<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Market Archives - Krusial</title>
	<atom:link href="https://www.krusial.com/market/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Oct 2026 06:01:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://www.krusial.com/wp-content/uploads/2025/08/favicon1-36x36.png</url>
	<title>Market Archives - Krusial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Oktober 2026, Ini Aturan Terbarunya</title>
		<link>https://www.krusial.com/saldo-minimum-bank-mandiri-bri-bni-oktober-2026/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/saldo-minimum-bank-mandiri-bri-bni-oktober-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 06:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[BNI]]></category>
		<category><![CDATA[BRI]]></category>
		<category><![CDATA[Saldo]]></category>
		<category><![CDATA[Saldo Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Saldo Minimum]]></category>
		<category><![CDATA[Saldo Nasabah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=56668</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Batas saldo minimum yang berlaku di masing-masing bank perlu diperhatikan oleh para nasabah perbankan. Ketentuan ini penting diketahui karena saldo minimum merupakan nominal uang yang wajib mengendap di dalam rekening dan tidak dapat ditarik tunai demi menjaga status rekening tetap aktif. Dalam operasional harian, simpanan mengendap tersebut difungsikan oleh pihak perbankan untuk menutup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong> </span>Batas saldo minimum yang berlaku di masing-masing bank perlu diperhatikan oleh para nasabah perbankan.</p>
<p>Ketentuan ini penting diketahui karena saldo minimum merupakan nominal uang yang wajib mengendap di dalam rekening dan tidak dapat ditarik tunai demi menjaga status rekening tetap aktif.</p>
<p>Dalam operasional harian, simpanan mengendap tersebut difungsikan oleh pihak perbankan untuk menutup beban biaya administrasi bulanan.</p>
<p>Adapun besaran nilai saldo minimum yang ditetapkan cukup bervariasi, sangat bergantung pada jenis produk tabungan serta kategori segmentasi nasabah yang dipilih.</p>
<p>Berikut rincian saldo minimum di tiga bank besar nasional di lihat pada Oktober 2026:</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Bank Mandiri</strong></span></p>
<ul>
<li>Tabungan Rupiah: Rp100.000</li>
<li>Tabungan NOW: Rp25.000</li>
<li>Tabungan Payroll: Rp10.000</li>
<li>TabunganKu: Rp20.000</li>
<li>Tabungan SiMakmur: Bebas biaya</li>
<li>Tabungan Simpanan Pelajar : Rp5.000.</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>BRI</strong></span></p>
<ul>
<li>Simpedes: Rp50.000</li>
<li>BritAma: Rp50.000</li>
<li>BritAma Bisnis/Pro/X: Rp50.000</li>
<li>TabunganKu: Rp20.000</li>
<li>Junio: Rp50.000</li>
<li>SimPel: Rp5.000.</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>BNI</strong></span></p>
<ul>
<li>Taplus: Rp150.000</li>
<li>Taplus Bisnis: Rp1.000.000</li>
<li>Taplus Pegawai: Sesuai perjanjian kerja sama (PKS)</li>
<li>Taplus Muda: Rp 0</li>
<li>BNI Pandai: Tanpa batasan saldo</li>
<li>SimPel: Rp5.000</li>
<li>TabunganKu: Rp20.000</li>
</ul>
<p>Secara umum, produk tabungan untuk pelajar dan program inklusi keuangan seperti SimPel dan TabunganKu memiliki persyaratan saldo minimum yang lebih rendah.</p>
<p>Sementara itu, produk untuk segmen bisnis menetapkan batas saldo lebih tinggi seiring kebutuhan transaksi dan layanan yang lebih kompleks.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/saldo-minimum-bank-mandiri-bri-bni-oktober-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Top sepekan: APBN pecah rekor, manuver Haji Isam hingga saham Astra</title>
		<link>https://www.krusial.com/top-sepekan-apbn-pecah-rekor-manuver-haji-isam-hingga-saham-astra/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/top-sepekan-apbn-pecah-rekor-manuver-haji-isam-hingga-saham-astra/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 13:21:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[ASII]]></category>
		<category><![CDATA[BBCA]]></category>
		<category><![CDATA[BRMS]]></category>
		<category><![CDATA[BYAN]]></category>
		<category><![CDATA[Danantara]]></category>
		<category><![CDATA[Grup Bakrie]]></category>
		<category><![CDATA[Haji Isam]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Saham Astra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=56496</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com – Belanja negara yang menembus Rp4.000 triliun untuk pertama kalinya, menjadi berita paling banyak dibaca di IDNFinancials.com dalam sepekan terakhir (21-27 September 2026). Selain rekor belanja negara, pembaca juga menyoroti manuver Haji Isam di pasar modal. Kabar akuisisi saham BBCA, kepemilikan BYAN, hingga keputusan Bayan Resources mencabut force majeure. Dari pasar modal, manuver dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com – </strong></span>Belanja negara yang menembus Rp4.000 triliun untuk pertama kalinya, menjadi berita paling banyak dibaca di IDNFinancials.com dalam sepekan terakhir (21-27 September 2026).</p>
<p>Selain rekor belanja negara, pembaca juga menyoroti manuver Haji Isam di pasar modal. Kabar akuisisi saham BBCA, kepemilikan BYAN, hingga keputusan Bayan Resources mencabut force majeure.</p>
<p>Dari pasar modal, manuver dua bos PT Astra International Tbk (ASII) juga menarik perhatian, setelah mereka mengakumulasi saham emiten holding multisektor ini di bawah harga Rp5.000 per lembar.</p>
<p>Kemudian disusul oleh pembukaan suspensi sejumlah saham Grup Bakrie, serta langkah pembelian perdana putra Grup Bakrie di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).</p>
