<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mora Telematika Indonesia Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/mora-telematika-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2026 05:29:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Mora Telematika Indonesia Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>MORA Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Serap Saham Publik yang Tolak Merger</title>
		<link>https://www.krusial.com/mora-siapkan-buyback-rp1-triliun-serap-saham-publik-yang-tolak-merger/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/mora-siapkan-buyback-rp1-triliun-serap-saham-publik-yang-tolak-merger/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 05:29:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Buyback Saham]]></category>
		<category><![CDATA[MORA]]></category>
		<category><![CDATA[Mora Telematika Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[MyRepublic]]></category>
		<category><![CDATA[RUPSLB]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=49173</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menyiapkan aksi pembelian kembali saham (buyback) sebagai bagian dari tindak lanjut rencana penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik (EMR). Manajemen MORA menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk perlindungan terhadap pemegang saham yang tidak menyetujui aksi merger tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong> </span>PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menyiapkan aksi pembelian kembali saham (buyback) sebagai bagian dari tindak lanjut rencana penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik (EMR).</p>
<p>Manajemen MORA menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk perlindungan terhadap pemegang saham yang tidak menyetujui aksi merger tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 26 Maret 2026.</p>
<p>Mengacu pada ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas, pemegang saham yang menolak berhak meminta sahamnya dibeli kembali dengan harga wajar.</p>
<p>Dalam keterbukaan informasi, Jumat (27/3/2026), manajemen MORA menetapkan harga buyback sebesar Rp432 per saham, dengan jumlah maksimal mencapai 10% dari total saham beredar atau sekitar 2,36 miliar saham.</p>
<p>Dengan demikian, nilai maksimum dana yang disiapkan perseroan untuk aksi ini mencapai sekitar Rp1,02 triliun.</p>
<p>Manajemen menegaskan, skema buyback ini telah disusun sesuai ketentuan regulasi, termasuk batasan agar aksi tersebut tidak mengganggu kondisi keuangan perseroan.</p>
<p>Namun, apabila jumlah saham yang diminta untuk dibeli kembali melebihi batas maksimal tersebut, perseroan telah menyiapkan mekanisme tambahan. Dalam hal ini, PT Innovate Mas Utama (IMU) akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk menyerap kelebihan saham dari pemegang saham yang ingin menjual.</p>
<p>Dari sisi pendanaan, IMU juga telah memastikan kesiapan dana melalui fasilitas pinjaman dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Fasilitas tersebut bersifat committed dan dapat digunakan secara fleksibel untuk memenuhi kewajiban pembelian saham dalam aksi ini.</p>
<p>Adapun periode pengajuan penjualan saham oleh pemegang saham yang tidak setuju akan berlangsung pada 1 hingga 10 April 2026 melalui mekanisme di sistem C-BEST. Selanjutnya, pembayaran dan penyelesaian buyback dijadwalkan pada 17 April 2026.</p>
<p>Sementara itu, penggabungan usaha antara MORA dan EMR ditargetkan efektif pada 22 April 2026.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/mora-siapkan-buyback-rp1-triliun-serap-saham-publik-yang-tolak-merger/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saham MORA ARB Berjilid-jilid usai Pengumuman Merger dengan MyRepublic</title>
		<link>https://www.krusial.com/saham-mora-arb-berjilid-jilid-usai-pengumuman-merger-dengan-myrepublic/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/saham-mora-arb-berjilid-jilid-usai-pengumuman-merger-dengan-myrepublic/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 12:14:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[MORA]]></category>
		<category><![CDATA[Mora Telematika Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Moratelindo]]></category>
		<category><![CDATA[MyRepublic]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman Merger]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Saham MORA ARB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=47666</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk atau Moratelindo (MORA) tertekan di tengah proses merger dengan PT Eka Mas Republik (EMR) milik Sinarmas Group yang merupakan penyedia jasa internet dengan merek MyRepublic. Berdasarkan catatan IDX Channel, saham MORA turun 63 persen ke harga Rp6.125 dari level tertinggi di level Rp16.725. Penurunan ini terjadi cukup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong> </span>Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk atau Moratelindo (MORA) tertekan di tengah proses merger dengan PT Eka Mas Republik (EMR) milik Sinarmas Group yang merupakan penyedia jasa internet dengan merek MyRepublic.</p>
<p>Berdasarkan catatan IDX Channel, saham MORA turun 63 persen ke harga Rp6.125 dari level tertinggi di level Rp16.725. Penurunan ini terjadi cukup cepat dengan menyentuh batas auto reject bawah (ARB) selama empat hari berturut-turut (2-5 Februari 2026).</p>
<p>Namun, koreksi pada MORA terjadi setelah saham tersebut reli cukup panjang. Dihitung dari harga terendahnya Rp374 dalam enam bulan terakhir, harga saham MORA naik lebih dari 4.300 persen ke harga tertinggi, sebelum akhirnya turun tajam.</p>
