<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bursa Saham Asia Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/bursa-saham-asia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 May 2025 03:38:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Bursa Saham Asia Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bursa Asia Menguat, Investor Sambut Dialog Dagang AS-China</title>
		<link>https://www.krusial.com/bursa-asia-menguat-investor-sambut-dialog-dagang-as-china/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/bursa-asia-menguat-investor-sambut-dialog-dagang-as-china/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2025 03:38:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Saham Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Dagang AS-China]]></category>
		<category><![CDATA[investor]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=36297</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Jakarta – Bursa saham Asia menguat pada Rabu (7/5/2025) seiring optimisme pasar atas rencana pertemuan pejabat tinggi perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China akhir pekan ini di Swiss. Pertemuan tersebut dipandang sebagai peluang meredakan ketegangan perang dagang. Indeks Shanghai Composite menguat 0,48 persen, Hang Seng Hong Kong meningkat 1,09 persen, dan KOSPI Korea [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Jakarta –</strong> Bursa saham Asia menguat pada Rabu (7/5/2025) seiring optimisme pasar atas rencana pertemuan pejabat tinggi perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China akhir pekan ini di Swiss.</p>
<p>Pertemuan tersebut dipandang sebagai peluang meredakan ketegangan perang dagang.</p>
<p>Indeks Shanghai Composite menguat 0,48 persen, Hang Seng Hong Kong meningkat 1,09 persen, dan KOSPI Korea Selatan tumbuh 0,32 persen.</p>
<p>Demikian pula, ASX 200 Australia terkerek 0,15 persen dan Topix Jepang mendaki 0,39 persen.</p>
<p>Berbeda, Nikkei 225 Jepang melemah 0,14 persen dan STI Index turun 0,22 persen.</p>
<p>Futures saham AS pun turut menguat, sementara mata uang Asia cenderung menguat terhadap dolar AS.</p>
<p>&#8220;Saya rasa ini akan menjadi upaya untuk meredakan ketegangan,&#8221; ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent kepada Fox News.<br />
Futures S&amp;P 500 naik sekitar 0,9 persen, memulihkan koreksi sebelumnya saat Presiden AS Donald Trump sempat mengadopsi nada lebih konfrontatif.</p>
<p>&#8220;Kondisi ini menunjukkan adanya keinginan dari kedua belah pihak untuk bertemu di level tinggi. Saya kira ini sinyal positif,&#8221; ujar Kepala Riset Valas di National Australia Bank, Ray Attrill. &#8220;Secara umum, ini positif bagi mata uang Asia.&#8221;</p>
<p>Sementara itu, investor menantikan keputusan suku bunga dari The Fed yang akan diumumkan Rabu malam waktu setempat. Peluang pemangkasan suku bunga diperkirakan makin kecil.</p>
<p>Pasar memperkirakan hampir tidak ada kemungkinan perubahan suku bunga bulan ini dan hanya memberi peluang 33 persen untuk penurunan suku bunga pada Juni, turun dari 64 persen sebulan lalu.</p>
<p>Di sisi lain, konflik bersenjata terberat dalam dua dekade kembali meletus antara India dan Pakistan.</p>
<p>Kedua negara bersenjata nuklir itu terlibat dalam baku tembak dan serangan lintas batas di wilayah Kashmir. &#8220;Ini menambah lapisan baru ketegangan geopolitik,&#8221; ujar analis NAB, Attrill, dan kemungkinan akan menekan nilai tukar rupee India.***</p>
<p>source: IDXChannel</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/bursa-asia-menguat-investor-sambut-dialog-dagang-as-china/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bursa Asia Bergerak Beragam Jelang Akhir Pekan</title>
		<link>https://www.krusial.com/bursa-asia-bergerak-beragam-jelang-akhir-pekan/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/bursa-asia-bergerak-beragam-jelang-akhir-pekan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2025 06:45:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BOJ]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Saham Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=29753</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Jakarta – Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Jumat (7/2/2025) pagi di tengah penguatan Wall Street Amerika Serikat (AS) semalam. Berdasarkan data pasar, hingga pukul 10.07 WIB, Indeks Nikkei 225 turun 0,44 persen, sementara indeks Topix melemah 0,39. Indeks saham Jepang menghentikan reli tiga hari berturut-turut setelah lonjakan belanja rumah tangga domestik memperkuat prospek kebijakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Jakarta – </strong>Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Jumat (7/2/2025) pagi di tengah penguatan Wall Street Amerika Serikat (AS) semalam.</p>