<p>Aksi korporasi emiten juga turut mewarnai daftar berita terpopuler dalam sepekan, termasuk perolehan laba ISAT dari divestasi aset fiber optik mereka kepada grup Hashim Djodjohadikusumo.</p>
<p>Sementara dari mancanegara, pembaca juga mencermati perkembangan Iran bergabung dalam pakta pertahanan Turki.</p>
<p>Berikut ini daftar 10 berita terpopuler IDNFinancials.com dalam sepekan terakhir:</p>
<ol>
<li>Pertama dalam sejarah, belanja negara tembus Rp4.000 triliun</li>
<li>BEI suspensi 6 saham, milik Haji Isam hingga Danantara</li>
<li>Harga kembali merosot ke bawah Rp5.000, dua bos Astra borong saham</li>
<li>BEI cabut suspensi emiten sawit Grup Bakrie, harga saham melesat</li>
<li>Anak bos Grup Bakrie pertama kali borong saham BRMS</li>
<li>Turki buka peluang Iran bergabung dalam pakta pertahanan</li>
<li>Hasil lepas aset fiber ke grup Hashim, ISAT untung Rp1,64 triliun</li>
<li>Kabar Haji Isam akan akuisisi saham BBCA, ini respon manajemen</li>
<li>Anak usaha Grup Djarum kantongi kredit Rp2 triliun, untuk apa?</li>
<li>Bayan Resources cabut force majeure usai diikat akad Haji Isam​‍‌​‌‌​​‌​​​​‍‍​​‍​​​​​‍​‌‍​​​​‍‌​​‍​‍​⁠</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/top-sepekan-apbn-pecah-rekor-manuver-haji-isam-hingga-saham-astra/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bareskrim Bongkar Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan Emiten PIPA untuk Muluskan IPO</title>
		<link>https://www.krusial.com/bareskrim-bongkar-dugaan-manipulasi-laporan-keuangan-emiten-pipa-untuk-muluskan-ipo/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/bareskrim-bongkar-dugaan-manipulasi-laporan-keuangan-emiten-pipa-untuk-muluskan-ipo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 14:12:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[Bareskrim]]></category>
		<category><![CDATA[BEI]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Efek Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Emiten PIPA]]></category>
		<category><![CDATA[Lolos IPO]]></category>
		<category><![CDATA[Manipulasi Laporan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Multi Makmur Lemindo]]></category>
		<category><![CDATA[PIPA]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=56164</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — Bareskrim Polri mengungkap dugaan penyusunan laporan keuangan PT Multi Makmur Lemindo (MML), emiten berkode saham PIPA, yang tidak sesuai fakta untuk memuluskan langkah perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dugaan tersebut muncul dalam perkara tindak pidana pasar modal yang menjerat dua tersangka berinisial [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com —</strong></span> Bareskrim Polri mengungkap dugaan penyusunan laporan keuangan PT Multi Makmur Lemindo (MML), emiten berkode saham PIPA, yang tidak sesuai fakta untuk memuluskan langkah perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham atau <em>initial public offering</em> (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).</p>
<p>Dugaan tersebut muncul dalam perkara tindak pidana pasar modal yang menjerat dua tersangka berinisial DA dan BH. Berkas perkara keduanya kini telah dinyatakan lengkap atau P-21 dan segera memasuki tahap penyerahan tersangka serta barang bukti kepada jaksa penuntut umum (JPU).</p>
<p>Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak mengatakan tahap II akan dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (16/9/2026).</p>
<p>“Untuk pelaksanaan tahap II kepada JPU akan dilaksanakan besok hari Rabu, 16 September 2026 di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” ujar Ade Safri, Selasa (15/9/2026).</p>
<p>Dalam perkara tersebut, DA diketahui merupakan <em>financial advisor</em> yang ditunjuk oleh mantan Direktur Utama PT Multi Makmur Lemindo, Junaedi.</p>
<p>Sementara BH merupakan mantan staf Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 2, Divisi PP3 PT Bursa Efek Indonesia (BEI).</p>
<h3>Diduga Manipulasi Laporan Keuangan untuk IPO</h3>
<p>Penyidik menduga PT Multi Makmur Lemindo tidak memenuhi persyaratan untuk melantai di bursa. Namun, kondisi tersebut diduga disiasati melalui penyusunan laporan keuangan yang memuat fakta material yang tidak sebenarnya.</p>
<p>DA disebut bersama Junaedi menyusun laporan keuangan perseroan dengan tujuan meningkatkan nilai aset perusahaan.</p>
<p>Langkah tersebut diduga dilakukan agar PT Multi Makmur Lemindo dapat memenuhi persyaratan untuk melakukan IPO dan mencatatkan saham dengan kode PIPA di papan pengembangan BEI.</p>
<p>“Bersama-sama dengan terpidana Junaedi selaku Direktur Utama PT Multi Makmur Lemindo membuat laporan keuangan perseroan yang berisi fakta material yang tidak sebenarnya,” kata Ade Safri.</p>
<p>Dugaan tersebut menjadi bagian dari penyidikan perkara tindak pidana pasar modal yang kini memasuki tahapan penuntutan.</p>
<h3>Perkara Segera Masuk Persidangan</h3>
<p>Setelah proses tahap II dilakukan, jaksa penuntut umum akan menerima tersangka dan barang bukti dari penyidik Bareskrim Polri untuk selanjutnya memproses perkara tersebut ke tahap penuntutan.</p>
<p>Perkara DA dan BH nantinya akan diuji di persidangan, termasuk dugaan pelanggaran dalam proses pemenuhan persyaratan IPO hingga pencatatan saham PIPA di Bursa Efek Indonesia.</p>
<p>Dengan masuknya perkara ke tahap penuntutan, proses hukum selanjutnya akan menentukan pembuktian atas dugaan penyusunan laporan keuangan yang tidak sesuai fakta serta keterkaitannya dengan proses pencatatan saham PT Multi Makmur Lemindo di BEI.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/bareskrim-bongkar-dugaan-manipulasi-laporan-keuangan-emiten-pipa-untuk-muluskan-ipo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BYAN Anjlok ke Rp10.900, Rumor Akuisisi Haji Isam Senilai US$3 Miliar Mencuat</title>
