<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AMDR Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/amdr/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Feb 2026 16:08:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>AMDR Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Asing Parkir di Saham ini, dari Bank Jumbo hingga Lapis Dua</title>
		<link>https://www.krusial.com/asing-parkir-di-saham-ini-dari-bank-jumbo-hingga-lapis-dua/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/asing-parkir-di-saham-ini-dari-bank-jumbo-hingga-lapis-dua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 16:08:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[ADRO]]></category>
		<category><![CDATA[AMDR]]></category>
		<category><![CDATA[ARCI]]></category>
		<category><![CDATA[BBCA]]></category>
		<category><![CDATA[BBRI]]></category>
		<category><![CDATA[BIPI]]></category>
		<category><![CDATA[BKSL]]></category>
		<category><![CDATA[BNBR]]></category>
		<category><![CDATA[BUVA]]></category>
		<category><![CDATA[PWON]]></category>
		<category><![CDATA[TINS]]></category>
		<category><![CDATA[TLKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=48167</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — Pergerakan dana asing pada sesi tengah hari tak lagi sekadar soal masuk atau keluar. Daftar saham yang dikoleksi memperlihatkan perubahan strategi, dari bank berkapitalisasi besar hingga emiten berisiko tinggi yang selama ini berada di luar radar utama. Akumulasi terbesar secara volume terjadi pada PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Investor asing membukukan beli [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com —</strong></span> Pergerakan dana asing pada sesi tengah hari tak lagi sekadar soal masuk atau keluar. Daftar saham yang dikoleksi memperlihatkan perubahan strategi, dari bank berkapitalisasi besar hingga emiten berisiko tinggi yang selama ini berada di luar radar utama.</p>
<p>Akumulasi terbesar secara volume terjadi pada PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Investor asing membukukan beli 869,78 juta lembar saham dan melepas 486,96 juta saham, sehingga tersisa pembelian bersih 382,81 juta saham atau setara 3.828.145 lot. Di posisi berikutnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan beli 94,01 juta saham dan jual 15,52 juta saham, menghasilkan akumulasi bersih 78,48 juta saham atau 784.883 lot.</p>
<p>Pergerakan serupa terlihat pada PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dengan beli 101,09 juta saham dan jual 26,98 juta saham atau setara pembelian bersih 74,10 juta saham atau 741.069 lot. PT Sentul City Tbk (BKSL) menyusul lewat beli 47,41 juta saham dan jual 17,16 juta saham sehingga tersisa 30,25 juta saham atau 302.549 lot. Sementara PT Bakrie &amp; Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan beli 35 juta saham dan jual 5,36 juta saham dengan akumulasi bersih 29,63 juta saham atau 296.328 lot.</p>
<p>Di kelompok saham bank jumbo, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan beli 74,31 juta saham dan jual 48,85 juta saham atau pembelian bersih 25,46 juta saham atau setara 254.605,82 lot. Kehadiran BCA bersama BRI menegaskan bahwa sektor perbankan tetap menjadi jangkar ketika dana global kembali mencari eksposur ke pasar domestik.</p>
<p>Sektor energi dan komoditas juga ikut tersapu. PT AlamTri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan beli 37,82 juta saham dan jual 13,36 juta saham, menyisakan akumulasi 24,45 juta saham atau 244.511 lot. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) membukukan beli 22,69 juta saham dan jual 9,56 juta saham atau bersih 13,13 juta saham atau 131.384 lot.</p>
<p>PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatatkan pembelian 31,53 juta saham dan penjualan 20,58 juta saham dengan selisih 10,94 juta saham atau 109.486 lot. Adapun PT Timah Tbk (TINS) membukukan beli 21,14 juta saham dan jual 11,63 juta saham atau bersih 9,51 juta saham atau 95.147 lot.</p>
<p>Masuknya saham telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan pembelian 22,82 juta saham dan penjualan 13,82 juta saham atau akumulasi bersih 8,99 juta saham atau 89.919,56 lot, serta emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang mencatatkan beli 10,35 juta saham dan jual 849 ribu saham atau bersih 9,51 juta saham atau 95.083 lot, memperlihatkan bahwa akumulasi asing menyebar ke sektor berbasis konsumsi domestik.</p>
<p>Pola ini menunjukkan bahwa dana asing tidak hanya masuk ke saham defensif, tetapi juga ke saham berkapitalisasi menengah dengan volatilitas tinggi. Dalam banyak fase pasar, pergeseran ke saham high beta kerap menjadi sinyal awal meningkatnya selera risiko investor global.</p>
<h3><strong>Transaksi Domestik Masih Mendominasi</strong></h3>
<p>Akumulasi di sejumlah saham itu terjadi di tengah struktur transaksi yang masih ditopang investor dalam negeri. Pada sesi tengah hari, nilai pembelian asing tercatat Rp6,32 triliun dan penjualan Rp4,59 triliun, membentuk selisih positif Rp1,73 triliun.</p>
<p>Namun secara keseluruhan, nilai transaksi domestik tetap lebih besar. Investor lokal membukukan total transaksi Rp22,41 triliun, dengan pembelian Rp10,34 triliun dan penjualan Rp12,07 triliun. Porsinya mencapai 67,26 persen dari total nilai perdagangan, sementara investor asing berada di level 32,74 persen.</p>
