<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aceh Timur Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/tag/aceh-timur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Oct 2026 09:22:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Aceh Timur Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polda Sumut Sita 244 Kg Sabu, 9 Tersangka Ditangkap</title>
		<link>https://www.krusial.com/polda-sumut-sita-244-kg-sabu-9-tersangka-ditangkap/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/polda-sumut-sita-244-kg-sabu-9-tersangka-ditangkap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2026 09:22:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[244 kg sabu]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Andy Arisandi]]></category>
		<category><![CDATA[Ditresnarkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[Langkat]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Peredaran Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Sabu]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=56626</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menyita 244 kilogram sabu dari tiga kasus peredaran narkotika yang terungkap sepanjang Agustus hingga September 2026. Dalam rangkaian pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sembilan tersangka. Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol. Andy Arisandi mengatakan, ketiga perkara tersebut memiliki modus berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan distribusi narkotika dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial.com —</strong> Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menyita 244 kilogram sabu dari tiga kasus peredaran narkotika yang terungkap sepanjang Agustus hingga September 2026. Dalam rangkaian pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sembilan tersangka.</p>
<p>Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol. Andy Arisandi mengatakan, ketiga perkara tersebut memiliki modus berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan distribusi narkotika dalam jumlah besar. Pengungkapan dilakukan melalui pengembangan kasus hingga ke wilayah Aceh Timur dan jalur menuju Sumatera Utara.</p>
<p>“Pengungkapan 244 kilogram sabu-sabu tersebut berasal dari tiga kasus yang memiliki modus berbeda, tapi sama berkaitan dengan upaya distribusi narkotika dalam jumlah besar,” kata Andy dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkotika sabu di Medan, Jumat (2/10/2026).</p>
<p>Kasus pertama bermula dari pengungkapan 35 kilogram sabu di wilayah Asahan pada 19 Agustus 2026. Pengembangan perkara kemudian membawa penyidik ke Aceh Timur, tempat polisi mengamankan tiga tersangka berinisial K, MN, dan Z.</p>
<p>Dari pengembangan tersebut, polisi menemukan total 50 kilogram sabu yang berkaitan dengan perkara pertama.</p>
<p>Pengungkapan dengan jumlah barang bukti terbesar terjadi dalam perkara kedua. Polisi menyita 150 kilogram sabu dan menangkap empat tersangka berinisial B, MA, TM, dan M di sejumlah lokasi di Kabupaten Aceh Timur pada 6 September 2026.</p>
<p>Sementara perkara ketiga berkaitan dengan dugaan pengiriman sabu dari Aceh menuju Medan. Polisi mengamankan dua tersangka berinisial R dan A di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, pada 17 September 2026.</p>
<p>Dari perkara tersebut, penyidik menyita 44 kilogram sabu. Dengan demikian, total barang bukti dari tiga pengungkapan mencapai 244 kilogram, sedangkan jumlah tersangka yang diamankan sebanyak sembilan orang.</p>
<p>Penyidik masih mengembangkan seluruh perkara tersebut untuk menelusuri jaringan yang lebih luas, termasuk pihak lain yang diduga terlibat dalam distribusi narkotika.</p>
<p>“Pengembangan masih terus kami lakukan untuk mengungkap jaringan dan pihak-pihak lain yang terlibat,” ujar Andy.</p>
<p>Atas perkara tersebut, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.</p>
<p>Polda Sumut menyatakan pengungkapan tersebut menjadi bagian dari penindakan terhadap peredaran narkotika dalam jumlah besar yang melibatkan jalur distribusi dari Aceh menuju wilayah Sumatera Utara.<strong> ***</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/polda-sumut-sita-244-kg-sabu-9-tersangka-ditangkap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AMM Desak Kemenhub Evaluasi Direktur dan Jajaran Poltekpel Malahayati</title>
		<link>https://www.krusial.com/amm-desak-kemenhub-evaluasi-direktur-dan-jajaran-poltekpel-malahayati/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/amm-desak-kemenhub-evaluasi-direktur-dan-jajaran-poltekpel-malahayati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 12:31:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[AMM]]></category>
		<category><![CDATA[Desak]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[Poltekpel Malahayati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=56525</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — DPP Aneuk Muda Mualem (AMM) menyampaikan kekecewaan mendalam atas meninggalnya taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla. AMM mendesak Kementerian Perhubungan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Direktur Poltekpel Malahayati beserta jajaran yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan, pengawasan, dan keselamatan taruna. ‎Ketua DPP AMM, Novtrianda Alinur, mengatakan desakan tersebut tidak terlepas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com —</strong></span> DPP Aneuk Muda Mualem (AMM) menyampaikan kekecewaan mendalam atas meninggalnya taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla. AMM mendesak Kementerian Perhubungan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Direktur Poltekpel Malahayati beserta jajaran yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan, pengawasan, dan keselamatan taruna.</p>
<p>‎Ketua DPP AMM, Novtrianda Alinur, mengatakan desakan tersebut tidak terlepas dari perhatian AMM terhadap keberadaan Poltekpel Malahayati sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi yang diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia profesional bagi Aceh dan Indonesia.</p>
<p>Menurut Novtrianda, AMM sebelumnya telah melakukan audiensi dengan pihak Poltekpel Malahayati. Salah satu hal yang menjadi pembahasan dalam audiensi tersebut adalah dukungan terhadap putra-putri Aceh agar dapat memperoleh kesempatan pendidikan di kampus tersebut, termasuk melalui program beasiswa Aceh Carong dari Pemerintah Aceh.</p>
<p>“Dalam audiensi itu, kami membicarakan bagaimana semakin banyak putra-putri Aceh bisa mendapatkan kesempatan belajar di Poltekpel Malahayati. Pemerintah Aceh juga telah memberikan dukungan melalui program Aceh Carong. Ini menunjukkan bahwa secara kelembagaan, Pemerintah Aceh memberikan kepercayaan dan dukungan terhadap kampus ini,” ujar Novtrianda.</p>
<p>Ia mengatakan, dalam audiensi tersebut pihak Poltekpel Malahayati juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Aceh dapat terus memberikan dukungan terhadap keberadaan dan pengembangan kampus.</p>