		<link>https://www.krusial.com/byan-anjlok-ke-rp10-900-rumor-akuisisi-haji-isam-senilai-us3-miliar-mencuat/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/byan-anjlok-ke-rp10-900-rumor-akuisisi-haji-isam-senilai-us3-miliar-mencuat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:55:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[Akuisisi]]></category>
		<category><![CDATA[Bayan Resources]]></category>
		<category><![CDATA[BYAN]]></category>
		<category><![CDATA[Haji Isam]]></category>
		<category><![CDATA[Rp10.900]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[US$3 miliar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=56104</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com — Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali tertekan pada perdagangan Senin (14/9/2026). Pelemahan tersebut memperpanjang tren penurunan saham emiten batu bara itu di tengah kabar mengenai penjajakan akuisisi oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 11.42 WIB, saham BYAN anjlok 11,74 persen ke level [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com —</strong></span> Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali tertekan pada perdagangan Senin (14/9/2026). Pelemahan tersebut memperpanjang tren penurunan saham emiten batu bara itu di tengah kabar mengenai penjajakan akuisisi oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.</p>
<p>Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 11.42 WIB, saham BYAN anjlok 11,74 persen ke level Rp10.900 per saham. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp11,90 miliar dengan volume perdagangan mencapai 1,04 juta saham.</p>
<p>Penurunan tersebut membuat saham BYAN melemah selama tiga hari perdagangan berturut-turut.</p>
<p>Dalam sejumlah perdagangan sebelumnya, saham BYAN hanya tercatat menguat pada 3 September, sementara pada 7 dan 9 September pergerakannya stagnan.</p>
<p>Dengan harga Rp10.900 per saham, kapitalisasi pasar Bayan Resources berada di kisaran Rp363 triliun.</p>
<h3>Valuasi BYAN di Atas Nilai Wajar</h3>
<p>Dari sisi valuasi, perhitungan menggunakan metode discounted cash flow (DCF) menempatkan estimasi nilai wajar saham BYAN di sekitar Rp6.421 per saham.</p>
<p>Dengan demikian, harga pasar Rp10.900 masih sekitar 69,8 persen di atas estimasi nilai wajar tersebut. Jika harga saham bergerak menuju level tersebut, secara matematis terdapat potensi penurunan sekitar 41,1 persen dari posisi saat ini.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan price to earnings ratio (PER), saham BYAN diperdagangkan pada level sekitar 31,94 kali. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang berada di kisaran 13,54 kali.</p>
<h3>Rumor Tawaran Akuisisi Haji Isam</h3>
<p>Tekanan terhadap saham BYAN berlangsung bersamaan dengan kabar mengenai rencana akuisisi yang dikaitkan dengan Haji Isam.</p>
<p>Mengutip <em>Bloomberg</em> pada Rabu (9/9/2026), entitas yang dikendalikan Haji Isam disebut telah mengajukan tawaran tunai untuk mengambil alih sekitar 62 persen saham Bayan Resources. Nilai penawaran yang disebut dalam laporan tersebut sekitar US$3 miliar.</p>
<p>Jika menggunakan asumsi kurs Rp17.525 per dolar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp52,58 triliun.</p>
<p>Namun, pembicaraan transaksi tersebut masih berlangsung sehingga belum terdapat kepastian bahwa kesepakatan akuisisi akan terealisasi.</p>
<p>Untuk melihat besarnya perbedaan nilai, kapitalisasi pasar BYAN pada harga Rp10.900 mencapai sekitar Rp363 triliun. Dengan demikian, nilai pasar 62 persen saham perseroan berada di kisaran Rp225 triliun.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan nilai tersebut, tawaran US$3 miliar atau sekitar Rp52,58 triliun setara sekitar 23,4 persen dari nilai pasar 62 persen saham yang menjadi objek pembicaraan.</p>
<p>Secara tersirat, nilai transaksi tersebut setara dengan harga sekitar Rp2.550 per saham. Jika dibandingkan dengan harga pasar Rp10.900, angka tersebut mencerminkan diskon sekitar 76,6 persen.</p>
<p>Namun, angka Rp2.550 per saham tersebut merupakan hasil perhitungan berdasarkan nilai total transaksi dan bukan harga penawaran resmi per saham.</p>
<h3>Struktur Kepemilikan Jadi Salah Satu Faktor</h3>
<p>Besarnya perbedaan antara nilai tawaran yang dikabarkan dan harga pasar tidak terlepas dari struktur kepemilikan saham Bayan Resources.</p>
<p>Free float BYAN yang terbatas serta aktivitas perdagangan yang relatif tipis membuat harga yang terbentuk di pasar sekunder tidak selalu dapat dijadikan patokan langsung untuk menentukan harga pengambilalihan blok saham dalam jumlah besar.</p>
<p>Selain faktor struktur kepemilikan, prospek industri batu bara termal juga menghadapi sejumlah tantangan.</p>
<p>Transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih menjadi salah satu tantangan terhadap prospek jangka panjang batu bara. Di dalam negeri, industri batu bara juga menghadapi kebijakan pembatasan produksi.</p>
<p>Bayan disebut menjadi salah satu produsen yang terdampak pemangkasan kuota produksi. Di sisi lain, sejumlah produsen seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) disebut relatif terhindar dari pemangkasan besar.</p>
<p>Kondisi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kinerja dan valuasi Bayan Resources ke depan.</p>
<h3>Akuisisi Bisa Perbesar Bisnis Batu Bara Haji Isam</h3>
<p>Jika transaksi tersebut terealisasi, kepemilikan 62 persen saham Bayan Resources akan memperbesar posisi Haji Isam di industri batu bara nasional.</p>
<p>Melalui PT Jhonlin Group, Haji Isam telah memiliki bisnis pertambangan batu bara. Grup tersebut pada tahun ini mengajukan kuota produksi sekitar 60 juta ton.</p>
