<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Korban Penipuan Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/korban-penipuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Aug 2025 09:30:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Korban Penipuan Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ratusan Perempuan Jadi Korban Penipuan Arisan Online di Malang</title>
		<link>https://www.krusial.com/ratusan-perempuan-jadi-korban-penipuan-arisan-online-di-malang/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/ratusan-perempuan-jadi-korban-penipuan-arisan-online-di-malang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 09:29:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Arisan]]></category>
		<category><![CDATA[Arisan Online]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli Arisan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=40662</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Ratusan perempuan menjadi korban praktik penipuan berkedok arisan online yang kembali terjadi di Malang. Mereka melaporkan dua orang wanita asal Turen, Malang, yang mengelola arisan online tersebut ke Polres Malang. Para korban menyebut bahwa arisan online itu dihimpun oleh kedua pelaku dalam satu grup WhatsApp bernama &#8216;Grup Jual Beli Arisan Amanah&#8217;. Dalam grup tersebut, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;"><strong><span style="color: #000080;">Krusial.com &#8212;</span> </strong>Ratusan perempuan menjadi korban praktik penipuan berkedok arisan online yang kembali terjadi di Malang. Mereka melaporkan dua orang wanita asal Turen, Malang, yang mengelola arisan online tersebut ke Polres Malang. </span></p>
<p><span style="color: #000000;">Para korban menyebut bahwa arisan online itu dihimpun oleh kedua pelaku dalam satu grup WhatsApp bernama &#8216;Grup Jual Beli Arisan Amanah&#8217;. Dalam grup tersebut, setidaknya terdapat ratusan anggota yang tersebar di wilayah Malang Raya. Para korban melaporkan bahwa total kerugian akibat mandeknya arisan itu mencapai Rp 6 miliar.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Anisa (23), warga Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Malang, salah satu korban arisan tersebut, menyebutkan bahwa dia turut melapor bersama puluhan perwakilan korban lainnya. Menurutnya, setidaknya ada 500 anggota arisan yang tergabung dalam grup WhatsApp tersebut.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Namun, menurut Anisa, yang mengalami kerugian akibat tertipu sistem fiktif slot arisan oleh dua orang pemilik grup itu hanya sebanyak 350 orang. Modusnya, kata dia, pelaku mengiming-imingi keuntungan hampir 100% dari modal yang mereka setorkan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dia menceritakan bahwa pelaku menawarkan slot arisan di grup WhatsApp dengan total anggota hampir 500 orang. Salah satu tawaran yang diberikan adalah agar menyetor dana untuk mendapatkan arisan pada tanggal yang sudah ditentukan dengan keuntungan berlipat ganda.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Pelaku menawarkan slot arisan. Misalnya, beli arisan tanggal 15 Juli sebesar Rp 500 ribu, nanti tanggal 2 Agustus akan mendapatkan Rp 1 juta,&#8221; ujar Anisa kepada wartawan di Polres Malang, Jumat (8/8/2025). &#8220;Dalam grup ada 500 orang, yang menjadi korban 350 orang, kerugiannya kurang lebih hampir Rp 1 miliar,&#8221; sambungnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Anisa menyebutkan bahwa para korban mayoritas telah mengikuti jual beli arisan ini sejak 2024. Namun, arisan mulai berhenti alias tidak cair pada 24 Juli 2025.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Ada yang sudah setor mulai dari Rp 20 juta hingga ratusan juta,&#8221; katanya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Hal senada juga disampaikan oleh Diana. Para korban memilih melapor ke polisi karena pelaku tak kunjung menepati janji sejak arisan terhenti pada 24 Juli 2025. Diana menambahkan bahwa sebanyak 350 orang lebih telah menyetorkan uang modal arisan kepada pelaku, mayoritas berasal dari wilayah Malang Raya hingga luar kota.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">&#8220;Pelaku berjanji akan mengembalikan modal pada tanggal 24 Juli kemarin. Namun, mereka juga meminta agar dikurangi dengan laba yang sudah kami cairkan sebelumnya. Padahal, kami juga memiliki modal jual beli yang sudah menjadi kesepakatan dan minta dikembalikan,&#8221; pungkasnya.***</span></p>
<p>(PRAYITNO)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/ratusan-perempuan-jadi-korban-penipuan-arisan-online-di-malang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>84 WNI Korban Penipuan di Myanmar Dipulangkan</title>
		<link>https://www.krusial.com/84-wni-korban-penipuan-di-myanmar-dipulangkan/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/84-wni-korban-penipuan-di-myanmar-dipulangkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 06:15:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[84 WNI]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Mae Slot]]></category>
		<category><![CDATA[Myanmar]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan Online]]></category>
		<category><![CDATA[Repatriasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=31690</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Jakarta &#8212; Sebanyak 84 WNI yang dibebaskan dari pusat penipuan di Myanmar tiba di Mae Sot, Thailand, Kamis (27/2/2025) pagi. Mereka terdiri dari 69 orang laki-laki dan 15 orang perempuan, menurut Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jumat (28/2/2025), dilansir Antara. Pemulangan mereka merupakan bagian dari upaya repatriasi besar-besaran setelah tindakan keras dilakukan oleh Thailand, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Jakarta &#8212;</strong> Sebanyak 84 WNI yang dibebaskan dari pusat penipuan di Myanmar tiba di Mae Sot, Thailand, Kamis (27/2/2025) pagi. Mereka terdiri dari 69 orang laki-laki dan 15 orang perempuan, menurut Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jumat (28/2/2025), dilansir Antara.</p>
<p>Pemulangan mereka merupakan bagian dari upaya repatriasi besar-besaran setelah tindakan keras dilakukan oleh Thailand, Myanmar, dan Tiongkok. Ketiga negara tersebut menargetkan jaringan kejahatan yang terlibat dalam penipuan dan eksploitasi tenaga kerja.</p>
<p>Mengutip dari ABC News, para WNI ini tiba dengan dua bus yang dikawal oleh polisi, melintasi Jembatan Persahabatan Kedua Thailand-Myanmar. Setibanya di pos pemeriksaan, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan serta verifikasi identitas sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air.</p>
<p>Mereka termasuk dalam lebih dari 7.000 orang yang sebelumnya ditahan di kota perbatasan Myawaddy, Myanmar. Kemlu RI sebelumnya menyatakan, pihaknya tengah berkoordinasi untuk memulangkan sekitar 270 WNI dari Myanmar.</p>
<p>Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha, mengonfirmasi 84 WNI akan diterbangkan ke Jakarta pada Jumat menggunakan dua penerbangan komersial. Namun, ia belum memberikan penjelasan mengenai alasan mengapa hanya 84 orang yang dipulangkan lebih dahulu.</p>
<p>Diperkirakan sekitar 6.800 WNI telah menjadi korban penipuan kerja ilegal dalam beberapa tahun terakhir. Mereka terjebak dalam operasi perjudian online dan skema investasi palsu yang dijalankan oleh sindikat kejahatan lintas negara.</p>
<p>Pemerintah Indonesia terus berupaya memastikan pemulangan seluruh WNI yang menjadi korban. Proses repatriasi ini juga mencakup pemeriksaan identitas untuk memastikan tidak ada kendala administratif dalam kepulangan mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/84-wni-korban-penipuan-di-myanmar-dipulangkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