<p>‎“Kami menyampaikan bahwa apa pun yang terbaik untuk Poltekpel tentu akan kami upayakan untuk disampaikan, dengan dukungan berbagai pihak lainnya. Karena sejak awal kami melihat Poltekpel sebagai bagian dari harapan Aceh untuk mencetak generasi muda yang profesional,” katanya.</p>
<p>‎Namun, kata Novtrianda, harapan tersebut kini berhadapan dengan kabar yang sangat memprihatinkan terkait meninggalnya Muhammad Rasya Fadilla.</p>
<p>‎“Kami tentu terkejut dan sangat kecewa mendengar kabar ini. Ketika sebuah institusi mendapat dukungan dan kepercayaan yang besar, maka tanggung jawab terhadap keselamatan dan pembinaan peserta didik juga harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai kepercayaan itu justru tidak dibarengi dengan sistem pengawasan yang memadai,” tegasnya.</p>
<p>‎Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya Muhammad Rasya Fadilla. Karena itu, AMM tidak ingin mendahului proses hukum maupun menyimpulkan penyebab kematian korban.</p>
<p>‎Namun, menurut Novtrianda, proses hukum dan evaluasi kelembagaan merupakan dua hal yang berbeda dan dapat berjalan secara bersamaan.</p>
<p>‎“Biarkan kepolisian bekerja untuk mengungkap penyebab kematian dan rangkaian peristiwa yang terjadi. Tetapi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, tidak harus menunggu proses hukum selesai untuk mengevaluasi sistem pembinaan dan pengawasan di Poltekpel Malahayati,” ujarnya.</p>
<p>‎Ia mempertanyakan bagaimana mekanisme pengawasan terhadap taruna selama ini berjalan, khususnya dalam kegiatan orientasi, kehidupan asrama, pembinaan senior-junior, pelayanan kesehatan, serta mekanisme pelaporan apabila terdapat dugaan kekerasan.</p>
<p>‎“Pertanyaannya sederhana: bagaimana sistem pengawasan berjalan? Siapa yang bertanggung jawab ketika ada persoalan terhadap taruna? Apakah setiap laporan ditindaklanjuti? Apakah ada mekanisme pengawasan yang benar-benar mampu mencegah kekerasan? Semua ini harus dijawab secara terbuka,” kata Novtrianda.</p>
<p>‎Menurutnya, apabila nantinya ditemukan adanya kelemahan dalam sistem pembinaan maupun pengawasan, maka hal tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan individu semata.</p>
<p>‎“Kita tidak sedang menghakimi siapa pun. Tetapi sebuah institusi memiliki struktur kepemimpinan dan sistem pengawasan. Jika ditemukan ada kelemahan dalam sistem tersebut, tentu harus ada evaluasi dan pertanggungjawaban sesuai kewenangan,” tegasnya.</p>
<p>‎AMM juga mendapatkan informasi mengenai dugaan kekerasan terhadap taruna bukan pertama kali terjadi. Informasi tersebut, menurut AMM, harus diverifikasi dan ditelusuri secara serius oleh pihak berwenang, termasuk apakah sebelumnya pernah terdapat laporan atau keluhan yang masuk kepada pihak kampus.</p>
<p>‎“Kalau benar ada dugaan kekerasan sebelumnya, maka ini menjadi pertanyaan serius. Apakah pernah dilaporkan? Kalau pernah, bagaimana tindak lanjutnya? Jangan sampai sebuah persoalan baru mendapat perhatian setelah terjadi peristiwa yang sangat serius,” ujarnya.</p>
<p>‎Novtrianda menegaskan, AMM tidak bermaksud menyimpulkan bahwa meninggalnya Muhammad Rasya Fadilla disebabkan oleh kekerasan sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi. Namun, dugaan dan informasi yang berkembang tetap harus diperiksa secara objektif.</p>
<p>‎“Jangan kita campuradukkan antara dugaan dengan fakta hukum. Kami menghormati proses penyelidikan. Tetapi semua informasi yang relevan harus dibuka dan diperiksa agar masyarakat mendapatkan jawaban yang terang,” katanya.</p>
<p>‎Menurutnya, keberadaan Poltekpel Malahayati juga menyangkut kepercayaan masyarakat Aceh. Terlebih, terdapat putra-putri Aceh yang menempuh pendidikan di sana dengan dukungan beasiswa pemerintah.</p>
<p>‎“Pemerintah Aceh sudah menunjukkan dukungan nyata. Anak-anak Aceh diberi kesempatan untuk bersekolah di sana, bahkan ada yang mendapatkan beasiswa. Maka wajar apabila masyarakat Aceh juga menuntut adanya jaminan bahwa mereka belajar dalam lingkungan yang aman, sehat, bermartabat dan terawasi dengan baik,” ujar Novtrianda.</p>
<p>‎Karena itu, AMM mendesak Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) dan Inspektorat Jenderal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Poltekpel Malahayati, termasuk terhadap kepemimpinan, sistem pembinaan, pengawasan taruna, mekanisme pengaduan, kegiatan orientasi, kehidupan asrama, hingga pelayanan kesehatan.</p>
<p>‎AMM juga meminta DPR RI dan DPD RI, khususnya wakil Aceh, menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta penjelasan kepada Kementerian Perhubungan mengenai sistem pembinaan dan pengawasan yang diterapkan di Poltekpel Malahayati.</p>
<p>‎“Kami ingin Poltekpel Malahayati benar-benar menjadi kebanggaan Aceh dan tempat yang aman untuk mencetak generasi profesional. Karena itu, jangan hanya melihat persoalan ini sebagai kasus individual. Kalau memang ada kelemahan sistem, harus dibenahi. Kalau ada kelalaian dalam pengawasan, harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan,” tegasnya.</p>
<p>‎Novtrianda menambahkan, AMM akan terus mengawal persoalan tersebut agar proses hukum berjalan transparan dan evaluasi kelembagaan tidak berhenti setelah perhatian publik mereda.</p>
<p>‎“Atas nama DPP AMM, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Muhammad Rasya Fadilla. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan,” tutup Novtrianda.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/amm-desak-kemenhub-evaluasi-direktur-dan-jajaran-poltekpel-malahayati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sabu Jaringan Malaysia 46,6 Kg Senilai Rp13,2 Miliar Digagalkan di Aceh Timur</title>
		<link>https://www.krusial.com/sabu-jaringan-malaysia-466-kg-senilai-rp132-miliar-digagalkan-di-aceh-timur/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/sabu-jaringan-malaysia-466-kg-senilai-rp132-miliar-digagalkan-di-aceh-timur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 06:54:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[6 kg]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Bea Cukai Langsa]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Kurir Sabu]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika lintas negara]]></category>
		<category><![CDATA[Peredaran Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Langsa]]></category>
		<category><![CDATA[sabu 46]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=56476</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — Polisi menggagalkan peredaran 46,6 kilogram sabu yang diduga terhubung jaringan narkotika lintas negara asal Malaysia. Seorang pria berinisial M (33), warga Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, ditangkap dalam pengungkapan tersebut. Kasus ini diungkap Satresnarkoba Polres Langsa bersama Bea Cukai Langsa melalui joint investigation. M diamankan di Desa Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial.com —</strong> Polisi menggagalkan peredaran 46,6 kilogram sabu yang diduga terhubung jaringan narkotika lintas negara asal Malaysia. Seorang pria berinisial M (33), warga Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, ditangkap dalam pengungkapan tersebut.</p>