<p>Tambahan kendali terhadap Bayan Resources akan memperbesar skala bisnis batu bara yang berada di bawah kelompok usahanya dan berpotensi menempatkan Haji Isam sebagai salah satu pemain batu bara terbesar di kawasan Asia Tenggara.</p>
<p>Bayan Resources sendiri tidak hanya memiliki bisnis pertambangan, tetapi juga fasilitas pendukung seperti pelabuhan. Perseroan menjual sekitar 68 juta ton batu bara pada tahun sebelumnya dan membukukan pendapatan sekitar US$3,4 miliar.</p>
<p>Rencana transaksi tersebut muncul ketika industri batu bara domestik menghadapi kondisi perdagangan yang menantang.</p>
<p>Pemerintah memangkas kuota produksi sejumlah produsen besar sebagai bagian dari upaya menopang harga batu bara. Pada saat yang sama, sejumlah perusahaan tambang juga menghadapi sanksi atau denda terkait persoalan perizinan kehutanan.</p>
<p>Dengan demikian, pergerakan saham BYAN selanjutnya akan menjadi perhatian investor, terutama di tengah perkembangan pembicaraan akuisisi, kebijakan produksi batu bara, serta perubahan prospek industri komoditas tersebut.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/byan-anjlok-ke-rp10-900-rumor-akuisisi-haji-isam-senilai-us3-miliar-mencuat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IHSG Hari Ini Dibuka Melemah ke Level 6.533, Investor Cermati Pergerakan Pasar</title>
		<link>https://www.krusial.com/ihsg-hari-ini-dibuka-melemah-level-6533/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/ihsg-hari-ini-dibuka-melemah-level-6533/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 03:29:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[ADRO]]></category>
		<category><![CDATA[BBCA]]></category>
		<category><![CDATA[BBNI]]></category>
		<category><![CDATA[BNI Sekuritas]]></category>
		<category><![CDATA[CPIN]]></category>
		<category><![CDATA[CUAN]]></category>
		<category><![CDATA[IHSG]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Harga Saham Gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[The Fed]]></category>
		<category><![CDATA[Wall Street]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=56101</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka melemah pada perdagangan Senin, 14 September 2026. IHSG berada di level 6.533,86, turun sekitar 7,52 poin dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat, IHSG ditutup turun 0,73 persen ke level 6.541,38. Pelemahan tersebut disertai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp733 miliar. Sejumlah saham [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;"><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong></span> Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka melemah pada perdagangan Senin, 14 September 2026. IHSG berada di level 6.533,86, turun sekitar 7,52 poin dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Pada perdagangan Jumat, IHSG ditutup turun 0,73 persen ke level 6.541,38. Pelemahan tersebut disertai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp733 miliar.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sejumlah saham yang paling banyak dijual investor asing antara lain BBCA, CUAN, CPIN, ADRO, dan BBNI. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pelaku pasar pada awal perdagangan pekan ini.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><i>Head of Retail Research BNI Sekuritas</i> Fanny Suherman sebelumnya memprakirakan IHSG berpeluang berbalik menguat. Proyeksi tersebut seiring penguatan bursa saham Amerika Serikat pada akhir pekan lalu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini. Hal ini seiring dengan penguatan bursa saham Amerika Serikat,” kata Fanny Suherman, Senin (14/9/2026).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Di pasar Amerika Serikat, sejumlah indeks utama Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan. Indeks S&amp;P 500 naik 0,86 persen, Nasdaq menguat 0,96 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,98 persen.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Penguatan indeks saham mengikuti turunnya harga minyak dan data harga konsumen yang solid,” ujar Fanny. Menurutnya, data harga konsumen tersebut turut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Data inflasi terbaru menunjukkan harga konsumen Amerika Serikat meningkat lebih cepat pada bulan lalu. Kenaikan tersebut terjadi seiring kembali naiknya harga bensin setelah sempat turun selama dua bulan berturut-turut.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Tekanan inflasi tersebut membuat pasar memperkirakan The Fed akan memperketat kebijakan moneternya. Namun, harga minyak tetap menjadi perhatian karena masih mencatat kenaikan sekitar sembilan persen dalam sepekan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">“Harga minyak mentah Brent turun hampir tiga persen. Namun tetap berada di atas USD104 per barel,” ujar Fanny.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sementara itu, bursa utama Asia-Pasifik ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu. Bursa Korea Selatan dan Jepang menjadi pasar yang memimpin penurunan di kawasan tersebut.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,9 persen, sedangkan Nikkei 225 Jepang merosot 1,8 persen. Hang Seng Hong Kong turun 0,6 persen dan S&amp;P/ASX 200 Australia melemah 0,9 persen.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Indeks saham Taiwan juga turun 1,6 persen, sementara CSI 300 Tiongkok melemah 0,8 persen. Pelemahan bursa Asia tersebut terjadi setelah pasar saham Amerika Serikat sebelumnya tertekan oleh lonjakan harga minyak.***</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/ihsg-hari-ini-dibuka-melemah-level-6533/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simak Rekomendasi Saham PTBA, SSIA, dan BUMI untuk Rabu (9/9)</title>