<p>Berdasarkan data pasar, hingga pukul 10.07 WIB, Indeks Nikkei 225 turun 0,44 persen, sementara indeks Topix melemah 0,39.</p>
<p>Indeks saham Jepang menghentikan reli tiga hari berturut-turut setelah lonjakan belanja rumah tangga domestik memperkuat prospek kebijakan moneter yang lebih ketat dari Bank of Japan (BOJ).</p>
<p>Mengutip Trading Economics, belanja rumah tangga di Jepang naik 2,7 persen secara tahunan dalam hal riil, mencatat kenaikan pertama dalam lima bulan dan jauh melampaui perkiraan pasar yang hanya 0,2 persen.</p>
<p>BOJ menegaskan keinginannya untuk menciptakan siklus positif berupa kenaikan harga dan upah guna mendukung kebijakan kenaikan suku bunga lebih lanjut.</p>
<p>Indeks KOSPI Korea Selatan juga turun 0,24 persen dan ASX 200 Australia melemah 0,30 poin.</p>
<p>Berbeda, Shanghai Composite naik 1,02 persen, Hang Seng Hong Kong terkerek 1,23 persen, dan STI Index tumbuh 0,43 persen.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Wall Street Ditutup Variatif</strong></span></p>
<p>Indeks saham utama AS alias Wall Street ditutup bervariasi pada Kamis, seiring investor mencermati data pasar tenaga kerja terbaru dan menanti laporan ketenagakerjaan resmi untuk Januari.</p>
<p>Nasdaq Composite naik 0,5 persen ke 19.792, sementara S&amp;P 500 menguat 0,4 persen ke 6.083,6. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average melemah 0,3 persen ke 44.747,6.</p>
<p>Melansir dari MT Newswires, sektor konsumsi primer dan keuangan menjadi pendorong utama penguatan pasar, sedangkan sektor energi mencatat penurunan terbesar.</p>
<p>Dari sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah klaim tunjangan pengangguran mingguan naik lebih dari perkiraan.</p>
<p>Sementara itu, menurut Challenger Gray &amp; Christmas, perusahaan-perusahaan AS memangkas 49.795 pekerjaan bulan lalu, meningkat 28 persen dibandingkan Desember, tetapi turun 40 persen secara tahunan.</p>
<p>Pada Jumat, data dari Biro Statistik Tenaga Kerja diperkirakan menunjukkan bahwa ekonomi AS menambah 170.000 pekerjaan nonpertanian bulan lalu, melambat dari kenaikan 256.000 pada Desember, menurut jajak pendapat Bloomberg.</p>
<p>&#8220;Ketiadaan pelemahan yang jelas di pasar tenaga kerja, ditambah dengan lambatnya progres disinflasi, mendorong Federal Reserve [The Fed] untuk tetap bersikap wait-and-see di awal tahun ini, mungkin untuk jangka waktu yang lebih lama,&#8221; kata ekonom Stifel dalam catatannya.</p>
<p>&#8220;Ke depan, penguatan lebih lanjut dalam perekrutan atau percepatan tekanan harga dapat semakin memperkuat sikap stabil The Fed.&#8221;</p>
<p>Akhir bulan lalu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan suku bunga acuan setelah tiga kali pemangkasan berturut-turut, dengan menyatakan bahwa inflasi masih relatif tinggi.</p>
<p>&#8220;Saat ini, fokus utama pasar adalah laporan keuangan korporasi, sementara isu tarif tetap menjadi latar belakang,&#8221; ujar Kepala Manajemen Portofolio di Horizon Investments, Zachary Hill.</p>
<p>&#8220;Amazon akan menjadi perusahaan keenam dari &#8216;Magnificent Seven&#8217; yang melaporkan kinerja. Tema AI telah mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah berita dari DeepSeek. Kami akan mencermati pandangan Amazon mengenai hal ini,&#8221; kata Hill.</p>
<p>Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun naik 2,9 basis poin menjadi 4,21 persen pada Kamis, sementara tenor 10 tahun bertambah 1,6 basis poin ke 4,44 persen.***</p>
<p><em><strong>Disclaimer</strong>: Berita ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://www.krusial.com/"><strong>Krusial.com</strong></a></span> tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi.</em></p>
<p>source: IDXChannel</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/bursa-asia-bergerak-beragam-jelang-akhir-pekan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bursa Saham Asia Kompak Turun Terimbas Tarif AS</title>