<p>Kasus ini diungkap Satresnarkoba Polres Langsa bersama Bea Cukai Langsa melalui joint investigation. M diamankan di Desa Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.</p>
<p>Kapolres Langsa AKBP Hyrowo mengatakan, tersangka diduga berperan sebagai kurir dalam jaringan narkotika lintas negara.</p>
<p>“Dalam pengungkapan ini kami mengamankan seorang tersangka berinisial M (33), warga Desa Paningah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara,” kata Hyrowo dalam konferensi pers di Aula Adhi Pradana Polres Langsa, Senin (28/9/2026).</p>
<p>Dari lokasi penangkapan, polisi menemukan 44 paket besar sabu dengan berat keseluruhan 46,6 kilogram. Paket tersebut dikemas menggunakan plastik berwarna biru muda bertuliskan Cai Yun Li.</p>
<p>“Barang bukti yang kami amankan sebanyak 44 paket besar sabu dengan total berat 46,6 kilogram,” ujar Hyrowo.</p>
<p>Selain sabu, petugas turut menyita dua karung goni, satu kain sarung, satu unit ponsel Realme Note 80, serta Toyota Kijang Innova Reborn warna putih dengan nomor polisi BK 1453 AGT beserta STNK.</p>
<p>Menurut Hyrowo, sabu tersebut diduga berasal dari Malaysia dan akan diedarkan di wilayah Indonesia, termasuk Aceh dan sejumlah provinsi lainnya.</p>
<p>“Tersangka diduga berperan sebagai perantara atau kurir dalam transaksi jual beli narkotika jaringan lintas negara,” kata Hyrowo.</p>
<p>Pengungkapan tersebut bermula dari laporan polisi tertanggal 18 September 2026. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menangkap M bersama barang bukti di kawasan Aceh Timur.</p>
<p>Kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolres Langsa AKBP Hyrowo di Aula Adhi Pradana Polres Langsa, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.</p>
<p>Atas kasus tersebut, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (2) huruf (a) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.</p>
<p>Tersangka terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.</p>
<p>Polres Langsa menaksir nilai keseluruhan sabu yang disita mencapai Rp13,2 miliar. Polisi juga memperkirakan barang bukti tersebut berpotensi mencegah penyalahgunaan oleh sekitar 372.800 orang, dengan asumsi satu gram sabu digunakan oleh delapan orang.</p>
<p>Hyrowo menyebut angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan asumsi penggunaan sabu yang digunakan dalam perhitungan kepolisian.</p>
<p>“Dari jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 372.800 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika,” kata Hyrowo.</p>
<p>Pengungkapan 46,6 kilogram sabu tersebut menjadi bagian dari penindakan Polres Langsa bersama Bea Cukai Langsa terhadap peredaran narkotika, khususnya jaringan yang diduga melibatkan jalur lintas negara. <strong>***</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/sabu-jaringan-malaysia-466-kg-senilai-rp132-miliar-digagalkan-di-aceh-timur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Peringatan Maulid dan Muzakarah Ulama Aceh, Dek Fadh Bawa Kabar MTQ</title>
		<link>https://www.krusial.com/di-peringatan-maulid-dan-muzakarah-ulama-aceh-dek-fadh-bawa-kabar-mtq/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/di-peringatan-maulid-dan-muzakarah-ulama-aceh-dek-fadh-bawa-kabar-mtq/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 14:23:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Dayah Bustanul Huda]]></category>
		<category><![CDATA[Dek Fadh]]></category>
		<category><![CDATA[Fadhlullah]]></category>
		<category><![CDATA[Maulid Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[MTQ Nasional 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Muzakarah Ulama Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama Aceh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=56437</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh menegaskan pentingnya menjaga hubungan antara pemerintah, ulama dan dayah dalam pembangunan Aceh. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Muzakarah Ulama Aceh ke-15 di Dayah Bustanul Huda, Gampong Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Minggu (27/9/2026). Menurut Dek Fadh, pemerintah membutuhkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial.com —</strong> Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh menegaskan pentingnya menjaga hubungan antara pemerintah, ulama dan dayah dalam pembangunan Aceh. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Muzakarah Ulama Aceh ke-15 di Dayah Bustanul Huda, Gampong Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Minggu (27/9/2026).</p>
<p>Menurut Dek Fadh, pemerintah membutuhkan pandangan dan nasihat ulama agar pembangunan Aceh tetap berjalan dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan kearifan lokal.</p>
<p>“Pemerintah Aceh sangat menghormati dan membutuhkan nasihat para ulama. Kita berharap silaturahmi seperti ini terus terjaga, sehingga pemerintah dan ulama dapat berjalan bersama dalam membangun Aceh serta memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Dek Fadh.</p>
<p>Ia menyebut Muzakarah Ulama Aceh ke-15 memiliki arti penting karena menjadi ruang bagi para ulama untuk bersilaturahmi, bertukar pandangan dan membahas berbagai persoalan keumatan yang berkembang di tengah masyarakat. Forum tersebut juga dinilai dapat memperkuat peran dayah dan ulama dalam membimbing masyarakat di tengah perubahan zaman.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Dek Fadh turut membawa kabar mengenai capaian kafilah Aceh pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Aceh berhasil menembus empat besar atau menempati peringkat keempat. Capaian itu disebut sebagai salah satu prestasi terbaik Aceh setelah menunggu selama 23 tahun.</p>
<p>“Alhamdulillah, baru saja kita mendapat kabar yang membahagiakan. Kafilah Aceh berhasil masuk empat besar pada MTQ Nasional XXXI di Semarang. Ini tentu menjadi kebanggaan kita semua, dan menjadi prestasi terbaik yang kita raih setelah menunggu selama 23 tahun,” ujar Dek Fadh.</p>
<p>Ia mengapresiasi kerja keras para kafilah, pelatih, official, LPTQ dan jajaran Pemerintah Aceh. Menurutnya, pencapaian tersebut juga tidak terlepas dari doa dan dukungan para ulama serta masyarakat Aceh.</p>
<p>“Prestasi ini jangan hanya kita lihat sebagai sebuah peringkat. Ini adalah hasil dari kerja keras, doa dan dukungan banyak pihak. Karena itu, kita patut memberikan apresiasi kepada anak-anak kita, para pelatih dan official yang telah membawa nama Aceh di tingkat nasional,” katanya.</p>
<p>Dek Fadh berharap capaian tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat pembinaan generasi Qurani di Aceh. Tradisi pendidikan Islam yang selama ini berkembang melalui dayah dan lembaga pendidikan Al-Qur’an, kata dia, perlu terus dipertahankan dan diperkuat.</p>
