<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anti-Scam Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/anti-scam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jun 2026 07:23:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Anti-Scam Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Google Rilis Fitur Anti-Scam di Android, Bisa Deteksi Telepon Penipu Berkedok Orang Terdekat</title>
		<link>https://www.krusial.com/google-rilis-fitur-anti-scam-di-android-bisa-deteksi-telepon-penipu-berkedok-orang-terdekat/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/google-rilis-fitur-anti-scam-di-android-bisa-deteksi-telepon-penipu-berkedok-orang-terdekat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 07:23:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Iptek]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Anti-Scam]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Penipu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=52138</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Google meluncurkan fitur keamanan baru bernama Fake Call Detection atau deteksi panggilan palsu untuk perangkat Android. Fitur ini dirancang untuk melindungi pengguna dari penipuan berbasis Artificial Intelligence (AI) dan teknologi deepfake yang mampu meniru suara orang lain. Fitur tersebut diumumkan dalam pembaruan Android June Drop 2026 dan akan tersedia secara global melalui aplikasi Phone by Google pada perangkat Android [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;"><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong></span> Google meluncurkan fitur keamanan baru bernama<em> Fake Call Detection</em> atau deteksi panggilan palsu untuk perangkat Android.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Fitur ini dirancang untuk melindungi pengguna dari penipuan berbasis <em>Artificial Intelligence</em> (AI) dan teknologi <em>deepfake</em> yang mampu meniru suara orang lain.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Fitur tersebut diumumkan dalam pembaruan Android June Drop 2026 dan akan tersedia secara global melalui aplikasi Phone by Google pada perangkat Android 12 atau yang lebih baru.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Peluncuran perdana dilakukan untuk perangkat Pixel sebelum diperluas ke perangkat Android lainnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Google menilai, perkembangan teknologi AI generatif membuat pelaku kejahatan semakin mudah menyamar sebagai anggota keluarga, teman, rekan kerja, hingga pejabat tertentu untuk memperdaya korban melalui panggilan telepon.</span></p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Cara Kerja Deteksi Panggilan Palsu</strong></span></h2>
<p><span style="color: #000000;">Google menjelaskan, fitur <em>Fake Call Detection</em> bekerja menggunakan teknologi <em>Rich Communication Services</em> (RCS).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Saat seseorang melakukan panggilan, perangkat pengirim akan mengirimkan sinyal verifikasi secara diam-diam ke perangkat penerima untuk memastikan panggilan benar-benar berasal dari perangkat milik kontak yang tersimpan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Jika seorang penipu mencoba menyamar sebagai kontak tepercaya Anda, sinyal konfirmasi awal tersebut tidak akan ada,” tulis Google.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Apabila verifikasi gagal, sistem akan melakukan pengecekan ulang ke perangkat asli milik kontak tersebut.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Jika perangkat asli tidak sedang melakukan panggilan, pengguna akan menerima peringatan di layar agar segera mengakhiri percakapan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Fitur ini aktif secara otomatis dan berjalan di latar belakang tanpa memerlukan pengaturan tambahan dari pengguna.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut Google, kerugian akibat penipuan dengan modus penyamaran identitas atau impersonasi mencapai sekitar US$2,95 miliar setiap tahun, sehingga perlindungan tambahan menjadi semakin penting.</span></p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Perkuat Perlindungan dari Modus <em>Spoofing</em></strong></span></h2>
<p><span style="color: #000000;">Peluncuran <em>Fake Call Detection</em> melengkapi rangkaian fitur keamanan Android yang telah diperkenalkan Google sepanjang 2026.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sebelumnya, Google juga mengumumkan sistem perlindungan terhadap <em>spoofing</em> atau pemalsuan nomor telepon yang kerap digunakan pelaku untuk menyamar sebagai pihak bank dan lembaga keuangan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Melalui fitur tersebut, Android dapat mendeteksi nomor palsu dan memberikan peringatan kepada pengguna saat sistem menemukan indikasi penipuan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Google bahkan menggandeng, sejumlah institusi keuangan internasional untuk meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap kejahatan digital yang menargetkan nasabah perbankan.</span></p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Deretan Fitur Baru Android</strong></span></h2>
<p><span style="color: #000000;">Selain fitur anti-scam, Google turut menghadirkan, sejumlah pembaruan lain dalam Android June Drop 2026.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Salah satunya adalah peningkatan <em>Circle to Search</em> yang kini mampu mengenali seluruh item dalam satu set pakaian sekaligus, mulai dari atasan, bawahan hingga alas kaki.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Google Photos juga mendapatkan fitur baru bernama <em>Wardrobe</em>. Fitur berbasis AI ini dapat mengenali pakaian yang muncul dalam koleksi foto pengguna dan menyusunnya menjadi katalog digital yang mudah ditelusuri.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Di sektor keselamatan, Google memperbarui, aplikasi <em>Personal Safety</em> dengan dukungan informasi medis dan kontak darurat untuk anak-anak, fitur berbagi lokasi secara <em>real-time</em>, serta kemampuan <em>Car Crash Detection</em> yang dapat menghubungi layanan darurat saat mendeteksi kecelakaan kendaraan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sementara itu, Google Play Books menghadirkan, fitur “<em>Catch Me Up</em>” yang memungkinkan pengguna melihat ringkasan cerita sebelum melanjutkan membaca buku yang sempat ditinggalkan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Google juga meningkatkan, kemampuan berbagi file lintas platform melalui <em>Quick Share</em>, sehingga pengguna Android dan iPhone dapat bertukar foto, video, maupun dokumen dengan lebih mudah.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Melalui pembaruan ini, Google berupaya memperkuat, keamanan sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna Android di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital yang memanfaatkan teknologi AI.***</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/google-rilis-fitur-anti-scam-di-android-bisa-deteksi-telepon-penipu-berkedok-orang-terdekat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