		<link>https://www.krusial.com/bursa-saham-asia-kompak-turun-terimbas-tarif-as/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/bursa-saham-asia-kompak-turun-terimbas-tarif-as/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 05:31:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Saham Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Saham Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarif AS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=29326</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Jakarta &#8211; Bursa saham Asia serentak melemah dalam perdagangan awal pekan, Senin (3/2/2025). Sementara, futures ekuitas AS turun tajam setelah tarif yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Kanada, Meksiko, dan China memicu kekhawatiran akan perang dagang luas dan dampaknya terhadap pertumbuhan global. Dolar AS melonjak ke rekor tertinggi terhadap yuan China dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Jakarta &#8211;</strong> Bursa saham Asia serentak melemah dalam perdagangan awal pekan, Senin (3/2/2025).</p>
<p>Sementara, futures ekuitas AS turun tajam setelah tarif yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Kanada, Meksiko, dan China memicu kekhawatiran akan perang dagang luas dan dampaknya terhadap pertumbuhan global.</p>
<p>Dolar AS melonjak ke rekor tertinggi terhadap yuan China dalam perdagangan offshore, mencapai level tertinggi sejak 2003 terhadap mata uang Kanada, dan terkuat sejak 2022 terhadap peso Meksiko.</p>
<p>Hingga pukul 09.30 WIB, Indeks saham Nikkei Jepang anjlok 2,56 persen dan TOPIX Jepang turun 2,25 persen.</p>
<p>Sementara, indeks utama Australia—yang sering berfungsi sebagai proksi bagi pasar China—juga merosot 1,73 persen.</p>
<p>Indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,37 persen, sementara pasar China daratan masih tutup hingga Rabu karena libur Tahun Baru Imlek.</p>
<p>Selain itu, STI Singapura juga tergerus 0,38 persen.</p>
<p>Trump memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap Kanada dan Meksiko serta 10 persen terhadap China pada akhir pekan lalu, seperti yang telah ia canangkan bulan lalu, dengan alasan langkah tersebut diperlukan untuk memerangi imigrasi ilegal dan perdagangan narkoba.</p>
<p>Kanada dan Meksiko langsung menyiapkan langkah-langkah balasan, sementara China menyatakan akan menggugat tarif Trump di Organisasi Perdagangan Dunia.</p>
<p>Tarif tersebut, yang dituangkan dalam tiga perintah eksekutif, mulai berlaku Selasa.</p>
<p>“Langkah Trump ini menjadi pukulan pertama yang bisa memicu perang dagang global yang merusak serta lonjakan inflasi di AS yang datang lebih cepat dan lebih besar dari perkiraan awal,” kata analis Capital Economics, Paul Ashworth.***</p>
<p>source: IDXChannel</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/bursa-saham-asia-kompak-turun-terimbas-tarif-as/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kekhawatiran Perang Dagang Mereda, IHSG Lanjutkan Penguatan</title>
		<link>https://www.krusial.com/kekhawatiran-perang-dagang-mereda-ihsg-lanjutkan-penguatan/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/kekhawatiran-perang-dagang-mereda-ihsg-lanjutkan-penguatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2025 14:37:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Efek Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Efek Indonesia (BEI)]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Saham Asia]]></category>
		<category><![CDATA[IDX]]></category>
		<category><![CDATA[IHSG]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Dagang Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=28347</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Jakarta &#8211; Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hari ini, Rabu (22/1/2025), diperkirakan akan bergerak terbatas. Meskipun, hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.227 dibandingkan level penutupan, Selasa (21/1/2025), kemarin di 7.181. &#8220;Pada perdagangan Rabu ini, IHSG diperkirakan bergerak terbatas di rentang 7.147-7.230. Sedangkan level support nya di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Jakarta &#8211;</strong> Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hari ini, Rabu (22/1/2025), diperkirakan akan bergerak terbatas. Meskipun, hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.227 dibandingkan level penutupan, Selasa (21/1/2025), kemarin di 7.181.</p>
