<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Industri AMDK Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/industri-amdk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Nov 2025 15:23:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Industri AMDK Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jaga Keseimbangan Hidrogeologi, Industri AMDK Galakkan Program Sumur Resapan dan Penghijauan</title>
		<link>https://www.krusial.com/jaga-keseimbangan-hidrogeologi-industri-amdk-galakkan-program-sumur-resapan-dan-penghijauan/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/jaga-keseimbangan-hidrogeologi-industri-amdk-galakkan-program-sumur-resapan-dan-penghijauan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 15:04:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Air Minum Dalam Kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[AMDK]]></category>
		<category><![CDATA[Industri AMDK]]></category>
		<category><![CDATA[Lapisan Aquifer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=44895</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Dalam upaya nyata menjaga keseimbangan hidrogeologi, industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) tak hanya sekadar mematuhi regulasi, tetapi telah melangkah lebih jauh dengan melakukan berbagai inisiatif sukarela melalui program Konservasi Air Tanah Industri AMDK. Berbagai langkah strategis seperti penanaman pohon dan pembuatan sumur resapan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keberlanjutan sumber daya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;"><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong></span> Dalam upaya nyata menjaga keseimbangan hidrogeologi, industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) tak hanya sekadar mematuhi regulasi, tetapi telah melangkah lebih jauh dengan melakukan berbagai inisiatif sukarela melalui program Konservasi Air Tanah Industri AMDK.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Berbagai langkah strategis seperti penanaman pohon dan pembuatan sumur resapan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keberlanjutan sumber daya air dan perlindungan terhadap masyarakat sekitar.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Para ahli hidrogeologi menegaskan bahwa industri AMDK tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keseimbangan ekosistem air. Kolaborasi Pemerintah Industri Air Minum Kemasan dengan berbagai pihak seperti akademisi, peneliti, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memastikan pengelolaan air tanah yang berkelanjutan.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Heru Hendrayana, Ahli Hidrogeologi Universitas Gadjah Mada (UGM), menekankan bahwa Riset Hidrogeologi Pengambilan Air Berkelanjutan menjadi fondasi penting sebelum menentukan titik pengambilan air.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">&#8220;Kalau pengelolaan air tanah tidak sesuai dengan kapasitas imbuhannya, dampaknya bisa serius. Sumur warga bisa menurun debitnya, bahkan kering di musim kemarau,&#8221; ujar Heru dalam diskusi ilmiah di Kampus ITB, Bandung beberapa waktu lalu.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Komitmen industri dalam menjaga keseimbangan hidrogeologi ini diwujudkan melalui Program Sumur Resapan Konservasi Daerah Imbuhan yang tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi tetapi juga menjadi investasi lingkungan jangka panjang.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Agus Cahyono Adi, Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa Regulasi Air Tanah Kementerian ESDM AMDK telah mewajibkan setiap perusahaan dengan sumur dalam untuk melaksanakan konservasi di daerah imbuhan.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">&#8220;Kami mewajibkan setiap perusahaan untuk ikut menjaga daerah imbuhan agar keseimbangan air tetap terjaga. Jadi ada mekanisme yang memastikan air yang diambil bisa dikembalikan melalui konservasi,&#8221; jelas Agus.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Fokus konservasi terutama dilakukan pada Akuifer Vulkanik Indonesia dan Keberlanjutan Air yang menjadi sumber utama air pegunungan. Prof. Lilik Eko Widodo, Dosen Hidrogeologi ITB, menegaskan bahwa setiap titik pengambilan air harus melalui kajian ilmiah mendalam.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">&#8220;Yang penting bukan sekadar mengambil air, tapi memastikan sistemnya tetap berfungsi,&#8221; tegasnya.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Pendekatan ilmiah ini didukung oleh Tata Kelola Air Tanah Jawa Barat BRIN ITB yang memastikan bahwa pemanfaatan air industri tidak mengganggu sistem imbuhan alamiah.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Hasil nyata dari berbagai upaya konservasi ini adalah Pencegahan Kekeringan Sumur Warga oleh Perusahaan AMDK yang menjadi prioritas utama. Resmiani, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Provinsi Jawa Barat, mengapresiasi komitmen perusahaan AMDK dalam melaksanakan program konservasi.