-camat-kluet-utara-apresiasi-kolaborasi/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/koperasi-sago-mengamat-bantu-normalisasi-free-intake-gunung-pudung-camat-kluet-utara-apresiasi-kolaborasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 12:41:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bantu Normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Camat Kluet Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Dangkal]]></category>
		<category><![CDATA[Free Intake]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Pudung]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Sago Mengamat]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=55504</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — Koperasi Produsen KPA Sago Mengamat (KSM) Kluet Tengah menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dengan membantu proses normalisasi Free Intake Gunung Pudung yang mengalami pendangkalan, Jumat (28/8/2026). Dukungan tersebut merupakan bentuk kontribusi dunia usaha dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan sarana pengairan yang memiliki peran penting bagi masyarakat di wilayah sekitar. Pendangkalan pada bagian free [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com</strong> —</span> Koperasi Produsen KPA Sago Mengamat (KSM) Kluet Tengah menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dengan membantu proses normalisasi Free Intake Gunung Pudung yang mengalami pendangkalan, Jumat (28/8/2026).</p>
<p>Dukungan tersebut merupakan bentuk kontribusi dunia usaha dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan sarana pengairan yang memiliki peran penting bagi masyarakat di wilayah sekitar.</p>
<p>Pendangkalan pada bagian <em>free intake</em> menyebabkan aliran air tidak dapat berjalan secara optimal. Melalui bantuan Koperasi Produsen KPA Sago Mengamat, proses normalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi intake sehingga aliran air diharapkan dapat kembali berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Camat Kluet Utara, Alman Paluti, S.STP., M.Ec.Dev., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Koperasi Produsen Sago Mengamat, Kamil Amal, beserta seluruh jajaran koperasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan.</p>
<p>“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua Koperasi Produsen Sago Mengamat, Bapak Kamil Amal, beserta seluruh jajaran yang telah ikut membantu normalisasi Free Intake Gunung Pudung. Ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kolaborasi dalam mendukung kepentingan masyarakat,” ujar Alman.</p>
<p>Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan dan kolaborasi dari berbagai unsur, termasuk masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.</p>
<p>“Pembangunan yang ada di daerah tidak terlepas dari dukungan semua unsur. Dukungan pentahelix merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media sangat penting untuk menjawab berbagai kebutuhan pembangunan di tengah masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Alman berharap semangat gotong royong dan kolaborasi yang ditunjukkan Koperasi Produsen KPA Sago Mengamat dapat terus ditingkatkan serta menjadi contoh bagi berbagai pihak lainnya.</p>
<p>Ia menegaskan, Pemerintah Kecamatan Kluet Utara akan terus mendorong terbangunnya sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam rangka mempercepat pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut. Ketika seluruh unsur bergerak bersama, berbagai persoalan di masyarakat akan lebih mudah kita atasi dan pembangunan dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/koperasi-sago-mengamat-bantu-normalisasi-free-intake-gunung-pudung-camat-kluet-utara-apresiasi-kolaborasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kalak BPBD Aceh Selatan Tinjau Krueng Mutiara, Siapkan Normalisasi Sungai untuk Cegah Banjir</title>
		<link>https://www.krusial.com/kalak-bpbd-aceh-selatan-tinjau-krueng-mutiara-siapkan-normalisasi-sungai-untuk-cegah-banjir/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/kalak-bpbd-aceh-selatan-tinjau-krueng-mutiara-siapkan-normalisasi-sungai-untuk-cegah-banjir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2026 08:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Aceh Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Cegah Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Das Kluet]]></category>
