<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Harga BBM Non Subsidi Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/harga-bbm-non-subsidi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 07:15:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Harga BBM Non Subsidi Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rupiah Rebound di Awal Perdagangan, Didukung Naiknya BBM Non-Subsidi</title>
		<link>https://www.krusial.com/rupiah-rebound-di-awal-perdagangan-didukung-naiknya-bbm-non-subsidi/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/rupiah-rebound-di-awal-perdagangan-didukung-naiknya-bbm-non-subsidi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 07:15:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Non-Subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Harga BBM Non Subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Nilai Tukar Rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah Menguat]]></category>
		<category><![CDATA[Rupiah Rebound]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=49935</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Nilai tukar rupiah menguat tethadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,10 persen atau 18 poin menjadi Rp 17.171 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin, rupiah berada di posisi Rp17.188 per dolar AS. Nilai tukar rupiah melemah 0,29 persen atau 50 poin. Rupiah yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong> </span>Nilai tukar rupiah menguat tethadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,10 persen atau 18 poin menjadi Rp 17.171 per dolar AS.</p>
<p>Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin, rupiah berada di posisi Rp17.188 per dolar AS. Nilai tukar rupiah melemah 0,29 persen atau 50 poin.</p>
<p>Rupiah yang menguat dalam pembukaan perdagangan hari ini, sesuai perkiraan para analis. &#8220;Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul langkah pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi,&#8221; kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Lukman menyebut, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM oleh pasar dianggap dapat mengurangi beban APBN. Meski demikian, faktor eksternal masih membayangi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.</p>
<p>&#8220;Ketidakpastian seputar status selat Hormuz membatasi penguatan rupiah. Investor juga masih cenderung wait and see hasil perundingan AS-Iran pada hari Senin ini,&#8221; ujar Lukman.</p>
<p>Di sisi lain, pelaku pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada Rabu, 22 April 2026. Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di rentang Rp17.100-Rp17.250 per dolar AS.</p>
<p>Sementara itu, Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menyorot pelemahan rupiah akhir pekan kemarin. Menurutnya, rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk sepanjang April 2026.</p>
<p>Menurutnya, pelemahan hari Jumat kemarin cukup mencolok, mengingat indeks dolar AS yang cenderung stabil di kisaran 98. Indeks dolar AS bahkan menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir.</p>
<p>&#8220;Menurut kami, kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah semakin merefleksikan kenaikan premi risiko spesifik Indonesia. Bukan semata-mata penguatan dolar AS secara &#8216;broad-based&#8217;,&#8221; ucap Rully.</p>
<p>Sinyal positif dari S&amp;P yang mempertahankan peringkat BBB dengan outlook stabil, belum mampu mendorong apresiasi rupiah secara berarti. Di saat yang sama, mata uang utama seperti euro dan pound sterling, tambah Rully, menguat tajam sepanjang April.</p>
<p>Euro menguat sekitar 9,1 persen dan pound sterling menguat 7,7 persen. &#8220;Sehingga kami menilai nilai tukar rupiah masih akan menjadi sumber utama volatilitas bagi pasar keuangan domestik dalam jangka pendek,&#8221; ujar Rully menutup analisisnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/rupiah-rebound-di-awal-perdagangan-didukung-naiknya-bbm-non-subsidi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi, Pertamax Tetap</title>
		<link>https://www.krusial.com/pertamina-patra-niaga-sesuaikan-harga-bbm-non-subsidi-pertamax-tetap/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/pertamina-patra-niaga-sesuaikan-harga-bbm-non-subsidi-pertamax-tetap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2024 19:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Harga BBM Non Subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Patra Niaga]]></category>
		<category><![CDATA[PERTAMINA]]></category>
		<category><![CDATA[Petamax]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=20278</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Jakarta &#8211; PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga pada BBM Non-Subsidi yang terdiri dari BBM gasoline: Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95, serta produk gasoil yaitu Pertamina Dex dan Dexlite. Sedangkan Pertamax tidak ada perubahan harga. Berdasarkan siaran pers Pertamina pada Jum&#8217;at (2/8/2024), penyesuaian harga BBM Non Subsidi Pertamina Patra Niaga mengacu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Krusial | Jakarta &#8211;</strong> PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga pada BBM Non-Subsidi yang terdiri dari BBM gasoline: Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95, serta produk gasoil yaitu Pertamina Dex dan Dexlite. Sedangkan Pertamax tidak ada perubahan harga.</p>
<p>Berdasarkan siaran pers Pertamina pada Jum&#8217;at (2/8/2024), penyesuaian harga BBM Non Subsidi Pertamina Patra Niaga mengacu pada tren harga rata-rata publikasi minyak dunia atau ICP dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika (USD).</p>
<p>Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari menjelaskan penyesuaian harga BBM Non Subsidi telah dilakukan oleh seluruh badan usaha pada awal bulan Agustus 2024.</p>
<p>&#8220;Mengacu pada rata-rata harga minyak dunia, Pertamina Patra Niaga telah mengevaluasi ulang dan melakukan penyesuaian harga untuk Pertamax Green RON 95, Pertamax Turbo RON 98, serta BBM non subsidi untuk kendaraan diesel yaitu Dexlite dan Pertamina Dex berlaku per 2 Agustus 2024. Untuk Pertamax harga tetap,&#8221; jelas Heppy.</p>
<p>Heppy melanjutkan, kebijakan penyesuaian harga BBM Non Subsidi Pertamina selalu mempertimbangkan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, sehingga Meskipun tren ICP mengalami kenaikan sejak akhir trimester pertama, harga BBM Non Subsidi Pertamina Patra Niaga tidak mengalami perubahan sejak Maret 2024.</p>
<p>Dengan penyesuaian di awal Agustus ini maka untuk wilayah DKI Jakarta, Pertamax tetap di harga Rp12.950 per liter, Pertamax Green disesuaikan menjadi Rp 15000 dari sebelumnya Rp 13900 per liter, Pertamax Turbo menjadi Rp 15450 dari sebelumnya Rp14.400 per liter, Dexlite menjadi Rp15.350 dari sebelumnya Rp14.550 per liter, dan Pertamina Dex di harga Rp 15.650 dari sebelumnya Rp15.100 per liter. Harga tersebut berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti di wilayah DKI Jakarta.</p>
<p>&#8220;Penetapan harga sudah sesuai dengan regulasi Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi Kepmen ESDM No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). Kami pastikan harga ini tetap kompetitif untuk produk-produk dengan kualitas setara,&#8217; ujar Heppy.</p>
<p>Untuk informasi mengenai harga produk Pertamina terbaru, masyarakat dapat mengakses website https://www.pertamina.com/id/news-room/announcement/daftar-harga-bahan-bakar-khusus-non-subsidi-tmt-1-agustus-2024 atau menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135.</p>
<p>Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social &amp; Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/pertamina-patra-niaga-sesuaikan-harga-bbm-non-subsidi-pertamax-tetap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
