<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perempuan Aceh Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/perempuan-aceh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Nov 2025 11:42:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Perempuan Aceh Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kak Na Apresiasi Karya Perempuan Aceh: Tas, Sirup Rosela, hingga Cendol Janeng</title>
		<link>https://www.krusial.com/kak-na-apresiasi-karya-perempuan-aceh-tas-sirup-rosela-hingga-cendol-janeng/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/kak-na-apresiasi-karya-perempuan-aceh-tas-sirup-rosela-hingga-cendol-janeng/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 11:42:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintah Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cendol Janeng]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Event Uroe Pekan]]></category>
		<category><![CDATA[Janeng]]></category>
		<category><![CDATA[Kak Na]]></category>
		<category><![CDATA[Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Marlina Muzakir]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Sirup Rosela]]></category>
		<category><![CDATA[Tas]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=44313</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Marlina Muzakir, mengapresiasi kreativitas perempuan dan remaja putri Aceh yang memamerkan beragam produk olahan dan kerajinan berbasis hasil hutan non kayu dalam event Uroe Pekan. Kegiatan ini digelar oleh Katahati Institute bekerja sama dengan Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, di UMKM Center Bank [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong> </span>Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Marlina Muzakir, mengapresiasi kreativitas perempuan dan remaja putri Aceh yang memamerkan beragam produk olahan dan kerajinan berbasis hasil hutan non kayu dalam event Uroe Pekan.</p>
<p>Kegiatan ini digelar oleh Katahati Institute bekerja sama dengan Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, di UMKM Center Bank Aceh Syariah, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Menurut perempuan yang akrab disapa Kak Na tersebut, produk-produk yang ditampilkan tidak hanya menarik secara visual, namun juga memiliki kualitas rasa dan nilai ekonomi yang menjanjikan.</p>
<p>“Kreativitasnya luar biasa. Desain kemasan sudah bagus, dan produknya enak. Saya tadi mencicipi cendol janeng dan sirup rosela, rasanya segar dan nikmat,” ujar Kak Na saat mengunjungi sejumlah gerai pameran.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Kak Na menyampaikan komitmennya untuk mendukung peningkatan kualitas produk para pelaku UMKM perempuan, terutama melalui pelatihan pembinaan oleh Dekranasda Aceh.</p>
<p>“Ada beberapa tas yang desainnya sangat menarik, hanya finishing-nya perlu diperhalus. Nanti bisa kita bantu pembinaan melalui pelatihan,” katanya.</p>
<p>Kak Na juga memberikan apresiasi kepada Katahati Institute dan Kedutaan Kanada atas penyelenggaraan kegiatan ini, yang dinilai sejalan dengan upaya ekonomi hijau dan pelestarian lingkungan.</p>
<p>“Uroe Pekan ini menjadi bukti nyata bagaimana UMKM dapat memanfaatkan potensi hasil hutan non kayu untuk menggerakkan ekonomi, tanpa merusak kelestarian hutan,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Duta Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, Jess Dutton, menegaskan bahwa kegiatan ini penting dalam mendorong ekonomi ramah lingkungan sekaligus memperkuat peran perempuan Aceh.</p>
<p>“Ekosistem Leuser adalah paru-paru dunia. Melalui inovasi seperti ini, kita membuktikan bahwa ekonomi dapat tumbuh tanpa mengorbankan kelestarian alam. Dan yang membanggakan, sebagian besar produk ini dibuat oleh tangan perempuan dan remaja putri,” kata Jess.</p>
<p>Direktur Katahati Institute, Raihal Fajri, mengungkapkan bahwa Uroe Pekan menghadirkan 16 booth yang menampilkan hasil kerajinan dan olahan perempuan dari berbagai daerah di Aceh.</p>
<p>“Terima kasih kepada Dekranasda Aceh dan Kedutaan Kanada atas dukungan yang memungkinkan kegiatan ini menjadi ruang promosi bagi perempuan dan anak muda penggiat ekonomi kreatif berbasis hutan lestari,” tukasnya.</p>
<p>Event Uroe Pekan atau Market Day ini menjadi ajang penguatan jejaring, pemasaran, dan pengenalan produk ramah lingkungan, sekaligus mendorong lahirnya ekonomi hijau berkelanjutan di Aceh.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/kak-na-apresiasi-karya-perempuan-aceh-tas-sirup-rosela-hingga-cendol-janeng/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