<p>“Mudah-mudahan prestasi ini menjadi awal yang baik. Kita ingin pembinaan Al-Qur’an di Aceh semakin kuat, sehingga ke depan semakin banyak anak-anak Aceh yang mampu berprestasi dan sekaligus menjadi generasi yang berakhlak serta mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.</p>
<p>Terkait peringatan Maulid Nabi, Dek Fadh mengajak masyarakat tidak sekadar menjadikannya sebagai agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk meneladani akhlak, perjuangan dan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga kesempatan bagi kita semua untuk kembali meneladani akhlak, perjuangan dan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.</p>
<p>Ia juga mengajak masyarakat memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.</p>
<p>“Semoga dengan berkah Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa para Ulama, Aceh semakin aman, damai, maju dan sejahtera. Ulama dan Umara harus seiring sejalan dalam membangun, untuk mewujudkan Aceh yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Dan semoga kelak kita semua mendapat syafaat Rasulullah SAW,” ujar Dek Fadh.</p>
<p>Muzakarah Ulama Aceh ke-15 tersebut dihadiri sejumlah ulama dan pimpinan dayah, antara lain Abu H. Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, Abi H. Muhammad Ja’far atau Abi Lueng Angen, Waled H. Nuruzzahri atau Waled NU, Tgk. H. Baihaqi atau Baba Di Panton, Abah H. Zainuddin atau Abah Di Sarah Teube, Abi H. Muhammad Sufi atau Abi Di Paloh Gadeng, Abi Zainuddin Bayu, Abu H. Yaziz Al-Yusufi, Ketua MPU Aceh Utara H. Abdul Manan atau Abu Di Blang Jrun, serta para ulama lainnya.</p>
<p>Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Anggota DPD RI Azhari Cage, Kepala Pembinaan Mental Sejarah Kodam Iskandar Muda Kolonel Arm Arief Darmawan yang mewakili Pangdam IM, Wakil Bupati Aceh Timur Teuku Zainal Abidin, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, Rektor Universitas Malikussaleh Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, serta pimpinan dayah dan tokoh masyarakat.</p>
<p>Dek Fadh hadir didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Muhsin, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Misran Fuadi dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat.</p>
<p>Kehadiran para ulama dan tokoh dari berbagai daerah tersebut sekaligus memperkuat nuansa silaturahmi dalam peringatan Maulid Nabi dan Muzakarah Ulama Aceh ke-15 di Dayah Bustanul Huda. <strong>***</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/di-peringatan-maulid-dan-muzakarah-ulama-aceh-dek-fadh-bawa-kabar-mtq/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 Siswa SMA Negeri 1 Darul Aman Aceh Timur Dapat Apresiasi karena Rajin, Jujur dan Disiplin</title>
		<link>https://www.krusial.com/10-siswa-sma-negeri-1-darul-aman-aceh-timur-dapat-apresiasi-karena-rajin-jujur-dan-disiplin/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/10-siswa-sma-negeri-1-darul-aman-aceh-timur-dapat-apresiasi-karena-rajin-jujur-dan-disiplin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 12:39:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[Jujur]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Rajin]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 1 Darul Aman Aceh Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=56340</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — Sebanyak 10 siswa SMA Negeri 1 Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, menerima apresiasi dari pihak sekolah karena dinilai menunjukkan sikap rajin, jujur, dan disiplin dalam mengikuti kegiatan di lingkungan sekolah. Apresiasi tersebut diberikan Kepala SMA Negeri 1 Darul Aman, Dra. Halimah, dan disaksikan oleh para guru serta tenaga kependidikan sekolah, Rabu (23/9/2026). Pemberian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com —</strong> </span>Sebanyak 10 siswa SMA Negeri 1 Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, menerima apresiasi dari pihak sekolah karena dinilai menunjukkan sikap rajin, jujur, dan disiplin dalam mengikuti kegiatan di lingkungan sekolah.</p>
<p>Apresiasi tersebut diberikan Kepala SMA Negeri 1 Darul Aman, <strong>Dra. Halimah</strong>, dan disaksikan oleh para guru serta tenaga kependidikan sekolah, Rabu (23/9/2026).</p>
<p>Pemberian apresiasi tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus motivasi dari pihak sekolah agar para siswa terus mempertahankan sikap positif dan meningkatkan semangat belajar.</p>
<p>Kepala SMA Negeri 1 Darul Aman, Halimah, mengatakan terdapat 10 siswa yang terpilih menerima apresiasi berupa pakaian, terdiri atas <strong>lima pakaian batik dan lima pakaian olahraga</strong>.</p>
<p>“Untuk pakaian olahraga telah diserahkan kepada para siswa, sedangkan pakaian batik akan diberikan pada kesempatan berikutnya,” kata Halimah kepada media ini, Kamis (24/9/2026).</p>
<p>Menurutnya, pemberian apresiasi tersebut diharapkan dapat mendorong siswa lainnya untuk semakin rajin, disiplin, jujur, serta bersemangat mengikuti proses pembelajaran dan meraih prestasi.</p>
<blockquote><p>“Pemberian apresiasi kepada siswa diharapkan dapat mendorong peserta didik yang lainnya untuk semakin rajin, disiplin, jujur, serta bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran dan meraih prestasi,” ujar Halimah.</p></blockquote>
<p>Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa yang terpilih dan berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Selamat kepada anak-anak kami yang terpilih. Semoga apresiasi ini dapat menjadi motivasi untuk lebih rajin, jujur, disiplin dan semakin bersemangat dalam belajar,” katanya.</p>
<h2>10 Siswa Kelas X Terima Apresiasi</h2>
<p>Halimah yang merupakan mantan Kepala SMA Negeri 2 Pante Bidari menyebutkan, 10 siswa yang menerima apresiasi tersebut merupakan siswa kelas X dari lokal yang berbeda.</p>
<p>Mereka yakni <strong>Shiraz Ramdhan, Muhammad Ikba, Suci Utami, Abdul Karimi, Zaskia Riska, Zul Asraf, Fitrah Ramadhani, Ibadillah, Muhammad Faisal, dan Cut Syakira</strong>.</p>
<p>Halimah mengatakan, pemberian penghargaan tersebut merupakan salah satu inovasi yang dilakukan pihak sekolah untuk membangun budaya positif di lingkungan pendidikan.</p>
<p>“Ini merupakan inovasi yang dilakukan pihak sekolah agar semua siswa lebih rajin, jujur, disiplin dan semakin bersemangat dalam belajar,” imbuh Halimah.</p>
<h2>Cabdisdik Aceh Timur Dukung Inovasi Sekolah</h2>
<p>Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Timur, <strong>Rahmatsah Putra, S.Pd., M.S.M.</strong>, menyampaikan dukungannya terhadap program apresiasi tersebut.</p>
<p>Menurut Rahmatsah, pemberian apresiasi terhadap siswa yang menunjukkan sikap rajin, jujur, dan disiplin merupakan bentuk inovasi sekolah dalam membangun karakter peserta didik.</p>