		<category><![CDATA[H. Zainal]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=49773</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, H. Zainal, meninjau langsung kondisi Krueng Mutiara di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (4/1/2026). Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan dan pencegahan potensi bencana banjir akibat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan serta sedimentasi. Normalisasi sungai dinilai menjadi salah satu langkah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;"><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com — </strong></span>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, H. Zainal, meninjau langsung kondisi Krueng Mutiara di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (4/1/2026).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan dan pencegahan potensi bencana banjir akibat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan serta sedimentasi. Normalisasi sungai dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperbaiki aliran air sekaligus meminimalisir risiko terjadinya banjir.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dalam keterangannya, H. Zainal menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan telah menerima laporan dan pengajuan dari masyarakat terkait kondisi Krueng Mutiara yang semakin dangkal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menggerus bantaran sungai dan mengancam permukiman warga di sekitarnya apabila tidak segera ditangani.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Pemerintah daerah melalui BPBD merespons kondisi ini dengan langkah penanganan tanggap darurat. Normalisasi sungai akan segera dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko banjir, mengingat wilayah ini merupakan salah satu daerah yang kerap terdampak luapan air sungai,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ia menjelaskan, normalisasi yang akan dilakukan merupakan langkah mitigasi dan bersifat sementara, namun penting untuk mengantisipasi terjadinya banjir yang lebih besar.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Penanganan ini bersifat segera dan menjadi bagian dari upaya mitigasi. Meskipun tidak permanen, normalisasi ini diharapkan dapat mengurangi potensi banjir dalam waktu dekat,” jelasnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan normalisasi akan dilakukan melalui pengerukan dan pendalaman badan sungai. Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, pihaknya akan mengerahkan alat berat beserta operator ke lokasi dalam waktu dekat.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Seluruh peralatan, termasuk alat berat dan operator, akan segera kami kerahkan ke lokasi Krueng Mutiara agar pekerjaan dapat segera dilaksanakan,” pungkasnya.</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/kalak-bpbd-aceh-selatan-tinjau-krueng-mutiara-siapkan-normalisasi-sungai-untuk-cegah-banjir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tebing Krueng Mersak Terus Terkikis, Warga Kluet Tengah di Bawah Bayang-bayang Ancaman</title>
		<link>https://www.krusial.com/tebing-krueng-mersak-terus-terkikis-warga-kluet-tengah-di-bawah-bayang-bayang-ancaman/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/tebing-krueng-mersak-terus-terkikis-warga-kluet-tengah-di-bawah-bayang-bayang-ancaman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 06:39:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bawah Bayang-bayang Ancaman]]></category>
		<category><![CDATA[Kluet Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Tebing]]></category>
		<category><![CDATA[Tebing Krueng Mersak]]></category>
		<category><![CDATA[Tebing Terkikis]]></category>
		<category><![CDATA[Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=44473</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com – Meski banjir yang sempat melanda kawasan Kluet Raya, termasuk Kecamatan Kluet Tengah, telah surut total, namun ancaman lain kini mengintai masyarakat Gampong Mersak. Erosi tebing di sepanjang aliran Krueng Mersak terus terjadi setiap kali debit air meningkat, menggerus sedikit demi sedikit lahan dan mendekati pemukiman warga. Pantauan di lapangan, sejumlah titik di bantaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com –</strong> </span>Meski banjir yang sempat melanda kawasan Kluet Raya, termasuk Kecamatan Kluet Tengah, telah surut total, namun ancaman lain kini mengintai masyarakat Gampong Mersak. Erosi tebing di sepanjang aliran Krueng Mersak terus terjadi setiap kali debit air meningkat, menggerus sedikit demi sedikit lahan dan mendekati pemukiman warga.</p>
<p>Pantauan di lapangan, sejumlah titik di bantaran sungai terlihat rapuh dan tergerus arus. Warga khawatir jika tidak ada penanganan segera, banjir berikutnya akan membawa dampak lebih besar, bukan hanya merendam, tapi juga merusak rumah dan lahan pertanian mereka.</p>
