<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Presiden Soeharto Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/presiden-soeharto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Nov 2025 15:51:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Presiden Soeharto Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menbud Fadli: Soeharto Tidak Terlibat Peristiwa Genosida 1965</title>
		<link>https://www.krusial.com/menbud-fadli-soeharto-tidak-terlibat-peristiwa-genosida-1965/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/menbud-fadli-soeharto-tidak-terlibat-peristiwa-genosida-1965/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 15:51:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[ham]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Menbud Fadli]]></category>
		<category><![CDATA[Orde Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa Genosida 1965]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=44292</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan, bahwa tidak ada bukti menunjukan presiden ke-2 RI, Soeharto terlibat dalam peristiwa genosida 1965-1966. Menurutnya, tudingan terhadap Soeharto tidak pernah dibuktikan secara hukum maupun fakta sejarah yang valid.  &#8220;Tidak ada bukti yang menunjukan keterlibatan beliau dalam genosida. Jadi, siapa yang bisa membuktikan hal itu,&#8221; katanya saat ditemui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;"><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong></span> Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan, bahwa tidak ada bukti menunjukan presiden ke-2 RI, Soeharto terlibat dalam peristiwa genosida 1965-1966. Menurutnya, tudingan terhadap Soeharto tidak pernah dibuktikan secara hukum maupun fakta sejarah yang valid. </span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Tidak ada bukti yang menunjukan keterlibatan beliau dalam genosida. Jadi, siapa yang bisa membuktikan hal itu,&#8221; katanya saat ditemui wartawan, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu  (5/11/2025), kemarin.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ia juga menambahkan, bahwa pemberian gelar pahlawan nasional harus didasarkan pada penilaian objektif terhadap jasa dan kontribusi seseorang bagi negara. Bukan pada persepsi politik atau tafsir sejarah yang masih diperdebatkan. </span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sebelumnya, nama Soeharto kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul usulan dari sejumlah pihak agar mantan presiden itu diberi gelar Pahlawan Nasional. Namun demikian, sebagian kalangan menilai bahwa usulan tersebut masih menimbulkan kontroversi terhadap warisan sejarah Orde Baru yang kompleks. </span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ia juga mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertamanya nama Soeharto diusulkan sebagai calon Pahlawan Naasional. &#8220;Soeharto memang sudah diusulkan sebanyak tiga kali, tapi memang belum ditetapkan,&#8221; ucapnya. </span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pernyataan Menbud Fadli muncul di tengah kritik keras dari berbagai kelompok masyarakat sipil dan penyintas pelanggaran HAM. Pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto adalah bentuk penghinaan terhadap korban dan sejarah kelam Orde Baru.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Guru Besar Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Franz Magnis Suseno menyoroti pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto. Menurutnya, pemberian gelar Pahlawan tersebut sebaiknya ditolak. </span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurutnya, Soeharto memang memiliki sejumlah jasa bagi Indonesia. Tetapi rekam jejak pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan praktik korupsi yang terjadi selama masa pemerintahannya tidak dapat diabaikan. </span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Seorang pahlawan nasional butuh dari sekedar itu (berjasa kepada negara). Dan jelas bahwa ia tidak melakukan hal-hal yang jelas melanggar etika dan mungkin juga jahat,&#8221; ujarnya.***</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/menbud-fadli-soeharto-tidak-terlibat-peristiwa-genosida-1965/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mensos Pastikan Aspirasi Presiden Soeharto Jadi Pahlawan Didengar</title>
		<link>https://www.krusial.com/mensos-pastikan-aspirasi-presiden-soeharto-jadi-pahlawan-didengar/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/mensos-pastikan-aspirasi-presiden-soeharto-jadi-pahlawan-didengar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2025 15:52:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mensos]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Saifullah Yusuf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=35593</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Jakarta &#8212; Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menegaskan, akan mendengar semua pendapat soal usulan Presiden RI ke-2, Soeharto jadi pahlawan nasional. Termasuk suara yang menolaknya. Mensos menyebut prosesnya masih berjalan. Ia memastikan, seluruh aspirasi masyarakat akan diikuti dan dihargai. &#8220;Ya tentu kita semua dengar ya, ini bagian dari proses, semua kita dengar, kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Jakarta &#8212;</strong> Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menegaskan, akan mendengar semua pendapat soal usulan Presiden RI ke-2, Soeharto jadi pahlawan nasional. Termasuk suara yang menolaknya.</p>
<p>Mensos menyebut prosesnya masih berjalan. Ia memastikan, seluruh aspirasi masyarakat akan diikuti dan dihargai.</p>
<p>&#8220;Ya tentu kita semua dengar ya, ini bagian dari proses, semua kita dengar, kita ikuti,&#8221; ucap Mensos dalam rekaman suara dikutip <em><strong>Krusial</strong></em> dari RRI, Senin (21/4/2025).</p>
<p>Menurutnya, penetapan gelar pahlawan harus sesuai prosedur yang berlaku. Pemerintah tidak akan tergesa dalam mengambil keputusan.</p>
<p>Mensos juga menegaskan pentingnya mendengar kritik dan saran dari masyarakat. Semua masukan akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/mensos-pastikan-aspirasi-presiden-soeharto-jadi-pahlawan-didengar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