<p>“Kami dari pihak Cabdisdik Wilayah Kabupaten Aceh Timur sangat mendukung terobosan dan inovasi yang dilakukan oleh Kepala dan Guru SMA Negeri 1 Darul Aman ini,” ucap Rahmatsah.</p>
<p>Ia mengatakan sikap rajin, jujur, dan disiplin merupakan bagian dari karakter yang perlu ditanamkan kepada siswa di lingkungan sekolah.</p>
<p>Karena itu, menurutnya, sikap positif tersebut juga perlu mendapatkan apresiasi melalui penilaian yang objektif.</p>
<p>Rahmatsah berharap inovasi serupa tidak hanya diterapkan di SMA Negeri 1 Darul Aman, tetapi juga dapat dilakukan oleh sekolah lainnya, khususnya jenjang <strong>SMA, SMK, dan SLB</strong> di Aceh Timur.</p>
<p>“Harapan kami, inovasi ini bukan saja hanya di SMA Negeri 1 Darul Aman, tetapi semua sekolah khususnya jenjang SMA/SMK dan SLB bisa melakukannya agar anak-anak kita memiliki karakter yang baik dan diimplementasikan di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat,” pungkasnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/10-siswa-sma-negeri-1-darul-aman-aceh-timur-dapat-apresiasi-karena-rajin-jujur-dan-disiplin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenalan Lewat Instagram, Pria Ini Bawa Kabur Motor Mahasiswi Jual ke Aceh Timur</title>
		<link>https://www.krusial.com/kenalan-lewat-instagram-pria-ini-bawa-kabur-motor-mahasiswi-jual-ke-aceh-timur/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/kenalan-lewat-instagram-pria-ini-bawa-kabur-motor-mahasiswi-jual-ke-aceh-timur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 09:20:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Banda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Instagram]]></category>
		<category><![CDATA[Kepolisian Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Motor Mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[Penggelapan Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Banda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Satreskrim Polresta Banda Aceh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=55386</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — Seorang pria berinisial MM (20), warga Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, diamankan polisi setelah diduga menggelapkan sepeda motor milik seorang mahasiswi. Motor tersebut disebut hendak dijual pelaku di wilayah Aceh Timur. MM diamankan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 01.11 WIB setelah keberadaannya terendus di wilayah hukum Polres Aceh Timur. Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Krusial.com —</strong> Seorang pria berinisial MM (20), warga Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, diamankan polisi setelah diduga menggelapkan sepeda motor milik seorang mahasiswi. Motor tersebut disebut hendak dijual pelaku di wilayah Aceh Timur.</p>
<p>MM diamankan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 01.11 WIB setelah keberadaannya terendus di wilayah hukum Polres Aceh Timur.</p>
<p>Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, korban sebelumnya berkenalan dengan MM melalui media sosial Instagram. Keduanya kemudian bertemu di kawasan Seutui, Banda Aceh.</p>
<p>“Korban sebelumnya berkenalan dengan pelaku melalui media sosial Instagram dan motor akan dijual di Aceh Timur,” kata Dizha, mewakili Plt Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho, dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).</p>
<p>Dia menjelaskan kronologisnya, peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Korban, Nurul Afwani (23), mahasiswa asal Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, bertemu dengan pelaku di area parkir Suzuya Mall, Seutui, Banda Aceh.</p>
<p>Setelah bertemu, pelaku mengajak korban berkeliling menggunakan sepeda motor Honda Vario 160 milik korban. Sekitar pukul 23.40 WIB, MM kemudian beralasan hendak mengambil pakaian di tempat kos temannya.</p>
<p>Pelaku meminta korban menunggu di Masjid Babuttaqawa, Kecamatan Kuta Alam. Namun, MM tak kunjung kembali dan nomor teleponnya juga tidak dapat dihubungi.</p>
<p>Motor Honda Vario 160 dengan nomor polisi BL 4348 LBL tersebut kemudian dibawa pelaku. Korban mengalami kerugian sekitar Rp23 juta dan melaporkan kejadian itu ke Polresta Banda Aceh.</p>
<p>Laporan korban tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/613/VIII/2025/SPKT/Polresta Banda Aceh tertanggal 16 Agustus 2026.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Ranmor Satreskrim Polresta Banda Aceh melakukan penyelidikan hingga mendapatkan informasi bahwa MM berada di wilayah Aceh Timur.</p>
<p>Polisi kemudian berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Nurussalam, Polres Aceh Timur.</p>
<p>Dari hasil penelusuran, keberadaan MM berhasil diketahui dan pelaku diamankan petugas.</p>
<p>“Tim kemudian berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Nurussalam untuk menelusuri keberadaan pelaku. Hasilnya, MM berhasil diamankan,” ujar Dizha.</p>
<p>Dalam pemeriksaan awal, MM mengakui membawa sepeda motor tersebut dari Banda Aceh. Polisi juga memperoleh keterangan bahwa motor tersebut rencananya akan dijual kepada orang lain.</p>
<p>Pelaku bersama sepeda motor Honda Vario 160 kemudian dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.</p>
<p>Penyidik telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari menerima laporan, memeriksa saksi, mengumpulkan alat bukti hingga melakukan gelar perkara.</p>
<p>“Penyidikan masih terus dilakukan dan kami akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum serta melengkapi berkas perkara sesuai ketentuan hukum,” kata Dizha.</p>
<p>MM kini diproses atas dugaan tindak pidana penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 KUHP. <strong>***</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/kenalan-lewat-instagram-pria-ini-bawa-kabur-motor-mahasiswi-jual-ke-aceh-timur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas Sosial Aceh Dorong Pembentukan Puskesos di Aceh Timur, Perkuat Layanan Sosial hingga Tingkat Gampong</title>
		<link>https://www.krusial.com/dinas-sosial-aceh-dorong-pembentukan-puskesos-di-aceh-timur-perkuat-layanan-sosial-hingga-tingkat-gampong/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/dinas-sosial-aceh-dorong-pembentukan-puskesos-di-aceh-timur-perkuat-layanan-sosial-hingga-tingkat-gampong/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2026 13:41:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Sosial Aceh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=55651</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Dinas Sosial Aceh terus memperkuat upaya menghadirkan pelayanan sosial yang lebih dekat, cepat, dan mudah diakses masyarakat melalui pembentukan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tingkat gampong. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pembentukan Puskesos yang diselenggarakan di Aula Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur, Kamis (6/8/2026). ‎‎Kegiatan yang merupakan bagian dari Sub Kegiatan Fasilitasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong></span> Dinas Sosial Aceh terus memperkuat upaya menghadirkan pelayanan sosial yang lebih dekat, cepat, dan mudah diakses masyarakat melalui pembentukan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tingkat gampong. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pembentukan Puskesos yang diselenggarakan di Aula Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur, Kamis (6/8/2026).</p>
