<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Makanan Khas Kluet Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/makanan-khas-kluet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Mar 2025 10:34:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Makanan Khas Kluet Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kerabu Kluwat dan Anyang, Dua Makanan Khas Kluet yang Mendunia</title>
		<link>https://www.krusial.com/kerabu-kluwat-dan-anyang-dua-makanan-khas-kluet-yang-mendunia/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/kerabu-kluwat-dan-anyang-dua-makanan-khas-kluet-yang-mendunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2025 10:32:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Anyang]]></category>
		<category><![CDATA[Habaini]]></category>
		<category><![CDATA[Kerabu Kluwat]]></category>
		<category><![CDATA[Kluet]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Kluet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=34151</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Aceh Selatan &#8212; Anyang tidaklah asing bagi kebanyakan orang, terutama di kawasan pesisir barat-selatan Aceh. Namun, jika &#8220;kerabu kluwat&#8221;, pasti tidak banyak yang tahu, kecuali penduduk asli Kluet yang mendiami pedalaman (daerah pegunungan) Aceh Selatan dan warga yang sudah &#8220;bergaul&#8221; dengan masyarakat Kluet atau mereka yang pernah merasakan masakan tersebut. Bagi masyarakat Kluet [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Aceh Selatan &#8212;</strong> Anyang tidaklah asing bagi kebanyakan orang, terutama di kawasan pesisir barat-selatan Aceh. Namun, jika &#8220;kerabu kluwat&#8221;, pasti tidak banyak yang tahu, kecuali penduduk asli Kluet yang mendiami pedalaman (daerah pegunungan) Aceh Selatan dan warga yang sudah &#8220;bergaul&#8221; dengan masyarakat Kluet atau mereka yang pernah merasakan masakan tersebut.</p>
<p>Bagi masyarakat Kluet asli, masakan itu disebut &#8220;kerabu&#8221;, yang dijadikan hidangan tradisional. Dilihat sepintas, &#8220;kerabu kluwat&#8221; tidak berbeda jauh dengan anyang yang dijumpai di tempat lain. Dia terbuat dari sayur pakis (disebut juga paku). Bedanya, mungkin pada cara memasaknya. Bila di tempat lain umumnya dimasak dengan memasak bumbu, tetapi &#8220;kerabu kluwat&#8221; semua bumbunya mentah tanpa minyak, kecuali hanya menggunakan kelapa gonseng dan asam &#8220;kincung&#8221; (asam hutan) dengan bumbu cabe yang agak pedas.</p>
<p>Memasak &#8220;kerabu&#8221; dengan cara yang berbeda menjadikan makanan tersebut menghasilkan cita rasa yang nikmat dan khas. Kini, masakan yang tergolong kuliner khusus di Aceh Selatan itu semakin menarik perhatian pecinta kuliner nusantara, setelah dipromosikan melalui lomba dan festival kuliner oleh banyak organisasi dan kalangan milenial asal Kluet Raya dan mahasiswa di sejumlah kota, termasuk di Banda Aceh.</p>
<p>Masakan itu tidak hanya sekadar kuliner yang menggugah selera, tetapi juga bernilai budaya lokal dan sejarah yang diwariskan turun-temurun. Secara alamiah, anyang atau &#8220;kerabu kluwat&#8221; disajikan dengan bahan yang segar penuh rempah, merupakan hidangan berbahan dasar sayuran pakis segar yang dicampur dengan parutan kelapa sangrai (gonseng) dan berbagai rempah khas seperti &#8220;asam kincung&#8221; yang disebutkan di atas tadi. Rasanya yang gurih dan sedikit pedas menjadikannya makanan yang unik dan kaya akan manfaat kesehatan.</p>
<p>Biasanya, anyang atau &#8220;kerabu kluwat&#8221; disajikan sebagai pelengkap ketika berbuka puasa. Karena mengolahnya dengan mudah, murah, dan tidak susah-susah akan bahan bakunya, dari dulu masakan ini menjadi pilihan di momen bulan Ramadhan. Bisa jadi, masakan ini menjadi menu utama. Namun, kini sudah mulai berkurang, seiring dengan perkembangan zaman.</p>
<p>Namun, masakan ini tidak juga terkikis habis, karena penduduknya melestarikannya. Bak kata pepatah, tidak lekang kena panas, tidak luntur karena hujan. Dia tetap diminati, sehingga tidak lekang oleh zaman. Pada waktu kenduri keluarga atau pesta perkawinan dan perhelatan lainnya, masakan ini tetap tersaji.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, berikut langkah-langkah membuat anyang atau &#8220;kerabu kluwat&#8221;. Bahan-bahan yang disiapkan adalah daun pakis, daun pepaya muda, dan bunga pepaya, kelapa parut (gonseng) yang disangrai hingga kecokelatan, dan cabai merah dan cabai rawit (sesuai selera) untuk rasa pedas. Selain itu, bawang merah dan bawang putih, serai yang dikupas bagian luar dan dihaluskan, kunyit dan jahe yang dihaluskan, asam sunti (belimbing wuluh yang telah dikeringkan), dan pucuk pucuk rotan/simuling dan garam secukupnya.</p>
<p>Selanjutnya, rebus daun-daunan hingga layu, lalu tiriskan dan iris halus, dan bumbu mentah yang sudah disiapkan dicampur dengan daun pakis yang sudah layu dimasak. Bisa pula ditambahkan ikan asin jika ingin lebih nikmat.</p>
<p>Menurut Hasbaini, SPd, MPd, seorang pemerhati budaya Kluet dan akademisi, anyang Kluet (&#8220;kerabu kluwat&#8221;) bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Kluet yang tidak lekang oleh zaman. &#8220;Kerabu kluwat&#8221; merupakan kuliner wajib di bulan puasa, ataupun ketika momen penting di masyarakat Kluet, dan mencerminkan kearifan lokal,&#8221; kata Hasbaini kepada Krusial pada Minggu (30/03/25).</p>
<p>Menurutnya, dengan semakin banyaknya perhatian terhadap makanan tradisional, diharapkan anyang khas Kluet dapat terus lestari dan dikenal lebih luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/kerabu-kluwat-dan-anyang-dua-makanan-khas-kluet-yang-mendunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