		<link>https://www.krusial.com/simak-rekomendasi-saham-ptba-ssia-dan-bumi-untuk-rabu-9-9/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/simak-rekomendasi-saham-ptba-ssia-dan-bumi-untuk-rabu-9-9/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 23:27:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[BUMI]]></category>
		<category><![CDATA[IHSG]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks Harga Saham Gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[PTBA]]></category>
		<category><![CDATA[Rekomendasi Saham]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[SSIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=55883</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 66,76 poin atau 1,01% ke 6.686,44 pada akhir perdagangan Selasa (8/9/2026). Sebanyak 363 saham naik, 244 saham turun dan 185 saham stagnan. Delapan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan tiga indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor barang baku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong> </span>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 66,76 poin atau 1,01% ke 6.686,44 pada akhir perdagangan Selasa (8/9/2026).</p>
<p>Sebanyak 363 saham naik, 244 saham turun dan 185 saham stagnan. Delapan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan tiga indeks sektoral lainnya masuk zona merah.</p>
<p>Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor barang baku yang naik 2%, sektor barang konsumen non siklikal naik 1,39% dan sektor perindustrian yang naik 1,22%.</p>
<p>Sedangkan indeks sektoral yang melemah adalah sektor kesehatan yang turun 0,59%, sektor teknologi turun 0,34% dan sektor barang konsumen siklikal yang turun 0,13%.</p>
<p>Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 36,27 miliar saham dengan total nilai Rp 15,48 triliun.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Berikut rekomendasi analis untuk perdagangan Rabu (9/9):</strong></span></p>
<p><strong>1. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)</strong></p>
<p>Pergerakan harga saham PTBA dinilai telah masuk ke area extremely overbought, sehingga koreksi wajar diperkirakan sudah dan tengah terjadi. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyarankan strategi sell on strength untuk saham PTBA dengan mencermati area target harga pada kisaran Rp 2.930–Rp 3.150.</p>
<ul>
<li>Rekomendasi: Sell on strength</li>
<li>Support: Rp 2.930</li>
<li>Resistance: Rp 3.150</li>
</ul>
<p>Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta.</p>
<p><strong>2. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)</strong></p>
<p>Saham SSIA masih bergerak konsolidasi di atas garis MA10 pada level Rp 1.791. Indikator RSI bergerak naik secara terbatas, sementara MACD mengindikasikan adanya pelemahan tren. VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyarankan strategi speculative buy dengan target menguji resistance di Rp 1.910 dan membatasi risiko (cut loss) apabila breakdown support Rp 1.765.</p>
<ul>
<li>Rekomendasi: Speculative buy</li>
<li>Support: Rp 1.765</li>
<li>Resistance: Rp 1.910</li>
</ul>
<p>VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi.</p>
<p><strong>3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)</strong></p>
<p>Secara teknikal, tren saham BUMI masih tergolong cukup positif lantaran posisi harga bertahan di atas MA20 dengan indikator MACD yang masih dalam kondisi bullish. Namun, setelah ditutup di level Rp 226, harga mulai menguji resistance MA200 di kisaran Rp 231, sehingga terdapat potensi rejection jangka pendek. Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyarankan strategi buy on weakness pada area Rp 212–Rp 220 dengan target resistance di Rp 230–Rp 235, serta mengimbau investor untuk menunggu pullback ketimbang mengejar harga.</p>
<ul>
<li>Rekomendasi: Buy on weakness</li>
<li>Support: Rp 212</li>
<li>Resistance: Rp 235</li>
</ul>
<p>Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/simak-rekomendasi-saham-ptba-ssia-dan-bumi-untuk-rabu-9-9/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Emiten terafiliasi Andry Hakim gelar rights issue Rp1,27 triliun</title>
		<link>https://www.krusial.com/emiten-terafiliasi-andry-hakim-gelar-rights-issue-rp127-triliun/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/emiten-terafiliasi-andry-hakim-gelar-rights-issue-rp127-triliun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 23:23:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[Andry Hakim]]></category>
		<category><![CDATA[Cakra Buana Resources Energi]]></category>
		<category><![CDATA[CBRE]]></category>
		<category><![CDATA[Right Issue]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=55691</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) menyiapkan aksi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue untuk menghimpun dana maksimal Rp1,27 triliun. Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, CBRE akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 11,80 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham. Perseroan menetapkan harga pelaksanaan Rp108 per saham. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong></span> PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) menyiapkan aksi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue untuk menghimpun dana maksimal Rp1,27 triliun.</p>
<p>Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, CBRE akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 11,80 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham.</p>