<p>‎‎Kegiatan yang merupakan bagian dari Sub Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Lintas Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2026 ini diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari berbagai unsur, antara lain Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur, Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Keuchik, operator gampong, Pendamping PKH/TKSK, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, serta pengurus Organisasi Sosial/Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan PPKS lainnya.</p>
<p>‎‎Mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Aceh, Cut Aja Nurullah, S.H., M.M., menyampaikan bahwa pembentukan Puskesos merupakan salah satu langkah strategis dalam mendekatkan pelayanan kesejahteraan sosial kepada masyarakat, terutama kelompok rentan dan keluarga kurang mampu.</p>
<p>‎‎Dalam sambutan Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., yang dibacakan oleh Cut Aja Nurullah, dalam arahannya bahwa Puskesos lahir dari komitmen pemerintah untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan serta mengurangi kesenjangan sosial melalui pelayanan yang lebih terintegrasi.</p>
<p>“Puskesos menjadi pintu masuk pelayanan sosial di tingkat desa atau gampong. Kehadirannya diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai program perlindungan sosial, sekaligus menjadi wadah koordinasi berbagai potensi kesejahteraan sosial yang ada di daerah,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.</p>
<p>‎‎Ia menjelaskan bahwa pembentukan Puskesos sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Sosial Nomor 15 Tahun 2018 tentang Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT). Dalam implementasinya, Puskesos menjadi bagian penting dari sistem pelayanan sosial berjenjang, mulai dari tingkat gampong hingga pemerintah pusat.</p>
<p>‎Menurutnya, semakin luas jangkauan layanan dan jejaring kemitraan yang dibangun melalui Puskesos, maka semakin besar pula peluang masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang tepat sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah gampong, pilar-pilar sosial, lembaga masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam keberhasilan penyelenggaraan Puskesos.</p>
<p>‎“Puskesos bukan sekadar sebuah kelembagaan, tetapi menjadi ruang bersama untuk menghadirkan negara lebih dekat kepada masyarakat. Di sinilah berbagai persoalan sosial dapat diidentifikasi lebih awal, ditangani secara terpadu, dan dirujuk kepada layanan yang tepat,” ujar Cut Aja Nurullah saat membacakan sambutan Kepala Dinas Sosial Aceh.</p>
<p>‎Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan sosialisasi ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelayanan sosial yang inklusif, efektif, dan berkelanjutan.</p>
<p>‎Sementara itu, dalam laporan panitia dijelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai mekanisme pembentukan Puskesos sebagai pusat layanan kesejahteraan sosial di tingkat gampong, sekaligus memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).</p>
<p>‎Melalui pembentukan Puskesos, diharapkan potensi dan sumber kesejahteraan sosial di tingkat desa dapat dioptimalkan sehingga pelayanan kepada masyarakat berlangsung lebih cepat, terpadu, dan tepat sasaran.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi menghadirkan tiga narasumber yang membahas berbagai aspek penting dalam pembentukan dan pengelolaan Puskesos.</p>
<p>Materi pertama disampaikan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur, Al Muyasir, S.E., yang memaparkan peran Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam mendukung pembentukan Puskesos di wilayahnya.</p>
<p>‎Selanjutnya, materi kedua yang disampaikan oleh Penyuluh Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Aceh, Safwan, S.Ag., M.M., menjelaskan mekanisme pembentukan Puskesos / SLRT di tingkat kabupaten/kota, kecamatan dan gampong mulai dari tahapan pembentukan, pengorganisasian, hingga penguatan fungsi layanan.</p>
<p>Adapun materi, ketiga Penyuluh Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Aceh, Hersie Malahayati Sandra, A.Ks., M.Ap., yang mengulas pentingnya tenaga penggerak Puskesos dalam memahami kondisi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di wilayah masing-masing agar pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>‎‎Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta terkait tantangan pelayanan sosial di tingkat gampong, sekaligus berbagi pengalaman mengenai praktik penanganan masalah sosial yang telah berjalan di lapangan.</p>
<p>‎‎Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Aceh berharap semakin banyak gampong di Aceh Timur yang memiliki Puskesos sebagai pusat layanan kesejahteraan sosial yang aktif, responsif, dan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dengan berbagai program pemerintah.</p>
<p>‎Semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi dalam memperkuat pelayanan sosial yang semakin dekat dengan masyarakat, sehingga setiap warga, khususnya kelompok rentan dan kurang mampu, memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan kesejahteraan sosial secara adil, cepat, dan berkelanjutan.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/dinas-sosial-aceh-dorong-pembentukan-puskesos-di-aceh-timur-perkuat-layanan-sosial-hingga-tingkat-gampong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMA Negeri 1 Madat Bagikan Seragam Gratis kepada 67 Siswa Baru, Ringankan Beban Orang Tua</title>
		<link>https://www.krusial.com/sma-negeri-1-madat-bagikan-seragam-gratis-kepada-67-siswa-baru-ringankan-beban-orang-tua/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/sma-negeri-1-madat-bagikan-seragam-gratis-kepada-67-siswa-baru-ringankan-beban-orang-tua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 05:09:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Ringankan Beban Orang Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa Baru]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 1 Madat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=54073</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com – SMA Negeri 1 Madat, Kabupaten Aceh Timur, membagikan seragam sekolah secara gratis kepada 67 siswa baru kelas X Tahun Pelajaran 2026/2027. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi orang tua atau wali murid. Pembagian bantuan berlangsung di lingkungan SMA Negeri 1 Madat pada Kamis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 16px;"><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com –</strong> </span>SMA Negeri 1 Madat, Kabupaten Aceh Timur, membagikan seragam sekolah secara gratis kepada </span><strong style="font-size: 16px;">67 siswa baru kelas X</strong><span style="font-size: 16px;"> Tahun Pelajaran 2026/2027. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi orang tua atau wali murid.</span></p>