<p>&#8220;Pada perdagangan Rabu ini, IHSG diperkirakan bergerak terbatas di rentang 7.147-7.230. Sedangkan level support nya di 7.050,&#8221; kata Head of Research and Chief Economist Mirage Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto.</p>
<p>IHSG, menurut Rully, melanjutkan tren penguatan selama empat hari berturut-turut. Untuk pertama kalinya IHSG berada di atas level 7.200 sejak pertengahan bulan Desember lalu.</p>
<p>Meski demikian, investor asing masih mencatatkan net outflows (aliran modal keluar) selama dua hari berturut-turut. Pada Selasa kemarin terjadi terjadi net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp437 miliar.</p>
<p>Tren penguatan IHSG, ujar Rully, disebabkan oleh dua faktor, baik dari dalam negeri maupun dari global.  &#8220;Dari dalam negeri, penguatan IHSG sejak pekan lalu didorong oleh langkah penurunan BI rate yang di luar ekspektasi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Penurunan BI rate  masih berpengaruh positif terhadap kenaikan harga beberapa saham unggulan di sektor perbankan, yaitu BMRI dan BBRI. Harga saham kedua bank tersebut, hingga Selasa kemarin, secara akumulasi masing-masing menguat 11,6 persen dan 11,8 persen.</p>
<p>&#8220;Sementara dari sisi global, didorong oleh meredanya kekhawatiran terjadinya perang dagang antara AS dan Tiongkok. Trump memberi sinyal belum akan memberlakukan kenaikan tarif perdagangan yang baru, khususnya terhadap barang-barang impor dari Tiongkok,&#8221; kata Rully menutup analisisnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/kekhawatiran-perang-dagang-mereda-ihsg-lanjutkan-penguatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perdagangan Saham Bergairah, IHSG Naik ke Level 7.200</title>
		<link>https://www.krusial.com/perdagangan-saham-bergairah-ihsg-naik-ke-level-7-200/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/perdagangan-saham-bergairah-ihsg-naik-ke-level-7-200/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2025 14:32:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Pasar Modal]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Efek Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Saham Asia]]></category>
		<category><![CDATA[IHSG]]></category>
		<category><![CDATA[IHSG Naik]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks LQ45]]></category>
		<category><![CDATA[Perdagangan Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=28345</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Jakarta &#8211; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik signifikan 1,05 persen atau 75 poin. Sehingga IHSG di akhir perdagangan, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, berada di level 7.257. Sepanjang hari ini IHSG berada di zona hijau, dengan volume dan frekuensi perdagangan yang cukup tinggi. Volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 16,44 miliar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Jakarta &#8211;</strong> Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik signifikan 1,05 persen atau 75 poin. Sehingga IHSG di akhir perdagangan, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, berada di level 7.257.</p>
<p>Sepanjang hari ini IHSG berada di zona hijau, dengan volume dan frekuensi perdagangan yang cukup tinggi. Volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 16,44 miliar lembar saham, dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,22 juta kali transaksi.</p>
<p>Total nilai perdagangan hari ini mencapai Rp11,9 triliun dan kapitalisasi pasar modal tercatat Rp12.617 triliun. Sebanyak 280 saham harganya naik, 326 saham harganya turun dan 349 saham stagnan.</p>
<p>Penguatan IHSG ditopang oleh indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan, bergerak menguat. Saham sektor teknologi paling kuat naiknya (2,54 persen), sektor properti dan real estate turun paling dalam (-1,39 persen).</p>
<p>Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam analisisnya menyebutkan, IHSG menguat bersama penguatan indeks bursa saham di kawasan Asia.  Sentimen investor masih positif karena sejumlah kebijakan baru Trump dan laba perusahaan yang kuat.</p>