<p>Kondisi ini memperlihatkan bahwa arah jangka pendek indeks masih sangat bergantung pada perilaku dana domestik. Meski demikian, daftar saham yang mulai dikoleksi memberi petunjuk mengenai sektor yang berpotensi menjadi motor penggerak ketika arus modal global berbalik lebih konsisten.</p>
<p>Di sisi lain, akumulasi intraday ini masih kontras dengan posisi secara tahun berjalan yang sebelumnya dibayangi arus keluar dana asing. Karena itu, pergerakan pada sesi siang lebih tepat dibaca sebagai fase awal pembentukan posisi, bukan perubahan tren secara penuh.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/asing-parkir-di-saham-ini-dari-bank-jumbo-hingga-lapis-dua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asing Kerubuti Saham Boy Thohir, Terus Tinggalkan BUMI</title>
		<link>https://www.krusial.com/asing-kerubuti-saham-boy-thohir-terus-tinggalkan-bumi/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/asing-kerubuti-saham-boy-thohir-terus-tinggalkan-bumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 16:58:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[ADRO]]></category>
		<category><![CDATA[Alamtri Resources Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[AMDR]]></category>
		<category><![CDATA[ASII]]></category>
		<category><![CDATA[BBCA]]></category>
		<category><![CDATA[BEI]]></category>
		<category><![CDATA[BMRI]]></category>
		<category><![CDATA[BUMI]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Goto]]></category>
		<category><![CDATA[IHSG Anjlok]]></category>
		<category><![CDATA[INCO]]></category>
		<category><![CDATA[Net Buy]]></category>
		<category><![CDATA[Net Sell]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=47293</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Tak hanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah 1,37% pekan ini (19-23/1/2026), Bursa Efek Indonesia (BEI) juga berbalik mencatatkan net sell (jual asing) mencapai Rp3,25 triliun atau setara US$191,69 juta. Padahal, pekan lalu (12-15/1/2026), IHSG mampu melesat 1,55%, dengan catatan beli asing (net buy) tumbuh dua kali lipat menjadi Rp4,20 triliun. Di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong> </span>Tak hanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah 1,37% pekan ini (19-23/1/2026), Bursa Efek Indonesia (BEI) juga berbalik mencatatkan net sell (jual asing) mencapai Rp3,25 triliun atau setara US$191,69 juta.</p>
<p>Padahal, pekan lalu (12-15/1/2026), IHSG mampu melesat 1,55%, dengan catatan beli asing (net buy) tumbuh dua kali lipat menjadi Rp4,20 triliun.</p>
<p>Di sisi lain, terdapat satu saham yang konsisten menjadi buruan asing via pasar reguler dalam dua pekan terakhir, yaitu saham emiten milik Garibaldi “Boy” Thohir, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).</p>
<p>Saham ADRO mencatatkan net buy kedua tertinggi di pasar reguler pekan ini, dengan nilai mencapai Rp414,9 miliar, tumbuh dari Rp203,2 miliar net buy yang tercatat pada pekan lalu.</p>
<p>Kinerja sahamnya juga ikut tumbuh. Harga saham ADRO sudah naik 14,29% dalam dua pekan terakhir, ditutup menguat 2,13% pada Jumat (23/1/2026) kemarin.</p>
<p>Selain ADRO, anak usahanya, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), juga tampak menjadi buruan asing pekan ini, dengan nilai net buy mencapai Rp226,9 miliar.</p>
<p>Kemudian, di tengah merosotnya harga saham akibat isu pencabutan izin tambang, saham PT Astra International Tbk (ASII) justru digandrungi investor asing, mencatatkan net buy terbesar ketiga pekan ini sebesar Rp402,9 miliar.</p>
<p>Sebagai catatan, saham ASII merosot 3,19% pekan ini – membebani IHSG hingga 9,2 poin. Penurunan terbesar terjadi pada Rabu (21/1/2025), setelah merebaknya berita pencabutan IUP cucu usahanya, PT Agincourt Resources.</p>
<p>Selanjutnya, dua saham LQ45 terafiliasi pemerintah juga banyak dibeli asing di pasar reguler pekan ini, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).</p>
<p>Di sisi lain, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), terus menerus dibuang investor lintasnegara, dengan catatan net sell hingga Rp1,34 triliun di pasar reguler sepanjang minggu ini.</p>
<p>Pekan lalu pun, BUMI terlihat paling banyak dijual asing dengan nilai mencapai Rp964,8 miliar.</p>
<p>Saham milik kongsi Grup Bakrie dan Salim ini mengalami koreksi harga hingga 22,08% dalam dua pekan terakhir, meski ditutup menguat 3,45% pada penutupan Jumat (23/1/2026) kemarin di level Rp360.</p>
<p>Padahal, harga saham BUMI sempat menguat ke level Rp464 per lembar di awal tahun pada 5 Januari 2026, yang merupakan harga tertingginya sejak tahun 2014.</p>
<p>Selain BUMI, beberapa saham bank besar juga dibuang asing, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), serta PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).</p>
<p>Berikut daftar lengkap net buy dan net sell asing di pasar reguler pekan ini:</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong><span style="color: #000080;">Net buy</span></strong></span></p>
<ol>
<li>BBRI – Rp460 miliar</li>
<li>ADRO – Rp414,9 miliar</li>
<li>ASII – Rp402,9 miliar</li>
<li>INCO – Rp327,3 miliar</li>
<li>ADMR – Rp226,9 miliar</li>
</ol>
<p><span style="font-size: 14pt; color: #000080;"><strong>Net sell</strong></span></p>
<ol>
<li>BBCA – Rp3,85 triliun</li>
<li>BUMI – Rp1,34 triliun</li>
<li>GOTO – Rp419,4 miliar</li>
<li>BMRI – Rp310,0 miliar</li>
<li>BBNI – Rp301,7 miliar</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/asing-kerubuti-saham-boy-thohir-terus-tinggalkan-bumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
