<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gunung Dukono Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/gunung-dukono/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 May 2026 04:57:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Gunung Dukono Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Pernah Sepi Aktivitas Vulkanik, Ini Makna Nama Gunung Dukono</title>
		<link>https://www.krusial.com/tak-pernah-sepi-aktivitas-vulkanik-ini-makna-nama-gunung-dukono/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/tak-pernah-sepi-aktivitas-vulkanik-ini-makna-nama-gunung-dukono/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 04:57:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas Vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Dukono]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Nama Gunung Dukono]]></category>
		<category><![CDATA[Pernah Sepi]]></category>
		<category><![CDATA[PVMBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=50956</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali menjadi sorotan setelah rentetan erupsi beberapa waktu terakhir. Di balik rekam jejak letusannya yang panjang, nama Gunung Dukono ternyata menyimpan sejarah dan cerita budaya masyarakat setempat. Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia hingga sekarang. Hampir setiap hari, gunung tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong> </span>Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali menjadi sorotan setelah rentetan erupsi beberapa waktu terakhir. Di balik rekam jejak letusannya yang panjang, nama Gunung Dukono ternyata menyimpan sejarah dan cerita budaya masyarakat setempat.</p>
<p>Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia hingga sekarang. Hampir setiap hari, gunung tersebut memuntahkan abu vulkanik dari kawah aktifnya ke udara.</p>
<p>Di kalangan masyarakat Halmahera Utara, nama “Dukono” dipercaya berasal dari bahasa lokal masyarakat adat setempat. Nama tersebut berkaitan dengan kondisi gunung yang sejak dahulu terus mengeluarkan asap dari kawahnya.</p>
<p>Dalam cerita turun-temurun warga sekitar, Gunung Dukono digambarkan sebagai gunung yang terus “<span style="color: #000080;"><strong>bernapas</strong></span>” sepanjang waktu. Karena itulah masyarakat adat kemudian memberi nama yang identik dengan aktivitas vulkanik gunung tersebut.</p>
<p>Sejumlah sumber budaya lokal juga menyebut nama Dukono merujuk pada gunung tua yang disegani masyarakat sekitar. Aktivitas erupsi yang berlangsung sejak ratusan tahun lalu membuat gunung ini dianggap sakral oleh sebagian warga.</p>
<p>Mengutip data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono memiliki ketinggian sekitar 1.087 meter di atas permukaan laut. Gunung ini termasuk gunung api bertipe strato dengan aktivitas vulkanik sangat tinggi.</p>
<p>Catatan sejarah menunjukkan Gunung Dukono telah mengalami banyak letusan besar sejak masa lampau. Aktivitas vulkaniknya bahkan disebut hampir tidak pernah benar-benar berhenti sejak erupsi besar tahun 1933.</p>
<p>Dalam sejarah masyarakat Halmahera, Gunung Dukono memiliki hubungan erat dengan kehidupan warga sekitar kawasan gunung. Abu vulkanik dari letusan gunung dipercaya membantu menyuburkan lahan pertanian masyarakat setempat.</p>
<p>Meski demikian, aktivitas vulkanik tersebut juga membawa ancaman bagi permukiman dan aktivitas warga sekitar gunung. Karena itu, masyarakat setempat hidup berdampingan dengan risiko bencana sejak generasi terdahulu.</p>
<p>Selain dikenal aktif, Gunung Dukono juga menjadi salah satu destinasi favorit pendaki dan peneliti vulkanologi Indonesia. Pemandangan kawah aktif yang terus mengeluarkan asap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.</p>
<p>Hingga kini, kisah asal usul nama Gunung Dukono masih terus diwariskan masyarakat adat Halmahera Utara. Cerita tersebut menjadi bagian penting kekayaan budaya yang hidup berdampingan dengan alam vulkanik Maluku Utara.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/tak-pernah-sepi-aktivitas-vulkanik-ini-makna-nama-gunung-dukono/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PVMBG Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik Erupsi Gunung Dukono</title>
		<link>https://www.krusial.com/pvmbg-imbau-warga-waspadai-abu-vulkanik-erupsi-gunung-dukono/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/pvmbg-imbau-warga-waspadai-abu-vulkanik-erupsi-gunung-dukono/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 13:33:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Dukono]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Dukono]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[PVMBG]]></category>
		<category><![CDATA[Sebaran Abu Vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=50843</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk mewaspadai sebaran abu vulkanik akibat erupsi yang terjadi pada Jumat (8/5/2026) pagi. Sebaran abu vulkanik dari gunung yang saat ini berstatus Level II atau Waspada tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #000080;">Krusial.com &#8212;</span> </strong>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk mewaspadai sebaran abu vulkanik akibat erupsi yang terjadi pada Jumat (8/5/2026) pagi.</p>
<p>Sebaran abu vulkanik dari gunung yang saat ini berstatus Level II atau Waspada tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, menghambat aktivitas masyarakat, serta mengganggu kebersihan lingkungan.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan Gunung Dukono kembali mengalami erupsi pada Jumat pukul 07.41 WIT.</p>
<p>Gunung yang berada di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo itu sebelumnya sempat mengalami penurunan aktivitas erupsi pada Agustus 2025. Namun sejak 30 Maret 2026, aktivitas erupsi magmatik eksplosif kembali meningkat secara signifikan.</p>
<p>“Erupsi terbaru terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 967,56 detik. Erupsi tersebut juga disertai suara dentuman serta menghasilkan semburan abu vulkanik yang perlu diwaspadai masyarakat di sekitar wilayah terdampak,” ujar Lana.</p>
<p>Ia menjelaskan, kolom erupsi teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan mencapai ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak gunung.</p>
<p>Arah sebaran abu terpantau condong ke utara sehingga berpotensi berdampak pada wilayah permukiman dan Tobelo melalui hujan abu vulkanik.</p>
<p>Menurut Lana, abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan, serta menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan.</p>
<p>“Mengingat erupsi dengan sebaran abu vulkanik terjadi secara periodik dan arah sebarannya dipengaruhi kecepatan serta arah angin, masyarakat di sekitar Gunung Dukono diimbau selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat diperlukan guna menghindari dampak abu vulkanik terhadap sistem pernapasan,” katanya.</p>
<p>Selain mewaspadai abu vulkanik, masyarakat, wisatawan, dan pendaki juga diminta tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang yang menjadi pusat aktivitas Gunung Dukono.</p>
<p>PVMBG juga mengingatkan adanya potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, terutama saat musim hujan.</p>
<p>Aliran lahar berpotensi melintasi Sungai Mamuya di sektor utara, serta Sungai Mede dan Sungai Tauni di sektor timur laut yang berhulu di puncak Gunung Dukono.</p>
<p>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap aktivitas Gunung Dukono secara berkala.</p>
<p>Informasi terkini terkait aktivitas gunung api tersebut dapat diakses masyarakat melalui MAGMA Indonesia maupun laman resmi Badan Geologi dan PVMBG.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/pvmbg-imbau-warga-waspadai-abu-vulkanik-erupsi-gunung-dukono/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