<p>Ridwan, warga setempat yang juga anggota DPRK Aceh Selatan periode 2019–2024, menyampaikan kekhawatirannya dan berharap pemerintah segera turun tangan.</p>
<p>“Sekarang air sudah surut, tapi ancamannya justru makin dekat ke rumah warga. Kami berharap ada penanganan darurat seperti pemasangan bronjong atau tanggul sementara, dan dalam jangka panjang perlu normalisasi serta penguatan tebing sungai secara permanen,” ujar Ridwan, Selasa (11/11/2025).</p>
<p>Menurutnya, langkah cepat perlu dilakukan agar kerusakan tidak semakin meluas, mengingat Krueng Mersak menjadi jalur utama aliran air dari kawasan hulu Kluet Tengah yang kerap meluap saat hujan deras.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Selatan, H. Zainal, A., mengakui telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen di lokasi.</p>
<p>“Tim TRC sudah kami kerahkan ke Gampong Mersak untuk melakukan pendataan dan pemetaan area rawan longsor tebing. Hasil asesmen akan kami laporkan kepada pimpinan daerah untuk menjadi dasar penanganan selanjutnya,” jelas Zainal.</p>
<p>“Upaya cepat tetap kita lakukan untuk mencegah dampak lanjutan. Tapi solusi jangka panjang perlu dukungan lintas sektor,” tambah Zainal.</p>
<p>Hal serupa juga terjadi di Gampong Pulo ie Kecamatan Kluet Selatan, abrasi yang terjadi telah menghabiskan lahan permukiman dan perkebunan warga</p>
<p>Kini, warga Mersak dan warga Pulo ie berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat sebelum tebing benar-benar ambruk. Bagi mereka, ancaman banjir mungkin sudah reda, tetapi bahaya erosi tebing Krueng Mersak kini menjadi bayang-bayang yang nyata.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/tebing-krueng-mersak-terus-terkikis-warga-kluet-tengah-di-bawah-bayang-bayang-ancaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bocah 5 Tahun Tengelam Dibawa Arus Sungai Pase Aceh Utara</title>
		<link>https://www.krusial.com/bocah-5-tahun-tengelam-dibawa-arus-sungai-pase-aceh-utara/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/bocah-5-tahun-tengelam-dibawa-arus-sungai-pase-aceh-utara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Feb 2025 16:37:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bocah]]></category>
		<category><![CDATA[Bocah Tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Pase Aceh Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=30610</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124;Aceh Utara &#8211; Seorang bocah laki-laki M Farhat (5), dikabarkan tenggelam di aliran Sungai atau Krueng Pase Gampong Meunasah Masjid Kecamatan Syamtalira Aron  Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (15/2/2025) sekira pukul 17.00 WIB, hingga saat ini tim SAR dan warga masih berupaya melakukan pencarian di aliran sungai tersebut. Berdasarkan Informasi yang dihimpun RRI, sebelum kejadian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial |Aceh Utara &#8211;</strong> Seorang bocah laki-laki M Farhat (5), dikabarkan tenggelam di aliran Sungai atau Krueng Pase Gampong Meunasah Masjid Kecamatan Syamtalira Aron  Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (15/2/2025) sekira pukul 17.00 WIB, hingga saat ini tim SAR dan warga masih berupaya melakukan pencarian di aliran sungai tersebut.</p>
<p>Berdasarkan Informasi yang dihimpun RRI, sebelum kejadian anak pasangan Zulkifli dan Wellina, mandi bersama abang dan teman lainnya di bantaran sungai desa setempat. saat sedang mandi korban yang diduga belum bisa berenang tenggelam dan langsung terbawa arus air.</p>
<p>Sekretaris Desa (Sekdes) Gampong Meunasah Masjid, M Arif menyebutkan, korban tenggelam saat sedang mandi di sungai Pase yang berada di belakang rumahnya, korban terserat arus sungai diduga karena tidak bisa berenang, abang dan temannya sudah berupaya menolong, Namun tidak berhasil karena air terlalu deras.</p>
<p>&#8220;Setelah melihat adiknya tengelam dan terbawa arus, abang korban langsung lari pulang kerumah memberitahukan ayahnya, kemudian warga langsung melakukan pencarian dengan menyisir sungai, tak lama kemudian datang tim Search and Rescue (SAR) Aceh Utara,. namun hingga siang hari ini korban belum ditemukan,&#8221; kata M Arif, Minggu (16/2/2025).</p>
<p>Lanjutnya, sejak anak tersebut tengelam, warga dan tim Search and Rescue (SAR) Aceh Utara, masih melakukan pencarian dengan menyisir sungai menggunakan boat. Namun hingga pukul 14. 00 WIB korban belum ditemukan.</p>
<p>&#8220;Tim SAR bersama warga masih melakukan pencarian korban, Kita harapkan dan doa kan semoga korban cepat ditemukan,&#8221; harapnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/bocah-5-tahun-tengelam-dibawa-arus-sungai-pase-aceh-utara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