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">&#8220;Kami memantau secara rutin dan sejauh ini kolaborasi dengan pihak industri berjalan baik. Banyak perusahaan yang sudah memiliki sumur resapan, area hijau, dan program pelestarian lingkungan yang komprehensif,&#8221; ungkapnya.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Melalui sinergi antara regulasi pemerintah, penelitian ilmiah, dan inisiatif sukarela industri, program konservasi air tanah ini tidak hanya menjaga keberlanjutan bisnis tetapi juga melindungi hak masyarakat atas akses air bersih yang menjadi kebutuhan dasar.***</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/jaga-keseimbangan-hidrogeologi-industri-amdk-galakkan-program-sumur-resapan-dan-penghijauan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pakar Hidrogeologi Ungkap Keunggulan Air Pegunungan untuk Industri AMDK</title>
		<link>https://www.krusial.com/pakar-hidrogeologi-ungkap-keunggulan-air-pegunungan-untuk-industri-amdk/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/pakar-hidrogeologi-ungkap-keunggulan-air-pegunungan-untuk-industri-amdk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 18:38:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Air]]></category>
		<category><![CDATA[Akuifer]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Hidrogeologi]]></category>
		<category><![CDATA[Industri AMDK]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Air Minum]]></category>
		<category><![CDATA[Kontaminasi Air Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas Air]]></category>
		<category><![CDATA[Sumur Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=42403</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Klaim air pegunungan sebagai sumber utama industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan memiliki dasar ilmiah yang kuat menurut para pakar hidrogeologi. Profesor Lambok M. Hutasoit, pakar hidrogeologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan bahwa tidak semua air tanah aman untuk dikonsumsi karena beberapa di antaranya mengandung mineral berbahaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;"><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong></span> Klaim air pegunungan sebagai sumber utama industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan memiliki dasar ilmiah yang kuat menurut para pakar hidrogeologi.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Profesor Lambok M. Hutasoit, pakar hidrogeologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan bahwa tidak semua air tanah aman untuk dikonsumsi karena beberapa di antaranya mengandung mineral berbahaya seperti Kromium VI yang sangat beracun.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">&#8220;Harus dianalisis kimianya terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai air minum,&#8221; tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima <em>InfoPublik,</em> Jumat (12/9/2025).</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Kualitas air sangat bergantung pada lapisan batuan, di mana batu pasir, kapur, dan gamping dianggap lebih baik sebagai sumber air <em>compared to</em> batu lumpur yang mudah tercemar.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Profesor Heru Hendrayana, ahli hidrogeologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menegaskan bahwa air tanah dangkal lebih rentan terpolusi oleh kontaminan seperti septic tank, sampah, dan limbah rumah tangga.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Sedangkan air tanah dalam yang berasal dari akuifer pegunungan relatif lebih higienis dan sehat. Inilah yang membuat industri AMDK besar lebih memilih air pegunungan, dengan melakukan penelitian mendalam oleh ahli hidrogeologi untuk memastikan sumbernya.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Heru menjelaskan bahwa air pegunungan tidak selalu diambil persis di kaki gunung, karena sistem hidrogeologi pegunungan dapat mencakup jarak puluhan kilometer, seperti contohnya Bogor yang sumber airnya berasal dari Gunung Salak, atau Jogja dan Klaten yang sumber airnya dari Gunung Merapi.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Selain lebih aman dari polusi, air pegunungan umumnya memiliki kandungan mineral alami yang lebih kaya dibanding air tanah dangkal di perkotaan.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Namun, mendapatkan air pegunungan bukan perkara mudah karena industri AMDK harus berinvestasi besar dalam pengeboran sumur dalam yang biayanya bisa mencapai Rp2 miliar per pengeboran.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span style="color: #000000;">Fakta-fakta itu memperlihatkan bahwa klaim air pegunungan bukan sekadar jargon pemasaran, tetapi melibatkan penelitian ilmiah, tenaga ahli hidrogeologi, dan investasi besar agar produk yang sampai ke tangan konsumen benar-benar aman, sehat, dan berkualitas.***</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/pakar-hidrogeologi-ungkap-keunggulan-air-pegunungan-untuk-industri-amdk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
