<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DJP Kemenkeu Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/djp-kemenkeu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jan 2025 04:47:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>DJP Kemenkeu Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kendala Coretax: Masih Bisa Lapor SPT dengan Sistem Lama</title>
		<link>https://www.krusial.com/kendala-coretax-masih-bisa-lapor-spt-dengan-sistem-lama/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/kendala-coretax-masih-bisa-lapor-spt-dengan-sistem-lama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 05:22:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kanal]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi Coretax]]></category>
		<category><![CDATA[Coretax]]></category>
		<category><![CDATA[DJP]]></category>
		<category><![CDATA[DJP Kemenkeu]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[KEMENKEU]]></category>
		<category><![CDATA[Kendala Coretax]]></category>
		<category><![CDATA[Lapor SPT]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[SPT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=27852</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Jakarta &#8211; Sistem administrasi pajak Coretax milik DJP Kemenkeu terus menuai banyak kritik dari Wajib Pajak. Akses secara online itu dinilai belum siap dan bikin keterlambatan bagi Wajib Pajak saat melaporkan SPT 2024. Namun, kini Wajib Pajak masih bisa bernafas lega. Pelaporan SPT 2024 tetap menggunakan sistem lama, bukan Coretax. Pelaporan SPT 2024 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Jakarta &#8211;</strong> Sistem administrasi pajak Coretax milik DJP Kemenkeu terus menuai banyak kritik dari Wajib Pajak. Akses secara online itu dinilai belum siap dan bikin keterlambatan bagi Wajib Pajak saat melaporkan SPT 2024.</p>
<p>Namun, kini Wajib Pajak masih bisa bernafas lega. Pelaporan SPT 2024 tetap menggunakan sistem lama, bukan Coretax.</p>
<p>Pelaporan SPT 2024 tetap menggunakan ketentuan lama melalui E-Form di akun DJP Online. Hal ini sesuai dengan PMK 81 Tahun 2024 Pasal 477.</p>
<p>Kebijakan penggunaan sistem lama untuk pelaporan SPT 2024 dimaksudkan mempermudah transisi. Hal ini berlaku baik bagi Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Badan sebelum beralih sepenuhnya ke Coretax.</p>
<p>DJP juga mengatakan tidak ada tambahan beban administratif selama masa transisi. Pelaporan dan kewajiban perpajakan diupayakan tetap berjalan lancar.</p>
<p>Dilansir berbagai sumber, berikut fakta-fakta tentang kendala sistem pajak Coretax:</p>
<p>1. Pelaporan SPT 2024 Masih Menggunakan Sistem Lama</p>
<p>Wajib Pajak tetap menggunakan situs DJP Online untuk melaporkan SPT 2024. Coretax baru akan digunakan untuk pelaporan SPT 2025 yang dilakukan pada tahun 2026.</p>
<p>2. Transaksi Wajib Pajak 2024 Belum Terekam Sistem Coretax</p>
<p>Terdapat berbagai kendala sistem dalam Coretax. Oleh karena itu, pelaporan SPT tahun tersebut belum memungkinkan menggunakan sistem baru ini.</p>
<p>3. Kendala Sinkronisasi Data</p>
<p>DJP menjelaskan terdapat masalah sinkronisasi data antara sistem yang lama dan baru. Hal ini menyebabkan kendala kesulitan akses dan pelaporan.</p>
<p>4. Volume Pengguna Tinggi Memengaruhi Kinerja Sistem</p>
<p>Tingginya jumlah pengguna yang mengakses sistem Coretax secara bersamaan turut menjadi penyebab gangguan akses. Hal ini menunjukkan bahwa sistem masih dalam tahap penyesuaian teknis infrastruktur.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/kendala-coretax-masih-bisa-lapor-spt-dengan-sistem-lama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