<p>Pembagian bantuan berlangsung di lingkungan SMA Negeri 1 Madat pada Kamis (23/7/2026). Setiap siswa menerima satu stel baju batik sekolah, satu stel pakaian olahraga, serta simbol atau atribut sekolah tanpa dipungut biaya.</p>
<p>Kepala SMA Negeri 1 Madat, <strong>Rinakhairani, S.Pd.</strong>, mengatakan program tersebut merupakan wujud kepedulian keluarga besar sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan berpihak kepada peserta didik.</p>
<p>&#8220;Melalui program ini diharapkan seluruh siswa baru dapat memperoleh perlengkapan sekolah yang layak, sehingga dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman dan percaya diri,&#8221; ujar Rinakhairani, Sabtu (25/7/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan antara kepala sekolah, dewan guru, dan tenaga kependidikan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pendidikan yang berkualitas.</p>
<p>Selain membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah siswa baru, program ini juga menjadi wujud semangat gotong royong dan kepedulian seluruh warga sekolah terhadap dunia pendidikan.</p>
<p>Rinakhairani mengungkapkan, pembagian seragam gratis terlaksana melalui partisipasi sukarela kepala sekolah, <strong>23 guru</strong>, dan <strong>enam tenaga kependidikan</strong>.</p>
<p>Dari partisipasi tersebut berhasil dihimpun dana sebesar <strong>Rp27.000.000</strong> yang dikumpulkan melalui mekanisme iuran sukarela secara bertahap selama enam bulan sehingga tidak memberatkan para donatur.</p>
<p>Menurutnya, program pembagian simbol sekolah gratis telah berjalan selama dua tahun ajaran sebagai inisiatif kepala sekolah. Sementara pembagian baju batik dan pakaian olahraga mulai direalisasikan pada Tahun Pelajaran 2026/2027 berkat gotong royong seluruh guru dan tenaga kependidikan.</p>
<p>&#8220;Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan mendapat apresiasi dari masyarakat serta orang tua siswa sebagai bentuk pelayanan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan peserta didik,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi orang tua, tetapi juga meningkatkan semangat belajar dan rasa percaya diri siswa, sekaligus menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong di lingkungan sekolah.</p>
<p>Selain itu, program ini diharapkan mampu mendukung pemerataan akses pendidikan bagi seluruh peserta didik serta memperkuat citra SMA Negeri 1 Madat sebagai sekolah yang peduli terhadap kesejahteraan dan masa depan siswanya.</p>
<p>Rinakhairani berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi budaya positif di SMA Negeri 1 Madat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi seluruh peserta didik.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/sma-negeri-1-madat-bagikan-seragam-gratis-kepada-67-siswa-baru-ringankan-beban-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Endang Sriwati, Kepala SMA Negeri Unggul Aceh Timur yang Mengantarkan Sekolah Menuai Prestasi hingga Tingkat Nasional</title>
		<link>https://www.krusial.com/endang-sriwati-kepala-sma-negeri-unggul-aceh-timur-yang-mengantarkan-sekolah-menuai-prestasi-hingga-tingkat-nasional/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/endang-sriwati-kepala-sma-negeri-unggul-aceh-timur-yang-mengantarkan-sekolah-menuai-prestasi-hingga-tingkat-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2026 05:19:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Endang Sriwati]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala SMA]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri Unggul Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Tingkat Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=53429</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com – Tahun 2026 menjadi salah satu periode paling gemilang bagi SMA Negeri Unggul Aceh Timur. Berbagai prestasi berhasil diraih peserta didik, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Di balik capaian tersebut, ada sosok pemimpin yang konsisten membangun budaya prestasi, yakni Endang Sriwati, S.Pd., M.S.M. Kepala SMA Negeri Unggul Aceh Timur itu dinilai berhasil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com –</strong></span> Tahun 2026 menjadi salah satu periode paling gemilang bagi SMA Negeri Unggul Aceh Timur. Berbagai prestasi berhasil diraih peserta didik, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.</p>
<p>Di balik capaian tersebut, ada sosok pemimpin yang konsisten membangun budaya prestasi, yakni Endang Sriwati, S.Pd., M.S.M.</p>
<p>Kepala SMA Negeri Unggul Aceh Timur itu dinilai berhasil membawa perubahan melalui kepemimpinan yang visioner, penguatan budaya akademik, serta pembinaan siswa yang berkelanjutan.</p>
<p>Perjalanan Endang di dunia pendidikan bukanlah sesuatu yang instan. Sebelum dipercaya memimpin SMA Negeri Unggul Aceh Timur, ia mengabdikan diri sebagai guru di sekolah yang sama. Pengalaman panjang tersebut membuatnya memahami karakter sekolah sekaligus kebutuhan peserta didik dan tenaga pendidik.</p>
<p>Dedikasi dan kompetensinya juga telah mendapat pengakuan melalui berbagai penghargaan, di antaranya sebagai Guru Berprestasi dan Kepala SMA Berprestasi tingkat Kabupaten Aceh Timur, yang kemudian mengantarkannya mewakili daerah ke tingkat Provinsi Aceh.</p>
<p>Pengalaman itu menjadi modal penting dalam membangun sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing.</p>
<p>&#8220;Prestasi ini bukan hanya milik sekolah, tetapi juga untuk Aceh Timur. Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak daerah mampu bersaing di tingkat nasional,&#8221; ujar Endang, Selasa (8/7/2026).</p>
<p><strong><span style="color: #000080;">Tiga Pilar Pengembangan Sekolah</span></strong></p>
<p>Menurut Endang, keberhasilan sekolah dibangun melalui tiga strategi utama, yakni pembinaan talenta, penguatan karakter, serta sinergi antara guru dan orang tua.</p>
<p>Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendorong peserta didik berkembang sesuai potensi masing-masing, baik di bidang akademik maupun nonakademik.</p>
<p><span style="color: #000080;"><strong>Hasilnya mulai terlihat sepanjang tahun 2026.</strong></span></p>
<p>Di tingkat Kabupaten Aceh Timur, SMA Negeri Unggul Aceh Timur berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI, Juara I Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang Pencak Silat Putra, Bulu Tangkis Putra dan Putri, serta Juara III Renang Putri.</p>