<p>Pelaku pasar di Asia kini sedang menantikan rilis neraca perdagangan, inflasi dan kebijakan suku bunga di Jepang.  Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan suku bunga dari 0,25 persen menjadi 0,5 persen, demikian pendapat Tim Pilarmas.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/perdagangan-saham-bergairah-ihsg-naik-ke-level-7-200/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bursa Asia Menguat di Awal Pekan, Pasar Menanti Pelantikan Trump</title>
		<link>https://www.krusial.com/bursa-asia-menguat-di-awal-pekan-pasar-menanti-pelantikan-trump/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/bursa-asia-menguat-di-awal-pekan-pasar-menanti-pelantikan-trump/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jan 2025 05:06:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BEI]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Saham Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=28209</guid>

					<description><![CDATA[Krusial &#124; Jakarta – Bursa saham Asia cenderung naik di awal Senin (20/1/2025), seiring investor menanti serangkaian pengumuman kebijakan yang diperkirakan dikeluarkan di awal masa jabatan kedua Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS). Investor juga menantikan keputusan kenaikan suku bunga Bank Sentral Jepang (BOJ) pada akhir pekan. Menurut data pasar, pukul 09.40 WIB, Nikkei 225 Jepang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial | Jakarta –</strong> Bursa saham Asia cenderung naik di awal Senin (20/1/2025), seiring investor menanti serangkaian pengumuman kebijakan yang diperkirakan dikeluarkan di awal masa jabatan kedua Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS).</p>
<p>Investor juga menantikan keputusan kenaikan suku bunga Bank Sentral Jepang (BOJ) pada akhir pekan.</p>
<p>Menurut data pasar, pukul 09.40 WIB, Nikkei 225 Jepang meningkat 1,43 persen, Topix Jepang menguat 1,34 persen, Shanghai Composite tumbuh 0,63 persen, Hang Seng terkerek 1,97 persen.</p>
<p>Demikian pula, indeks ASX 200 Australia menghijau 0,28 persen dan CSI 300 China terapresiasi 1,00 persen.</p>
<p>Trump akan dilantik pada pukul 12.00 waktu setempat, setelah sebelumnya berjanji pada sebuah rapat umum Minggu bahwa AS akan memasuki hari baru dengan kekuatan yang lebih besar.</p>
<p>Harapan semakin tinggi bahwa Trump akan segera mengeluarkan sejumlah perintah eksekutif. Di tengah ketidakpastiannya, Trump bahkan meluncurkan token digital pada Jumat lalu yang melonjak hingga diperdagangkan di atas USD70, dengan nilai pasar melebihi USD15 miliar.</p>
<p>Hari Senin ini merupakan hari libur di AS, sehingga reaksi awal terhadap pelantikan Trump di pasar keuangan tradisional kemungkinan akan terlihat di pasar valuta asing, terutama terkait kebijakan tarif Trump, dan kemudian di perdagangan Asia pada Selasa.</p>
<p>&#8220;Langkah awal yang agresif dari masa jabatan baru Trump bisa memicu kegelisahan dan mendukung dolar lebih jauh,&#8221; kata ahli strategi mata uang di Corpay, Peter Dragicevich.</p>
<p>&#8220;Sebaliknya, pendekatan yang lebih terukur, berdasarkan ekspektasi saat ini, mungkin meredakan kekhawatiran dan melemahkan dolar, seperti yang terjadi setelah Trump menjabat pada 2017.&#8221;</p>
<p>Trump sebelumnya mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen pada impor global, 60 persen pada barang-barang asal China, dan tambahan bea masuk 25 persen pada produk dari Kanada dan Meksiko.</p>
<p>Kebijakan ini, menurut pakar perdagangan, berpotensi mengacaukan aliran perdagangan, meningkatkan biaya, dan memicu aksi balasan.</p>
<p>China menjadi fokus utama mengingat kemungkinan sanksi tarif paling berat.</p>
<p>Investor baru-baru ini menyambut baik data pertumbuhan China yang lebih baik dari perkiraan serta panggilan telepon pada hari Jumat antara Trump dan Presiden China Xi Jinping, yang menghasilkan nada optimistis dari kedua belah pihak.</p>
<p>&#8220;Intinya, semua orang menunggu negosiasi perdagangan ini dimulai dan melihat sikap seperti apa yang akan diambil Xi Jinping terhadap Trump,&#8221; ujar Kepala Strategi Investasi Asia di Citi Wealth, Ken Peng.</p>
<p>&#8220;Hubungan antara kedua tokoh ini kini menjadi indikator penting dalam memprediksi kebijakan.&#8221;***</p>
<p>source: <em>IDXChannel</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/bursa-asia-menguat-di-awal-pekan-pasar-menanti-pelantikan-trump/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