<p>Direktur Utama Moratelindo, Jimmy Kadir menjelaskan bahwa, bagi perseroan, merger dengan MyRepublic akan memperluas cakupan dan jaringan kapasitas infrastruktur kepara para pelanggan, khususnya jaringan fiber-to-the-home (FTTH) dan enterprise.</p>
<p>&#8220;MORA bisa memasarkan produk-produk enterprise kepada calon pelanggan yang ada di jaringan FTTH EMR,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara bagi EMR, MyRepublic bisa memperoleh akses langsung terhadap infrastruktur backbone berkapasitas besar dan andal milik Moratelindo. Dengan begitu, pelanggan ritel dapat memperoleh jaringan yang lebih stabil dengan latensi rendah dan konsistensi tinggi.</p>
<p>Merger, menurut Jimmy, juga akan memperkuat sinergi finansial di samping operasional. Perseroan akan memiliki biaya yang lebih efisien sekaligus bisa mendongkrak pendapatan lewat bundling layanan dan cross-selling yang ujungnya akan membuat profitabilitas meningkat.</p>
<p>Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta menilai, Moratelindo dengan merek MyRepublic dengan Oxygen akan menjadi kompetitor serius di industri FTTH. Di segmen ini, pemain lainnya yakni PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) lewat Starlite dan PT Remala Abadi Tbk (DATA) lewat NetHome.</p>
<p>Menurut Kafi, penetrasi segmen Fixed Broadband (FBB) ke depan akan semain masif setelah stagnan dalam tiga tahun terakhir. Dia memperkirakan porsi FBB bisa mencapai 41 persen pada 2026 dari 24 persen pada 2025.</p>
<p>&#8220;Akselerasi ini akan ditopang oleh tiga pendorong utama. pertama, terbukanya akses FWA 1,4 Ghz yang dioperasikan oleh WIFI dan MyRepublic, kedua penetapan harga yang mendisrupsi pasar, terutama dari WIFI dan DATA dengan rentang Rp100-Rp116 ribu, dan adopsi FiberCo yang bakal terbuka,&#8221; katanya dalam riset akhir Januari 2026.</p>
<p>Menurut Kafa, WIFI dan MyRepublic akan memperoleh benefit dari rencana InfraCo yang akan membuka aksesnya kepada pihak ketiga. Namun, hal ini bukannya tanpa risiko mengingat perang harga kemungkinan besar akan terjadi sejalan dengan perluasan akses FBB kepada pelanggan.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/saham-mora-arb-berjilid-jilid-usai-pengumuman-merger-dengan-myrepublic/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saham Lari 1.200% ke Rp 5.000, Emiten Rinci Rencana Strategis</title>
		<link>https://www.krusial.com/saham-lari-1-200-ke-rp-5-000-emiten-rinci-rencana-strategis/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/saham-lari-1-200-ke-rp-5-000-emiten-rinci-rencana-strategis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 13:35:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BEI]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Efek Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Emiten]]></category>
		<category><![CDATA[EXCL]]></category>
		<category><![CDATA[MORA]]></category>
		<category><![CDATA[Mora Telematika Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Saham MORA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=44625</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melonjak 25% mentok auto reject atas (ARA) tembus level Rp 5.000 atau tepatnya ke Rp 5.075 pada sesi I perdagangan Kamis (13/11/2025). Saham emiten telekomunikasi ini terbang 1.200% dalam tiga bulan terakhir dari Rp 390. Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat meminta penjelasan mengenai perkembangan terkini bisnis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong> </span>Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melonjak 25% mentok auto reject atas (ARA) tembus level Rp 5.000 atau tepatnya ke Rp 5.075 pada sesi I perdagangan Kamis (13/11/2025). Saham emiten telekomunikasi ini terbang 1.200% dalam tiga bulan terakhir dari Rp 390.</p>
<p>Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat meminta penjelasan mengenai perkembangan terkini bisnis Mora Telematika Indonesia (MORA). Salah satu pertanyaan BEI adalah perihal perkembangan terkini atas kegiatan bisnis yang dijalankan oleh perseroan dan rencana strategis perseroan selama tahun 2025-2026, meliputi perkembangan bisnis eksisting dan rencana pengembangan bisnis baru jika ada.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan MORA, Henry Rizard Rumopa mengungkapkan, perseroan sampai dengan saat ini tetap menjalankan rencana strategis dalam memperkuat lini bisnis yang dimiliki, antara lain tetap melakukan ekspansi jaringan backbone domestik dan internasional dan jaringan pendukungnya.</p>
<p>“Di mana ekspansi data center yang berlokasi di Batam yaitu Nusantara Data Center batam telah diselesaikan,” kata Henry dalam keterbukaan informasi baru-baru ini.</p>
<p>Ia menambahkan, rencana strategis perseroan selama tahun 2025-2026 tetap berfokus pada ekspansi terhadap jaringan fiber optic backbone dan lastmile, serta peningkatan kapasitas; ekspansi jaringan fiber to the home (FTTH); dan digitalisasi dan inovasi produk.</p>
<p>Bursa juga menanyakan terkait pergerakan saham MORA. Menurut Henry,pergerakan herga saham perseroan ditentukan oleh mekanisme pasar. “Perseroan sampai dengan saat ini tidak memiliki informasi/fakta material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi harga saham perseroan,” katanya.</p>
<p>Per 31 Oktober 2025, PT Candrakarya Multikreasi selaku pengendali MORA menguasai 40,82% saham, PT Gema Lintas Benua menggenggam 30,17% saham MORA, serta PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) memiliki 18,31% saham. Masyarakat non warkat mengepal 10,68% saham MORA. Total jumlah pemegang sahamnya sebanyak 2.270 pihak.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/saham-lari-1-200-ke-rp-5-000-emiten-rinci-rencana-strategis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