<p>Perseroan menetapkan harga pelaksanaan Rp108 per saham. Jumlah saham baru tersebut setara 72,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi.</p>
<p>Dengan skema tersebut, setiap pemegang 100 saham lama akan memperoleh 260 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru seharga Rp108.</p>
<p>Perseroan akan menggunakan sebagian besar dana hasil rights issue untuk mengonversi utang menjadi modal disetor. Nilai utang yang dikonversi mencapai Rp858,60 miliar atau setara US$48,5 juta dengan kurs Rp17.703 per dolar AS.</p>
<p>Utang tersebut berasal dari PT Garuda Nusantara Mineral, PT Saga Investama Sedaya, Yafin Tandiono Tan, dan Hilong Shipping Holding Limited.</p>
<p>Setelah konversi utang dan dikurangi biaya pelaksanaan PMHMETD I, CBRE akan menggunakan dana bersih yang tersisa sebagai modal kerja untuk mendukung kelangsungan dan pengembangan usaha.</p>
<p>Aksi korporasi ini juga berpotensi mengubah struktur pemegang saham CBRE. Berdasarkan skenario dalam prospektus, PT Omudas Investment Holdco yang saat ini menguasai 61,13% saham akan terdilusi menjadi 16,98% setelah rights issue.</p>
<p>PT Republik Capital Indonesia juga turun dari 9,30% menjadi 2,58%. Sebaliknya, PT Garuda Nusantara Mineral berpotensi memegang 20,07%, PT Saga Investama Sedaya 12,54%, Yafin Tandiono Tan 11,04%, dan Hilong Shipping Holding Limited 5,02%.</p>
<p>Dalam skenario tersebut, pemegang saham publik yang melaksanakan seluruh HMETD dan memesan saham tambahan akan memiliki 26,20% saham CBRE setelah aksi korporasi.</p>
<p>CBRE dijadwalkan memperoleh pernyataan efektif pada 23 Oktober 2026. Perdagangan HMETD berlangsung pada 6-12 November 2026, sedangkan periode pelaksanaan HMETD berlangsung pada tanggal yang sama.</p>
<p>Pemegang saham yang tercatat pada 4 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh HMETD dalam aksi tersebut.***</p>
<p>source: IDN Financials​‍​​​‍​​‍​‍​​‍‍​​‍​​​​​‍​‌‍​​​​‍‌​​​​​⁠</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/emiten-terafiliasi-andry-hakim-gelar-rights-issue-rp127-triliun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prospek Pyridam Farma (PYFA) di Semester II-2026, Simak Rekomendasi Analis</title>
		<link>https://www.krusial.com/prospek-pyridam-farma-pyfa-di-semester-ii-2026-simak-rekomendasi-analis/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/prospek-pyridam-farma-pyfa-di-semester-ii-2026-simak-rekomendasi-analis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 05:23:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[Prospek]]></category>
		<category><![CDATA[PYFA]]></category>
		<category><![CDATA[Pyridam Farma (PYFA)]]></category>
		<category><![CDATA[Rekomendasi Analis]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=55550</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) masih menghadapi tantangan untuk membalikkan kinerja menjadi laba bersih pada 2026. Meski demikian, perbaikan pendapatan, efisiensi biaya, serta ekspansi bisnis kontrak manufaktur farmasi atau contract development and manufacturing organization (CDMO) menjadi katalis bagi pemulihan kinerja perseroan. Per Semester I-2026, pendapatan PYFA tumbuh 16,8% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp1,62 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong></span> PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) masih menghadapi tantangan untuk membalikkan kinerja menjadi laba bersih pada 2026. Meski demikian, perbaikan pendapatan, efisiensi biaya, serta ekspansi bisnis kontrak manufaktur farmasi atau contract development and manufacturing organization (CDMO) menjadi katalis bagi pemulihan kinerja perseroan.</p>
<p>Per Semester I-2026, pendapatan PYFA tumbuh 16,8% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp1,62 triliun. Pada periode yang sama, rugi usaha berhasil ditekan 99,4% menjadi sekitar Rp380 juta.</p>
<p>Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, perbaikan pendapatan dan penurunan rugi usaha menunjukkan perkembangan positif. Namun, PYFA masih menghadapi tantangan untuk mencapai profitabilitas.</p>
<p>&#8220;Kami melihat peluang perbaikan di 2H26, tetapi belum mengantisipasi turn around yang kuat dalam waktu dekat,&#8221; ujar Azis kepada Kontan, Jumat (28/8/2026).</p>
<p>Menurut Azis, bisnis CDMO atau maklon berpotensi menjadi salah satu katalis pertumbuhan PYFA. Peningkatan utilisasi atau pemanfaatan kapasitas produksi di Ethica dan Probiotec diharapkan dapat menopang pendapatan perseroan.</p>
<p>Meski begitu, kontribusi bisnis tersebut terhadap laba diperkirakan masih bertahap. Dengan demikian, ekspansi CDMO belum cukup untuk sepenuhnya menghilangkan tekanan terhadap profitabilitas PYFA dalam jangka pendek.</p>
<p>Senada, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengatakan, CDMO menjadi salah satu penopang utama pemulihan kinerja PYFA. Perseroan memiliki lini produksi baru untuk obat injeksi steril yang menyasar kebutuhan rumah sakit serta program kesehatan pemerintah.</p>
<p>&#8220;Ekspansi kapasitas ini strategis karena permintaan manufaktur farmasi terus tumbuh, memberi PYFA sumber pendapatan yang lebih stabil di luar penjualan produk sendiri,&#8221; jelas Abida.</p>
<p>Di sisi lain, ekspansi melalui Probiotec di Australia juga menjadi faktor penting dalam pertumbuhan PYFA. Azis menilai ekspansi tersebut membuka akses ke pasar Australia sekaligus memperluas peluang ekspor perseroan.</p>
<p>Namun, dampaknya terhadap laba masih membutuhkan waktu. Kecepatan pengisian kapasitas produksi dan keberlanjutan kontrak menjadi faktor penting untuk menentukan kontribusi Probiotec terhadap kinerja PYFA.</p>
