<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RSUD Yuliddin Away Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/rsud-yuliddin-away/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jan 2026 14:14:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>RSUD Yuliddin Away Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Plafon Ruang Perawatan RSUD Yulidin Awai Runtuh, Pasien Ibu dan Bayi Nyaris Tertimpa</title>
		<link>https://www.krusial.com/plafon-ruang-perawatan-rsud-yulidin-awai-runtuh-pasien-ibu-dan-bayi-nyaris-tertimpa/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/plafon-ruang-perawatan-rsud-yulidin-awai-runtuh-pasien-ibu-dan-bayi-nyaris-tertimpa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 14:11:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur RSUD Yulidin Awai]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Erizaldi]]></category>
		<category><![CDATA[Plafon]]></category>
		<category><![CDATA[Plafon Ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Yuliddin Away]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Yulidin Awai]]></category>
		<category><![CDATA[Tapaktuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=46648</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com – Runtuhnya plafon di ruang perawatan pasien pascaoperasi melahirkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yuliddin Away, Tapaktuan, menimbulkan kekhawatiran publik terhadap kondisi fisik bangunan rumah sakit pelat merah tersebut. Kejadian yang terjadi pada Rabu siang (7/1/2026) berlangsung di Ruang Berlian 3, Gedung C, dan nyaris menimpa seorang ibu dan bayinya yang baru menjalani operasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="prose dark:prose-invert inline leading-relaxed break-words min-w-0 [word-break:break-word] prose-strong:font-medium [&amp;_&gt;*:first-child]:mt-0">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><span style="color: #000000;"><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com –</strong></span> Runtuhnya plafon di ruang perawatan pasien pascaoperasi melahirkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yuliddin Away, Tapaktuan, menimbulkan kekhawatiran publik terhadap kondisi fisik bangunan rumah sakit pelat merah tersebut. Kejadian yang terjadi pada Rabu siang (7/1/2026) berlangsung di Ruang Berlian 3, Gedung C, dan nyaris menimpa seorang ibu dan bayinya yang baru menjalani operasi caesar.</span></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><span style="color: #000000;">Meski tidak menimbulkan korban, insiden tersebut membuat pasien dan keluarga ketakutan. Demi alasan keselamatan, keluarga memutuskan membawa pulang sang ibu dan bayi pada hari yang sama karena khawatir kejadian serupa akan terulang.</span></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><span style="color: #000000;">Direktur RSUD Yuliddin Away, dr. Erizaldi, menjelaskan bahwa gedung tersebut merupakan hasil pembangunan yang diserahterimakan pada tahun 2019 dengan sumber anggaran dari Pemerintah Provinsi Aceh. “Rumah sakit saat itu menerima bangunan yang sudah selesai dibangun. Namun, sebagai pengelola, kami tetap berkewajiban memantau kondisi gedung,” ujar dr. Erizaldi.</span></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><span style="color: #000000;">Pihak rumah sakit, kata Erizaldi, telah mengusulkan perbaikan atau rehabilitasi bangunan dalam perencanaan anggaran 2026. “Kami sudah mengusulkan rehabilitasi, terutama pada bagian bangunan yang mulai menunjukkan kerusakan, agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.</span></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><span style="color: #000000;">Secara teknis, ia menjelaskan, runtuhnya plafon bisa disebabkan oleh penurunan kualitas material akibat faktor usia, rangka yang melemah, serta faktor lingkungan seperti kelembapan dan rembesan air. Minimnya perawatan berkala juga dapat mempercepat kerusakan.</span></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><span style="color: #000000;">Meskipun plafon bukan bagian utama struktur bangunan, kegagalannya tetap berisiko, terutama di lingkungan rumah sakit yang dihuni pasien dengan kondisi rentan. Karena itu, kata Erizaldi, pemeliharaan berkala dan mutu konstruksi menjadi faktor penting dalam menjamin keamanan fasilitas kesehatan.</span></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><span style="color: #000000;">Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan harus mengutamakan kualitas dan ketahanan jangka panjang, disertai pengawasan serta pemeriksaan teknis secara rutin. Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Yuliddin Away telah mengamankan lokasi kejadian dan memastikan layanan kepada pasien tetap berjalan sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.***</span></p>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/plafon-ruang-perawatan-rsud-yulidin-awai-runtuh-pasien-ibu-dan-bayi-nyaris-tertimpa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