<p>Pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), sekolah ini juga meraih Juara I Cipta Puisi dan Vokal Solo Putra, Juara II Gitar Solo, Desain Grafis, Film Pendek, dan Tari Kreasi, serta Juara III Monolog, Gitar Solo, dan Film Pendek.</p>
<p>Di bidang akademik, para siswa menorehkan prestasi membanggakan pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten dengan meraih Juara I bidang Fisika, Geografi, dan Informatika, serta Juara II Matematika, Astronomi, dan Ekonomi.</p>
<p>Sekolah ini juga berhasil menjadi finalis pada Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National Schools Debating Championship (NSDC).</p>
<p><span style="color: #000080;"><strong>Bersinar di Tingkat Provinsi dan Nasional</strong></span></p>
<p>Prestasi SMA Negeri Unggul Aceh Timur tidak berhenti di tingkat daerah.</p>
<p>Di tingkat Provinsi Aceh, sekolah ini berhasil melahirkan Finalis Duta Literasi, serta meraih Juara III Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) dan Pengibaran Bendera.</p>
<p>Sementara di tingkat nasional, sebanyak sembilan siswa dipercaya mengikuti Program Bina Talenta Indonesia (BTI) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.</p>
<p>Prestasi nasional lainnya juga berhasil diraih melalui medali emas Kompetisi Sains Siswa Indonesia bidang Ekonomi, medali perak Olimpiade Pelajar Berprestasi Nasional bidang Biologi, serta Juara III Try Out OSN 2026 bidang Matematika.</p>
<p><strong><span style="color: #000080;">Apresiasi dari Cabang Dinas Pendidikan</span></strong></p>
<p>Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Timur, Rahmatsah Putra, S.Pd., M.S.M.</p>
<p>Menurutnya, capaian SMA Negeri Unggul Aceh Timur menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan yang kuat dan pembinaan yang berkesinambungan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.</p>
<p>&#8220;Ini adalah bukti nyata keberhasilan kepemimpinan Ibu Endang Sriwati dalam membina dan memotivasi peserta didik. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Aceh Timur untuk terus meningkatkan mutu pendidikan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan sederet prestasi yang diraih sepanjang 2026, SMA Negeri Unggul Aceh Timur semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu sekolah unggulan di Aceh.</p>
<p>Di bawah kepemimpinan Endang Sriwati, sekolah tersebut terus menatap masa depan dengan tekad melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/endang-sriwati-kepala-sma-negeri-unggul-aceh-timur-yang-mengantarkan-sekolah-menuai-prestasi-hingga-tingkat-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bidang Literasi IGI Aceh Timur Raih Penghargaan  Buku Etnik Nusantara</title>
		<link>https://www.krusial.com/bidang-literasi-igi-aceh-timur-raih-penghargaan-buku-etnik-nusantara/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/bidang-literasi-igi-aceh-timur-raih-penghargaan-buku-etnik-nusantara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 12:27:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar Puspita Ayu SPdI]]></category>
		<category><![CDATA[Idi]]></category>
		<category><![CDATA[IGI Aceh Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Guru Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=52918</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Dinar Puspita Ayu SPdI, Fungsionaris Bidang Literasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Aceh Timur membanggakan dunia pendidikan dan literasi khususnya di kabupaten yang bertetangga dengan Kota Langsa ini. Pasalnya, Dinar Puspita Ayu yang kini menjabat Kepala MIN 8 Aceh Timur yang kini sedang membangun semangat budaya membaca dan menulis, ia berhasil menorehkan prestasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong> </span>Dinar Puspita Ayu SPdI, Fungsionaris Bidang Literasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Aceh Timur membanggakan dunia pendidikan dan literasi khususnya di kabupaten yang bertetangga dengan Kota Langsa ini.</p>
<p>Pasalnya, Dinar Puspita Ayu yang kini menjabat Kepala MIN 8 Aceh Timur yang kini sedang membangun semangat budaya membaca dan menulis, ia berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang &#8220;Peluncuran Buku Etnik Nusantara&#8221; tingkat ASEAN.</p>
<p>Penghargaan itu diterima Dinar Puspita Ayu di Aula SMA Negeri Modal Bangsa Aceh Besar, Selasa (23/6/2026) malam.</p>
<p>Plt Ketua IGI Daerah Aceh Timur, Agussalim SPdI kepada media ini, Rabu (24/6) mengatakan, penghargaan yang diterimanya itu bukan sekadar penghargaan biasa.</p>
<p>Katanya, di balik pencapaian tersebut, tersimpan kisah perjuangan, dedikasi dan kecintaan terhadap dunia literasi yang telah lama beliau geluti.</p>
<p>&#8220;Sosok tersebut juga dikenal sebagai salah seorang fungsionaris IGI Daerah Aceh Timur yang aktif pada bidang literasi,&#8221; ujar Agussalim.</p>
<p>Ia menjelaskan, lebih menariknya lagi dalam ajang bergengsi yang melibatkan penulis dari berbagai Wilayah ASEAN itu, Dinar Puspita Ayu turut menjadi bagian dari keberhasilan Kabupaten Aceh Timur yang masuk dalam kategori Kabupaten dengan Penulis terbanyak tingkat ASEAN.</p>
<p>Agussalim mengungkapkan, prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi masyarakat Aceh Timur terus tumbuh dan mendapat pengakuan di tingkat internasional.</p>
<p>Lebih lanjut dikatakannya, keberhasilan tersebut tentu tidak diraih dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen, kerja keras, serta konsistensi dalam mengembangkan budaya menulis dan berkarya.</p>
<p>&#8220;Melalui berbagai aktivitas literasi yang dijalankan, Dinar Puspita Ayu telah menunjukkan bahwa seorang pendidik tidak hanya bertugas mengajar di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan melalui karya-karya yang menginspirasi,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Agussalim menuturkan, penghargaan yang diraih ini sekaligus menjadi motivasi bagi para guru, peserta didik dan masyarakat Aceh Timur untuk terus berkarya serta berani menunjukkan potensi diri di panggung yang lebih luas. Sebab, dari sebuah tulisan lahir gagasan, dari sebuah gagasan, lahir perubahan.</p>
<p>Lebih lanjut Agussalim menyampaikan, prestasi Dinar Puspita Ayu menjadi bukti bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, melainkan tentang meninggalkan jejak peradaban.</p>
<p>&#8220;Hari ini, jejak itu telah mengantarkan nama Aceh Timur bersinar di tingkat ASEAN,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Agussalim beserta keluarga besar IGI Daerah Aceh Timur mengucapkan, selamat dan sukses dan memberikan apresiasi kepada Dinar Puspita Ayu yang telah mengharumkan nama Kabupaten Aceh Timur.</p>
<p>&#8220;Semoga penghargaan ini menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi yang lebih gemilang serta menginspirasi lahirnya penulis-penulis hebat lainnya dari kabupaten yang kita cintai ini,&#8221; pungkasnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/bidang-literasi-igi-aceh-timur-raih-penghargaan-buku-etnik-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