<p>Abida menambahkan, Probiotec sejauh ini menjadi salah satu motor pertumbuhan PYFA yang relatif konsisten. Sementara itu, bisnis domestik cenderung stabil sehingga ekspansi Australia memberikan diversifikasi geografis bagi perseroan di tengah persaingan pasar farmasi dalam negeri.</p>
<p>Dari sisi profitabilitas, Abida bilang, PYFA menunjukkan tren perbaikan yang konsisten menuju titik impas. Kendati demikian, rugi periode berjalan masih cukup besar sehingga peluang perseroan membukukan laba bersih penuh pada 2026 dinilai masih menantang.</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya beban di luar operasional inti, termasuk bunga dan pajak, yang menekan kinerja perseroan.</p>
<p>Abida menyebut, PYFA saat ini masih merupakan turn around story yang perlu dibuktikan. Daya tarik perseroan berasal dari perbaikan margin kotor dan efisiensi biaya yang berkelanjutan.</p>
<p>Namun, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko, antara lain rugi berjalan yang masih besar, ketergantungan terhadap kinerja Probiotec, serta kebutuhan pendanaan tambahan untuk mendukung ekspansi lini produksi baru.</p>
<p>Sementara itu, Azis merekomendasikan trading buy untuk saham PYFA dengan target harga Rp 282 per saham.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/prospek-pyridam-farma-pyfa-di-semester-ii-2026-simak-rekomendasi-analis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Direktur Niaga Garuda Diberhentikan, GIAA Tegaskan Tak Ada Isu GCG</title>
		<link>https://www.krusial.com/direktur-niaga-garuda-diberhentikan-giaa-tegaskan-tak-ada-isu-gcg/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/direktur-niaga-garuda-diberhentikan-giaa-tegaskan-tak-ada-isu-gcg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 18:31:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[Diberhentikan]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur]]></category>
		<category><![CDATA[Garuda Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[GCG]]></category>
		<category><![CDATA[GIAA]]></category>
		<category><![CDATA[Niaga Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=55221</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menjelaskan pemberhentian sementara Direktur Niaga merupakan bagian dari dinamika dan kebutuhan organisasi, bukan karena adanya informasi, peristiwa, atau kondisi material lain di luar yang telah diungkapkan perseroan. Vice President Corporate Secretary &#38; TJSL Group Head Garuda Indonesia Andreas Tumpal H. Hutapea mengatakan penyesuaian susunan pengurus perseroan dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong></span> PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menjelaskan pemberhentian sementara Direktur Niaga merupakan bagian dari dinamika dan kebutuhan organisasi, bukan karena adanya informasi, peristiwa, atau kondisi material lain di luar yang telah diungkapkan perseroan.</p>
<p>Vice President Corporate Secretary &amp; TJSL Group Head Garuda Indonesia Andreas Tumpal H. Hutapea mengatakan penyesuaian susunan pengurus perseroan dilakukan berdasarkan Surat Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) No. SR-452/BP/08/2026 tertanggal 11 Agustus 2026. Surat tersebut memuat usulan perubahan pengurus dalam rangka penataan susunan anggota Direksi perseroan.</p>
<p>&#8220;Penyesuaian fungsi maupun tour of duty pengurus merupakan hal yang dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan organisasi, Anggaran Dasar, serta mekanisme tata kelola Perseroan yang berlaku,&#8221; kata Andreas dalam keterbukaan informasi, Selasa (18/8/2026).</p>
<p>Andreas menegaskan, berdasarkan informasi yang dimiliki perseroan saat ini, tidak terdapat informasi, peristiwa, maupun kondisi material lain yang melatarbelakangi atau berkaitan dengan keputusan pemberhentian sementara Direktur Niaga, selain yang telah diungkapkan perseroan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Hal tersebut termasuk tidak terdapat informasi mengenai adanya tindakan atau kondisi yang tidak sejalan dengan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) yang berkaitan dengan pemberhentian sementara tersebut.</p>
<p>Direktur Niaga yang bersangkutan juga tetap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan agenda perseroan hingga 14 Agustus 2026 sesuai dengan koridor tata kelola yang berlaku.</p>
<p>&#8220;Koordinasi dan sinergi antarjajaran manajemen tetap terjaga dengan baik dan profesional dalam mendukung keberlanjutan agenda Perseroan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan demikian, Garuda memandang penyesuaian tersebut sebagai bagian dari kebutuhan organisasi dan tidak terkait dengan hal lain di luar konteks tersebut. Perseroan memastikan seluruh kegiatan operasional, pelayanan, serta agenda bisnis tetap berjalan sebagaimana mestinya.</p>
<p>Garuda juga menjelaskan perbedaan konsekuensi hukum dan tata kelola antara pemberhentian sementara dengan pemberhentian tetap anggota Direksi.</p>
<p>Berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar perseroan, anggota Direksi dapat diberhentikan sewaktu-waktu oleh Dewan Komisaris.</p>
<p>Namun, anggota Direksi yang diberhentikan sementara tidak berwenang menjalankan pengurusan serta mewakili perseroan untuk kepentingan perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan, baik di dalam maupun di luar pengadilan.</p>
<p>Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 11 ayat (24) huruf c Anggaran Dasar Garuda Indonesia.</p>
<p>Selanjutnya, dalam jangka waktu paling lambat 90 hari kalender sejak ditetapkannya pemberhentian sementara, perseroan wajib menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mencabut atau menguatkan keputusan pemberhentian sementara tersebut.</p>
<p>Apabila RUPS menguatkan keputusan pemberhentian sementara, anggota Direksi yang bersangkutan akan diberhentikan untuk seterusnya atau secara tetap.</p>
<p>Terkait posisi Direktur Niaga yang saat ini kosong, Garuda menyatakan Dewan Komisaris akan menetapkan pelaksana tugas Direktur Niaga sesuai dengan ketentuan internal perseroan.</p>
<p>Andreas menjelaskan berdasarkan Pasal 11 ayat (15) huruf a Anggaran Dasar perseroan, apabila terdapat satu atau lebih jabatan anggota Direksi yang lowong karena sebab apa pun, Dewan Komisaris dapat menunjuk salah seorang anggota Direksi lainnya untuk menjalankan pekerjaan pada jabatan yang lowong tersebut dengan kekuasaan dan wewenang yang ssama</p>
<p>&#8220;Lebih lanjut Dewan Komisaris akan menetapkan pelaksana tugas Direktur Niaga sesuai dengan ketentuan internal yang berlaku di Perseroan. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Dewan Komisaris terkait hal tersebut,&#8221; kata Andreas.</p>
<p>Sementara itu, mengenai batas waktu penyelesaian status pemberhentian sementara, perseroan merujuk pada Pasal 11 ayat (24) huruf d Anggaran Dasar.</p>
<p>Garuda wajib melaksanakan RUPS dalam jangka waktu paling lambat 90 hari kalender untuk mencabut atau menguatkan keputusan pemberhentian sementara tersebut.</p>
<p>Perseroan selanjutnya akan mengumumkan keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka.***</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/direktur-niaga-garuda-diberhentikan-giaa-tegaskan-tak-ada-isu-gcg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelar Rights Issue, Simak Target Harga Saham Terbaru Energi Mega Persada (ENRG)</title>
		<link>https://www.krusial.com/kelar-rights-issue-simak-target-harga-saham-terbaru-energi-mega-persada-enrg/</link>
					<comments>https://www.krusial.com/kelar-rights-issue-simak-target-harga-saham-terbaru-energi-mega-persada-enrg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 02:48:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bursa]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Market]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Mega Persada]]></category>
		<category><![CDATA[ENRG]]></category>
		<category><![CDATA[Rights Issue]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[SSaham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.krusial.com/?p=54941</guid>

					<description><![CDATA[Krusial.com &#8212; PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) memasuki fase baru setelah menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Pasalnya, aksi korporasi nakal mengubah valuasi per saham ENRG. Seperti diketahui, ENRG menawarkan maksimal 13,28 miliar saham baru Seri B dengan harga pelaksanaan Rp 310 per saham. Dengan rasio 2:1, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>Krusial.com &#8212;</strong></span> PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) memasuki fase baru setelah menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Pasalnya, aksi korporasi nakal mengubah valuasi per saham ENRG.</p>
<p>Seperti diketahui, ENRG menawarkan maksimal 13,28 miliar saham baru Seri B dengan harga pelaksanaan Rp 310 per saham. Dengan rasio 2:1, aksi korporasi tersebut berpotensi menghimpun dana hingga sekitar Rp 4,12 triliun.</p>
<p>Fundamental Analyst BRI Danareksa Sekuritas Abida M. Armand mengatakan, sebelum memperhitungkan dampak rights issue, pihaknya menghitung nilai wajar ENRG pada kisaran Rp 1.500–Rp 1.700 per saham.</p>
<p>“Dari hasil kalkulasi kami, value dari Energi Mega Persada itu berada di kisaran Rp 1.500-Rp 1.700, dengan angka tepatnya Rp1.650 menggunakan perhitungan discounted cash flow,” jelasnya, Kamis (13/8/2026).</p>
<p>Namun, Abida menegaskan, perhitungan tersebut dibuat sebelum rights issue. Setelah aksi korporasi, jumlah saham ENRG diperkirakan bertambah dari sekitar 26 miliar menjadi 39,8 miliar saham.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat target harga berdasarkan kalkulasi BRI Danareksa Sekuritas disesuaikan menjadi sekitar Rp 1.200 per saham. Abida bilang, penyesuaian terjadi karena perubahan harga teoritis dan bertambahnya jumlah saham setelah aksi korporasi.</p>
<p>&#8220;Fair value-nya bukan turun, tetapi ini dikarenakan adanya harga teoritis yang baru karena ada penambahan jumlah saham yang baru,&#8221; kata Abida.</p>
<p>Meski target harga mengalami penyesuaian, Abida masih melihat potensi penguatan saham ENRG sekitar 20% dibandingkan harga pasar berdasarkan perhitungan valuasi setelah memperhitungkan struktur saham terbaru.</p>
<p>Abida menyebut, kepastian penyerapan rights issue relatif tinggi karena terdapat pembeli siaga. PT Bakrie Kalila Investment disebut siap membeli hingga sekitar 10,5 miliar saham apabila pemegang saham lainnya tidak menyerap HMETD.</p>
<p>Di luar rights issue, kata Abida, pergerakan harga minyak juga menjadi sentimen yang perlu dicermati investor. Meski produksi didominasi gas, ENRG tetap memiliki eksposur terhadap produksi minyak sehingga perubahan harga komoditas dapat memengaruhi kinerja.</p>
<p>Abida menyebut harga jual rata-rata minyak ENRG berada sekitar US$87 per barel, lebih tinggi dari proyeksi awal tahun. BRI Danareksa juga melakukan analisis sensitivitas terhadap harga minyak terhadap kinerja EBITDA ENRG.</p>
<p>&#8220;Setiap peningkatan US$ 5 per barel akan menambah 4% ke EBITDA menurut analisis kami, tetapi risiko yang perlu dicermati adalah harga oil sangat sensitif dan cukup volatile,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Pada perdagangan Jumat (14/8/2026), ENRG parkir di level Rp 1.265 per saham atau melemah 0,79% secara harian.***</p>
<p>source: kontan</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.krusial.com/kelar-rights-issue-simak-target-harga-saham-terbaru-energi-mega-persada-enrg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
